penyakit pada ayam dan cara pengobatannya

PENYAKIT PADA AYAM

PENYAKIT PADA AYAM
sumber gambar dari Google

Penyakit Snot/Coryza
Disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit Snot/Coryza menyerang hampir semua umur ayam. Penyakit Snot/Coryza biasanya menyerang unggas karena adanya perubahan musim. Pada waktu perubahan musim biasanya mempengaruhi terhadap kesehatan ayam. Snot/Coryza banyak ditemukan di wilayah tropis. Angka kematian ayam yang disebabkan oleh penyakit Snot/Coryza mencapai 30% namun angka kesakitannya dapat mencapai hingga 80%. Penyakit Snot/Coryza bersifat kronis, biasanya berlangsung antara 1 sampai 3 bulan. Ayam betina yang berumur 18 hingga 23 minggu paling rentan terkena penyakit Snot/Coryza. Penularan penyakit Snot/Coryza dapat melalui kontak langsung, pakan, air minum, udara, debu dan peralatan kandang yang digunakan.

 Ciri-Ciri dan Gejala ayam yang terjangkit penyakit Snot atau Coryza adalah sebagai berikut ini:
  1. ayam terlihat mengantuk dan sayapnya turun
  2. muka dan matanya bengkak karena pembengkakan sinus infra orbital
  3. keluar lendir dari hidung, berbentuk kental berwarna kekuningan dan berbau
  4. nafsu makan menurun sehingga tembolok kosong bila diraba
  5. terdapat kerak dihidung
  6. pertumbuhan badan menjadi lambat
  7. ayam mengorok dan sukar bernafas
Pengobatan Snot/Coryza yang dapat diberikan yaitu preparat sulfat seperti sulfathiazole atau sulfadimethoxine, menurut informasi dari beberapa sumber yang bahwa penyakit Snot/Coryza dapat diobati dengan antibiotik seperti imequil, Ultramycin atau corivit. Selain pengobatan dengan pemberian antibiotik pengobatan tradisional juga dapat dilakukan dengan memberikan susu bubuk yg dicampur dengan air kemudian dibentuk sebesar kelereng atau sesuai dengan bukaan mulut ayam dan diberikan sebanyak 3 kali sehari.

Cara pengobatan tradisional pada ayam yang bisa kita lakukan yaitu dengan memberikan perasan tumbukan jahe, kencur, kunir dan lempuyang. selanjutnya Air perasan ini dicampurkan pada air minum ayam. kemudian ampasnya bisa di campurkan pada pakan. Ramuan ini dapat menghangatkan tubuh ayam, selain itu ramuan ini juga bermanfaat untuk menambah nafsu makan ayam.
Penyakit Snot/Coryza mempunyai penularan yang sangat cepat, Unggas yang terkena penyakit Snot/Coryza harus segera dipisahkan dari kelompoknya.

Upaya penanggulangan atau pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan selalu menjaga kebersihan kandang dan lingkungan kandang dengan baik. Kandang ayam sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga akan mengurangi kelembaban apabila Kandang lembab dan basah akan sangat mudah timbulnya penyakit ini.

Penyakit Chronic Respiratory Disease (CRD) / ngorok / Air Sac atau Sinusitis
Penyakit jenis ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycoplasma galisepticum. Ayam yang berumur 4-9 minggu sangat mudah terjangkit. Penularan penyakit ini terjadi melalui kontak langsung, tempat makan dan minum, peralatan kandang, telur tetas atau DOC yang telah terinfeksi.

Dibawah ini adalah Ciri-Ciri atau gejala Penyakit Chronic Respiratory Disease (CRD) ini mirip dengan Snot atau Coryza:
  1. Ayam batuk-batuk
  2. keluar cairan dari lubang hidung
  3. napas berbunti atau ngorok
  4. nafsu makan turun
  5. ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya
  6. produksi telur turun
Dari sumber lain mengatakan bahwa gejala yang timbul pada penyakit CRD adalah sebagai berikut ini:
  1. ayam kehilangan nafsu makan secara tiba-tiba dan ayam terlihat lesu
  2. terjadi inkoordinasi saraf
  3. warna bulu pucat dan kusam serta di beberapa bagian tubuh terjadi perlengketan terutama di sekitar anus
  4. tinja/berak cair dan berwarna putih
Cara pencegahan terhadap penyakit CRD bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya cara yang paling sederhana adalah tidak membeli bibit dari produsen yang tidak jelas dan melakukan sanitasi kandang yang benar.
Pengobatan Chronic Respiratory Disease pada ayam yang sakit bisa kita berikan baytrit 10% peroral, mycomas dengan dosis/takaran 0.5 ml/L air minum, tetraclorin secara oral/bacytracyn yg diberikan pada air minum.

Penyakit Colibacillosis
Penyebab penyakit Colibacillosis adalah Escherichia coli. masalah yang ditimbulkan bisa infeksi akut berat dengan kematian ayam yang mendadak dan juga angka kematian ayam yang tinggi sampai infeksi ringan dengan angka kesakitan dan kematian yang rendah. infeksi bisa terjadi pada saluran pernafasan, enteritis atau septicemia karena infeksi pada gastrointestinal. Penyakit Colibacillosis bisa berdiri sendiri ataupun diikuti oleh infeksi sekunder. kemudian Infeksi sekunder yg menyertai penyakit Colibacillosis yaitu Mycoplasma gallisepticum. Penyakit ini bisa menyerang pada semua umur ayam, tetapi yang paling banyak adalah ayam yang usianya masih muda.

Dibawah ini merupakan tanda gejala yang timbul pada penyakit Colibacillosis adalah sebagai berikut:
  1. nafsu makan ayam menurun
  2. ayam terlihat lesu dan tidak bergairah
  3. bulu terlihat kasar
  4. kotoran banyak menempel di bagian anus
  5. sesak napas
  6. diare
  7. batuk-batuk
Pada septicemia akut dapat menyebabkan kematian ternak secara mendadak.

Pencegahan secara sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga sanitasi kandang seperti menjaga ventilasi udara, litter kandang yang selalu bersih, melakukan desinfeksi secara rutin dan teratur terhadap peralatan dan fasilitas lainnya. kemudian yang paling penting lainnya untuk diperhatikan adalah menjaga kualitas pakan dan juga air minum, kepadatan ayam di dalam kandang juga harus diperhatikan dan menjauhkan ayam dari stres yang bisa menurunkan daya tahan tubuh.
Cara Pengobatan penyakit Colibasillosis dapat dilakukan dengan obat-obat sulfa, streptomisin, neomisin dan tetrasiklin.

Data ini diolah dari bebagai sumber

Belum ada Komentar untuk "penyakit pada ayam dan cara pengobatannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel