istilah pakan, ransum dan makanan ternak dan cara membuat ransum ayam

Istilah Pakan, Ransum, dan Makanan Ternak
pakan ternak ayam


Dalam dunia peternakan, ada istilah yang hampir sama
sehingga membingungkan saya. Istilah tersebut adalah 
pakan, ransum, dan makanan ternak. Apa yang 
membedakan dari ketiga istilah tersebut ?? 

        Pakan merupakan semua bahan makanan yang diperuntukkan bagi ternak. Ransum merupakan kumpulan atau campuran bahan makanan yang layak dimakan oleh ayam dan disusun berdasarkan kebutuhan gizi dan nilai kandungan gizi bahan-bahan makanan yang dipergunakan. Adapun makanan ternak merupakan segala macam campuran bahan makanan yang dapat dimakan oleh ternak.

Penyimpanan Ransum
        Dalam penyimpanan ransum harus dijaga supaya terbebas dari tepian hujan, sumber air lainnya, dan terik matahari. sebelum menyusun atau meletakkan ransum, lantai harus dialasi dengan palet kayu. Peletakan ransum harus ada jarak dengan tembok sekitarnya. Usahakan untuk tidak banyak tikus atau kecoa di dalam gudang.
        Masa penyimpanan ransum sebaiknya tidak lebih dari 1,5 bulan. Ransum yang sudah kadaluarsa sebetulnya masih bisa diberikan untuk ayam asal belum terjadi perubahan warna, rasa, dan bau. Sebelum diberikan, ransum yang kadarluarsa sebaiknya dicampurkan dengan ransum yang baru untuk menambah zat gizi yang telah rusak akibat lamanya waktu penyimpanan.

Membeli dan Membuat Ransum
        Pilihan antara membeli jadi atau membuat sendiri sebetulnya tergantung pada kemampuan dan pengetahuan peternak akan gizi ilmu ternak, terutama ayam, maupun hitungan ekonominya yang meliputi ketersedian bahan, harga, dan jumlah ayam yang dipelihara. Mutu ransum dan harga ransum buatan sendiri juga merupakan faktor yang harus diperhitungkan. 
        Ransum ayam pedaging dibuat untuk dua fase per kebutuhan, uraiannya yaitu sebagai berikut:
  1. Fase starter (fase indukan), ayam umur 0 hingga 4 minggu atau 0 sampai 3 minggu, memerlukan ransum dengan protein 21 - 22 % dan energi metabolik 3.000 - 3.100 kkal/kg.
  2. Fase finisher, ayam umur 5 sampai 6 minggu atau 4 hingga 6 minggu, memerlukan ransum dengan protein 19-20% dan energi metabolik 3.000 - 3.100 kkal/kg.
        Supaya kebutuhan asam amino protein, vitamin, dan mineral dalam ransum dapat terpenuhi, selain bahan baku, dalam ransum perlu ditambahkan bahan pelengkap (feed suplement) yang banyak dijual oleh pabrik obat ternak.

Membuat Ransum Ayam Ras Petelur
      Untuk membuat ransum sendiri, dibutuhkan pengetahuan akan ilmu gizi ternak dan pertimbangan ekonomi, Bila akan meramu sendiri makanan ayam ras petelur maka kita buat penggolongan fase pemeliharaan sebagai berikut ini.
  1. Fase starter, ayam umur 0 sampai 6 minggu, memerlukan ransum dengan kandungan protein 18 -22% dan energi metabolik 2.700-3.000 kkal/kg.
  2. Fase grower, ayam umur 7-18 minggu, memerlukan ransum dengan kandungan protein 14-16% dan energi metabolik 2.600-2.900 kkal/kg.
  3. Fase layer, ayam umur 19 minggu sampai dengan ayam afkir, memerlukan ransum dengan kandungan protein 18-19% dan energi metabolik 2.650-2950 kkal/kg.
        Untuk mendapatkan ransum yang baik, sebaiknya dipakai beberapa macam bahan makanan supaya kekurangan suatu zat makanan pada bahan yang satu dapat ditutup oleh bahan yang lain (saling melengkapi). Di samping bahan baku pakan seperti jagung, dedak, tepung daun lamtoro/turi, tepung daging, tepung bulu, bungkil kacang kedelai, dan bungkil kacang tanah, makanan perlu ditambahkan feed suplement atau pelengkap komposisi makanan ayam. Feed suplement ini bisa berisi vitamin, mineral dan antibiotik. Satu feed suplement dapat berisi 1, 2, atau 3 komponen tersebut. 
        Imbangan antara protein dan energi metabolik dalam ransum ayam petelur sangat penting. ayam akan berhenti makan kalau kebutuhan energinya telah terpenuhi. Oleh karena itu, ransum yang energi metaboliknya tinggi, proteinnya juga harus dinaikkan.

Zat Gizi Dalam Ransum Ayam

        Zat gizi yang diperlukan dalam ransum ayam, mulai DOC hingga dewasa (untuk semua jenis ayam) sebagai berikut:
  1. Karbohidrat merupakan sumber energi atau tenaga. bahan-bahan yang merupakan sumber karbohidrat seperti jagung, gandum, pollard, beras, menir, dedak, bekatul dan molasses (gula tetes).
  2. Lemak merupakan sumber tenaga. Bahan yang merupakan sumber lemak seperti minyak, baik minyak sawit, minyak kedelai, dan minyak dari lemak binatang. 
  3. Protein berguna untuk membantu pertumbuhan tulang, urat daging, dan bulu bagi ayam muda, menggantikan jaringan tubuh yang rusak, dan meningkatkan produksi. Protein terdiri dari asam-asam amino, diantaranya yang penting yaitu glysin, arginin, leusin, metionin, sistin, dan triptofan. 
  4. Sumber protein dapat berasal dari dua sumber yaitu hewani dan nabati. Protein hewani merupakan protein yang berasal dari hewan seperti tepung ikan, tepung daging, tepung kepala udang, susu, dan tepung bulu ayam. Protein nabati merupakan protein yang berasal dari tumbuhan seperti bungkil kacang kedelai, bungkil kacang tanah, bungkil kacang hijau dan bungkil kelapa.
  5. Mineral meliputi Ca, P, Na, Cl, dan mineral-mineral lainnya. Fungsi mineral adalah untuk pembangunan, pertumbuhan dan produksi pada ayam. Sumber Ca dan P bisa berasal dari tepung tulang dan kulit kerang. sumber Na dan Cl dapat berasal dari garam dapur (NaCl). untuk melengkapi kebutuhan mineral, dalam ransum dapat ditambahkan  feed suplement 
Vitamin dalam minuman Ayam

        Vitamin dalam minuman diberikan terutama pada saat ayam mengalami cekaman atau stress. Stres ini dapat terjadi akibat transportasi (DOC dan pembibit dibawa kepeternakan), pindah kandang, vaksinasi, cuaca yang berubah-ubah dari panas ke dingin atau sebaliknya, kegaduhan suara disekeliling kandang, atau mempercepat proses pengembalian kondisi ayam yang baru saja sakit. stres juga bisa terjadi pada ayam betina yang baru mulai masuk masa bertelur.
        Dosis vitamin tergantung pada jenis vitamin yang diberikan dan umur ayam. Namun, banyak juga dosis vitamin yang berdasarkan jumlah air minum yang akan diberikan ke ayam. Jumlah air minum ini tergantung umur dan jenis ayam. Semakin besar ayam, air minumnya semakin banyak. Sementara air minum ayam pedaging lebih banyak dari pada ayam petelur.
        Pemberian vitamin biasanya diberikan 3 hari berturut-turut, yaitu sehari sebelum perlakuan yang mengakibatkan stres, sehari pada saat perlakuan dan sehari sesudah perlakuan. Vitamin yang diberikan bisa berupa satu paket vitamin, misalnya Nopstress Merah yang berisikan vitamin A, D, E, K dan C (tertera pada kemasannya). Dosis pemberianya juga tertera pada kemasan tersebut. Untuk Nopstress Merah, campuran yang dianjurkan adalah 1 kg diaduk dalam 1.330 1 air minum.

Belum ada Komentar untuk "istilah pakan, ransum dan makanan ternak dan cara membuat ransum ayam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel