jenis-jenis ayam broiler dan cara beternak ayam potong

AYAM POTONG(BROILER)

ayam potong atau broiler

PETERNAKAN-Ayam broiler atau yang biasa disebut ayam potong merupakan salah satu jenis ayam yang diternakkan untuk diambil dagingnya. ayam broiler pertumbuhannya sangat cepat. ayam broiler sudah dapat dipanen pada umur 35 hari sejak dari ditetaskannya.
Ayam broiler(ayam potong) diyakini sebagai hasil dari domestikasi dari ayam hutan merah. Ayam broiler mempunyai daging yang empuk dan cukup mudah untuk diolah, oleh karenanya apabila memasak atau merebusnya jangan terlalu lama karena dagingnya mudah hancur.
Beda dengan ayam kampung (ayam buras), ayam broiler(ayam potong) dipelihara secara industrial. Ada dua kelas(level) dalam budidaya ayam broiler, pertama level tingkat tinggi dan kedua level tingkat rendah, level pertama yaitu budidaya indukan dan anak ayam (DOC). level ini pada umumnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Dan level yang kedua yaitu untuk pembesaran ayam, kalau yang ini biasanya dilakukan oleh para peternak dalam skala kecil sampai menengah.
Untuk level pertama, dibutuhkan keterampilan dan keahlian khusus tentunya ditunjang dengan peralatan yang canggih pula. Di negara Indonesia budidaya ini hanya dilakukan oleh beberapa perusahaan besar saja contohnya seperti Java Comfeed, Charoen Pokphand, Sierad dan CJ Feed. Budidaya ayam potong pada level ini bertugas untuk menjaga dan juga untuk memperbaiki kualitas strain. yang kemudian hasilnya berupa anak ayam yang didistribusikan untuk para peternak untuk selanjutnya dibesarkan.

JENIS-JENIS AYAM BROILER(AYAM POTONG)
Sekarang ini bermacam-macam strain ayam ras pedaging yang sudah beredar di pasaran, Oleh karenanya para peternak tidak perlu risau didalam menentukan pilihannya, karena semua jenis train yg sudah beredar dipasaran memiliki daya dalam produktifitas yang sama artinya seandainya terdapat perbedaan. perbedaan itu tidak terlalu menyolok atau perbedaannya sangat kecil sekali.
Dibawah ini adalah jenis strain ayam ras pedaging (broiler) yang banyak beredar di pasaran :
  1. Super 77
  2. ISA
  3. Tegel 70
  4. Lohman 202
  5. Kim cross
  6. Vdett
  7. Hyline
  8. Hubbard
  9. Missouri
  10. Pilch
  11. Shaver Starbro
  12. Goto
  13. Yabro
  14. Tatum
  15. Arbor arcres 
  16. Hybro
  17. Indian river
  18. Brahma
  19. Cormish
  20. Hypeco-broiler
  21. Langshans
  22. Narshall"m"
  23. Ross
  24. AA 70
  25. Euribrid
  26. Sussex
  27. H&N
  28. CP 707
  29. Bromo Dan yang lainya.
MANFAAT BETERNAK AYAM BROILER
Manfaat dari kegiatan beternak ayam broiler atau ras pedaging antara lain adalah sebagai berikut ini :
  1. Menambah keuangan keluarga 
  2. Penyediaan kebutuhan protein hewani.
  3. Pendidikan dan latihan Keterampilan
  4. Membuka lapangan pekerjaan
  5. Penyedian pupuk kompos
PERSYARATAN LOKASI BETERNAK AYAM BROILER
  1. Lokasi Peternakan bersifat menetap
  2. Lokasi Peternakan jauh dari Keramaian 
  3. Lokasi jauh dari perumahan penduduk.
  4. Lokasi mudah terjangkau dari pusat pemasaran.
  5. Lokasi mudah dijangkau alat transportasi
PEDOMAN TEKNIS DALAM BETERNAK
Sebelum kegiatan beternak ayam broiler akan di mulai, sebagai seorang Peternak kita perlu memahami 3(tiga) hal unsur produksi yaitu meliputi:
  1. Pengelolaan usaha peternakan (Manajemen)
  2. Pembibitan (Breeding)
  3. Makanan ternak/pakan (Feeding)
PERSIAPAN SARANA DAN PRASARANA :

PERKANDANGAN
Kandang yang baik atau ideal untuk beternak ayam broiler adalah sebagai berikut :
  1. Temperatur kandang berkisar antara 32 sampai 35 derajat C.
  2. Kelembaban kandang antara 60 hingga 70%.
  3. Letak kandang tidak berlawanan arah mata angin yang kencang.
  4. Kandang ayam mendapat sinar matahari pagi.
  5. Untuk bibit ayam yang berumur 2 minggu sebaiknya memakai kandang box, untuk kandang selanjutnya dapat disesuiakan dengan umur ayam.
PERALATAN KANDANG
Litter (alas lantai)
Litter (Alas lantai) harus selalu dalam keadaan kering, atap kandang tidak ada yang bocor dan pada waktu hujan air tidak masuk kedalam. Tebal alas lantai setinggi 10 centimeter, bahan alas lantai dapat dipakai campuran kulit padi atau sekam.
Brooder atau Indukan
Alat ini berbentuk persegi empat dapat menjangkau 1-3 meter dengan pemanas di tengah. alat ini fungsinya seperti indukan ayam yang menghangatkan bibit ayam pada waktu baru menetas.
Tempat makan dan minum
Kemudian Tempat makan dan tempat minum harus tersedia, tempat makan bisa dibuat dari bambu atau apa saja yang penting kuat, dan yang terpenting tempat makan dan tempat minum terbebas dari bibit penyakit.

BIBIT AYAM BROILER
Bibit ayam broiler yang akan dipelihara harus memenuhi persyaratan seperti dibawah ini:
  1. Bibit ayam sehat dan tidak memiliki cacat pada tubuhnya.
  2. Pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya normal
  3. Bibit ayam berasal dari pembibitan yang sudah dikenal keunggulannya.
PENSELEKSIAN BIBIT DAN CALON INDUK AYAM
Dibawah ini merupakan pedoman teknis dalam memilih bibit(DOC) ayam umur sehari:
  1. Bibit ayam berasal dari indukan yang sehat.
  2. Tidak terdapat cacat pada tubuhnya.
  3. Bulu tampak halus dan penuh.
  4. Ukuran badannya normal, bobot badan antara 35-40 gram.
  5. Bibit ayam mempunyai nafsu makan yang baik.
  6. Tidak ada letakan tinja diduburnya.
PEMELIHARAAN
  1. Pemberian Makanan dan Minum
  2. Dalam pemberian pakan/makanan untuk ayam broiler ada 2 (dua) tahap yaitu tahap starter (usia 0-4 minggu) dan tahap finisher (umur/usia 4 hingga 6 minggu).
    • Dibawah ini adalah komposisi kualitas dan kuantitas makanan pada tahap starter yaitu sebagai berikut:
    • kualitas pakan atau kandungan zat gizi yang terkandung dalam pakan terdiri dari lemak 2,5%, protein 22-24%, Kalsium (Ca) 1%, serat kasar 4%, Phospor (P) 0,7-0,9%.  
      kuantitas pakan digolongkan menjadi 4 golongan yaitu seperti berikut ini : minggu pertama (umur 1 sampai 7 hari) 17 gram/hari/ekor, kemudian minggu yang kedua (umur 8 hingga 14 hari) 43 gram/hari/ekor, selanjutnya minggu ketiga (umur 15 sampai 21 hari) 66 gram/hari/ekor dan kemudian minggu keempat (umur 22 sampai 29 hari) 91 gram/hari/ekor.
      Jika di total maka jumlah pakan untuk per ekor ayam sampai pada umur 4 minggu sebanyak 1.520 gr.
    • Dibawah ini merupakan komposisi kualitas dan kuantitas makanan ayam pada tahap finisher yaitu seperti dibawah ini:
    • kualitas pakan atau kandungan zat gizi yang terkandung dalam pakan yaitu terdiri dari 
      lemak 2,5%, protein 18,1-21,2%, kalsium (Ca) 1%, serat kasar 4,5%, Phospor (P) 0,7-0,9%.
      kuantitas pakan ayam broiler terbagi atau digolongkan kedalam 4(empat) golongan umur yaitu sebagai berikut ini:
      minggu kelima (umur 30 sampai 36 hari) 111 gram/hari/ekor, minggu keenam (umur 37 hingga 43 hari) 129 gram/hari/ekor, minggu ketujuh (umur 44 sampai 50 hari) 146 gram/hari/ekor dan terakhir minggu kedelapan (umur 51 sampai 57 hari) 161 gram/hari/ekor. 
      jika ditotal maka jumlah pakan untuk per ekor ayam pada umur 30 sampai 57 hari yaitu 3.829 gram.
  3. Pemberian Minum
  4. Dalam pemberian air minum harus secara terus-menerus dan perlu ditambahkan dengan vitamin dan obat antibiotik
PERAWATAN KANDANG
Meliputi kebersihan kandang, kebersihan peralatan kandang(tempat pakan,tempat minum) serta kebersihan lingkungan kandang.

PENGENDALIAN PENYAKIT DAN HAMA TERNAK
Penyakit ternak diantaranya yaitu:
  • Berak darah (Coccidiosis)
  • Tetelo (New Casstle Diseae)
Hama yang menyerang ternak yaitu:
  • Musang
  • Tikus dan sebagainya
PANEN AYAM
Hasil Utama
hasil utama dalam usaha ternak ayam pedaging, adalah berupa daging ayam

Hasil Tambahan
Untuk hasil tambahannya adalah kotorannya untuk dijadikan pupuk kompos 

Data ini diolah dari berbagai sumber

Belum ada Komentar untuk "jenis-jenis ayam broiler dan cara beternak ayam potong"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel