langkah-langkah dalam pemberian pakan untuk ternak ayam peliharaan

PAKAN TERNAK AYAM

pakan ternak

Ransum untuk Ayam Kampung Pedaging

        Ayam kampung pedaging dapat diberi pakan berbentuk butiran(pellet) dan pellet yang pecah-pecah (crumble). Pemberian pakan berbentuk butiran diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan dan memperbanyak konsumsi makan ternak ayam sehingga daging terbentuk lebih cepat.
        Jenis pakan untuk ayam potong dipilih yang mempunyai energi metabolik (energi tersedia) lebih banyak. Dengan demikian, perlu memilih lebih banyak bahan pakan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi.
        Ransum untuk ayam pedaging terbagi menjadi 2 (dua), yaitu periode starter dan periode finisher. Pada periode starter, dibutuhkan protein 21-22% dan energi metabolik 3.100-3.200 kkal/kg. Pada periode finisher, dibutuhkan protein 16% dan energi metabolik 2.600-2.900 kkal/kg. Untuk ransum jadi, saat periode starter (umur 1-4 minggu) dapat digunakan pakan ayam ras pedaging periode starter atau periode awal. Pemberian ransum finisher ayam ras pedaging pada periode finisher (umur 5-6 minggu) akan memperbesar biaya produksi sebab pertambahan bobot badan ayam kampung tidak secepat ayam ras pedaging.

Ransum untuk Ayam Kampung Petelur

        Ransum untuk ayam kampung petelur (diharapkan telurnya) bisa diberikan dalam bentuk tepung. Ransum ayam kampung petelur dibagi dalam 3(tiga) periode.
  1. Periode starter (umur 0-8 minggu) : protein 20-21%, energi metabolik 3.000-3.100 kkal/kg.
  2. Periode grower (umur 9-20 minggu) : protein 16%, energi metabolik 3.000-3.100 kkal/kg.
  3. Periode layer (umur > 21 minggu) : protein 15%, energi metabolik 2.800-2.900 kkal/kg.
       Pakan dengan protein tinggi untuk fase bertelur akan memberatkan ongkos makanan sebab produksi telur ayam kampung tidak setinggi ayam ras petelur.

Ukuran Telur Ayam Tidak Seragam

        Telur ayam kampung yang tidak seragam ukurannya bisa terjadi karena umur/usia ayam yang bertelur tidak sama. Dalam satu kelompok ayam, bisa terdapat ayam dengan berbagai umur yang kebetulan bertelur pada waktu yang bersamaan.
        Pemberian pakan untuk ayam yang akan bertelur sebaiknya mengandung protein yang lebih tinggi dan merupakan campuran dari beberapa bahan pakan yang berbentuk tepung. untuk umur ayam yang berbeda, diperlukan jumlah makanan yang berbeda. ayam umur 21 minggu memerlukan makanan lebihkurang 92 gr, umur 22 minggu memerlukan makanan lebihkurang 100 gr, umur 23 minggu membutuhkan makanan lebihkurang 110 gr dan umur 24 minggu membutuhkan makanan lebihkurang 115 gr.

Pakan untuk DOC

        Untuk DOC, campuran bahan pakan dapat diberikan dalam bentuk tepung. Pemberian pakan ini sebaikya sedikit saja, tetapi lebih sering. Hal ini untuk merangsang nafsu makan anak ayam.

Perlunya Pakan Tambahan untuk Ayam

        Pakan tambahan diperlukan untuk sumber vitamin dan mineral sehingga komposisi kandungan zat gizi dalam ransum yang kita berikan akan lebih baik. Pakan tambahan untuk ayam kampung dapat berupa hijauan atau sayuran, seperti kangkung, bayam, kubis, tauge, sawi, atau rumput muda. Pemberian pakan akan lebih baik bila dipotong kecil-kecil. ini dapat mempermudah ayam dalam menelan dan memberikan kesibukan pada ayam sehingga mengurangi waktu ayam untuk berkelana atau berantem sesamanya.

Pemberian Pakan Dedak

       Pemberian dedak sebaiknya bukan merupakan bahan baku tunggal untuk pakan ayam (terutama bila ayam kampung tersebut dipelihara secara intensif). Hal ini disebabkan bila ayam dipelihara secara intensif dan hanya diberi pakan dedak, ayam tersebut akan kekurangan zat gizi sehingga pertumbuhan ayam tersebut akan kurang baik.
        Pemberian dedak sebaiknya tidak lebih 30% dari total kebutuhan pakan per hari. Jadi, bila ayam tersebut ada 100 ekor dan kebutuhan pakan per hari 90 g/ekor, dedak yang dapat diberikan (30/100) x 90 g/ekor/hari x 100 ekor = 2.700 g/hari = 2,7 kg/hari. Sisa kebutuhan pakan berupa bahan pakan lainnya dengan campuran yang memperhatikan keperluan zat gizi.
        Pemberian pakan untuk ayam sebaiknya diperhitungkan berdasarkan kebutuhan ayam sehingga pakan tidak banyak tersisa. Hal ini terutama bila menggunakan tempat pakan yang bermulut lebar. Dengan tempat pakan semacam ini, ayam dapat mengacak-acak dan mengais pakan dengan menggunakan jari kakinya. Dedak yang tersisa masih bisa diberikan untuk ayam asalkan dedak tersebut masih bagus dan segar. Dedak lama sebaiknya ditaruh dalam wadah pakan tersendiri, tidak dicampur dengan dedak baru. Hal ini dimaksudkan agar dedak baru tidak terakumulasi terus menerus dengan dedak yang lama.

Sumber Protein

       Daging merupakan sumber protein yang tinggi. Untuk pabrik makanan yang berskala besar di indonesia, penggunaan tepung daging dan tulang  (meat bone meal) merupakan produk sampingan sudah biasa dipakai sebagai sumber bahan baku ransum ayam. Protein dapat berupa protein nabati dan protein hewani. Contoh sumber protein nabati yang tinggi yaitu bungkil kacang kedelai, kacang hijau, bungkil kacang tanah, dan bungkil kelapa. Berikut ini Contoh sumber protein hewani yang tinggi yaitu tepung ikan, tepung daging, tepung darah, susu, tepung kepala udang dan tepung bulu ayam.

Belum ada Komentar untuk "langkah-langkah dalam pemberian pakan untuk ternak ayam peliharaan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel