beberapa macam penyakit pada ternak ayam dan penanggulangannya

PENYAKIT AYAM

penyakit ternak ayam

Pengaruh Pergantian Musim Terhadap Kesehatan Ayam

        Pergantian musim dari kemarau ke penghujan atau sebaliknya ternyata dapat menggangu keseimbangan kesehatan ternak ayam, terutama adanya suhu dan kelembapan udara yang meningkat dan menurun. jika cuaca mengarah kepada cuaca hujan yang makin intensif maka daya tahan ayam akan menurun seperti pada manusia yang menderita pilek. ayam - ayam di saat itu banyak yang terserang colds dan akan menjadi lebih parah jika di ikuti infeksi sekunder. Demikian pula cuaca yang berubah menjadi panas dan kering akan mengganggu kesehatan ternak yang dipelihara. selain kesehatan ternak terpengaruh langsung oleh adanya cekaman panas, terjadi pula pengaruh tidak langsung. pengaruh yang tidak langsung tersebut seperti peningkatan debu yang makin banyak di dalam kandang dan litter cepat menjadi becek karena konsumsi air minum yang tinggi. Sistem pertahanan tubuh pada saluran pernafasan tidak mampu lagi mengatasi rangsangan - rangsangan debu yang berterbangan atau NH3 yang makin meningkat.
        Untuk mengatasi akibat buruk dari pergantian musim, seorang manager peternakan haruslah mengetahui dan mempelajari periode masa transisi pergantian musim. pada periode itu, daya tahan tubuh ayam dapat ditingkatkan dengan peningkatan pemberian feed additive dalam dosis pencegahan. Makanan ini dapat dicampurkan dengan ransum, tetapi lebih baik dicampur air minum.

Penyakit Malaria Unggas
        Leucocytozoonosis yang sering disebut malaria unggas yang dapat menyerang berbagai jenis unggas. Pada burung merpati di kenal malaria unggas yang disebabkan Haemaproteus columbae. Penyebab penyakit tersebut menyerang butir - butir darah merah serta sel - sel jaringan unggas yang rentan terhadap penyakit tersebut. Sejarah penyakit ini dapat dijelaskan sebagai berikut ini:
  1. Penyebab malaria unggas yang menyerang ayam, angas, belibis, itik, dan kalkun adalah Leucocytozoon caulleryi.
  2. Penyakit malaria unggas ini berbahaya bagi ayam karena dapat menimbulkan  morbiditas serta mortalitas (kematian) yang cukup tinggi. sifat penyakit ini adalah akut. ternak ayam yang tertular dapat mati secara tiba - tiba, tidak lebih dari 24 jam, setelah menampakkan gejala sakit.
  3. Menurut laporan yang ada, ternak ayam yang telah terserang Leucocytozoonosis merupakan ayam - ayam yang dipelihara di sekitar persawahan atau daerah yang tergenang air lainnya. Ayam yang paling banyak mati karena penyakit ini adalah ayam yang telah berumur 2 - 3 bulan.
  4. Secara umum, gejala klinis yang tampak pada Leucocytozoonis adalah nafsu makan ayam berkurang, kelopak mata dan kaki tampak pucat, tinja berwarna hijau dan encer, serta kadang - kadang terjadi muntah darah.
  5. Gejala khusus pada umur satu bulan atau kurang adalah anoreksia (kurang nafsu makan), depresio, anemia, diare dengan tinja berwarna kuning kehijauan, muntah darah, pendarahan di bawah kulit dan berbagai organ. pada ayam yang lebih dari satu bulan hingga fase ayam dara, gejala hampir sama, tetapi pertumbuhan dan produksi telur berhenti. Pada ayam dewasa, sering kali tidak nampak gejala apa-apa.
  6. Pencegahan Leucocytozoonosis adalah dengan memilih lokasi peternakan yang tepat, yaitu menghindari air yang melimpah dan tergenang serta belukar - belukar yang lebat. Induk semang antara dari penyebab Leucocytozoonosis  adalah sejenis lalat penghisap darah yang dikenal dengan nama Culicoides spp., terutama Culicoides arakawai.
Penyakit Anemia Pada Ayam
        Belakang ini banyak dibicarakan oleh kalangan para peternak ayam ras tentang penyakit anemia atau CAA (chike anemia agent). Tanda-tanda klinik penyakit tersebut adalah sebagai berikut ini:
  1. Depresi, lesu, kemudian mengantuk dan bisa terjadi mati mendadak
  2. Terjadi pula pendarahan di bawah kulit dan didalam otot yang mengarah ke syaraf, demikian pula pendarahan yang tampak menjadi biru pada sayaf, kemudian mengeluarkan eksudat.
  3. Pertumbuhan pada anak ayam terhambat dan ayam yang menderita tetap kerdil sehingga di juluki  DOC unyil. Kalau di pelihara terus, ayam tersebut besarnya tidak lebih dari ukuran burung puyuh.
  4. Produksi telur menurun
  5.      Uraian tanda - tanda penyakit di atas sangat berbeda dengan penyebab anemia yang sudah lama di kenal pada ternak ayam. anemia yang telah lama di kenal di sebabkan oleh bahan - bahan kimia toksik yang termakan oleh ayam. Tanda kekerdilan pada ayam tersebut menyerupai kekerdilan pada ISS (infectious stunting syndrom) yang di sebabkan oleh virus yang menginfeksi saluran enzim pankreas. Pankreas tersebut dapat menderita atropi partial (sebagian) atau total. Pencernaan makanan akan berjalan dengan tidak baik sehingga ayam menjadi kerdil.
Penyakit Cacar Ayam
        Dengan mempertimbangkan tanda -tanda yang di beritahukan, maka kemungkinan penyebab penyakit adalah virus yang menimbulkan fowl pox (cacar unggas). Penyakit ini di kenal dalam dua bentuk yaitu bentuk cutaneous pada kulit dan bentuk  diptheritic pada rongga mulut dan pharynx.
        Penyakit tersebut  jika menyerang organ-organ tubuh vital dapat sangat merugikan. jika bentuk cutaneous terjadi pada kelopak mata maka penglihatan ayam bisa terganggu atau bahkan menjadi buta. Pada bentuk diptheritic, peradangan yang terjadi meliputi oesphagus bagian atas sehingga ayam akan sulit menelan, Jika kondisi sudah parah, ayam dapat mati.
       Cara pencegahan fowl pox adalah melalui vaksinasi. Kalaupun ada yang melakukan pengobatan untuk fowl pox maka tujuannya ialah untuk menghindari infeksi sekunder

Belum ada Komentar untuk "beberapa macam penyakit pada ternak ayam dan penanggulangannya "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel