Pemeriksaan DOC ayam yang baik dan perlakuan DOC ayam setelah dipeternakan

PETERNAKAN AYAM

PETERNAKAN AYAM

DOC YANG BAIK DAN JENIS KELAMINNYA
Apabila akan membeli DOC memang sebaiknya memilih DOC yang baik. Berikut ini adalah ciri-ciri DOC yang baik :
  1. lincah, aktif, dan terlihat kuat (terlihat tidak lemah, tidak mengantuk, dan tidak dehidrasi),
  2. pusar menutup dengan baik,
  3. paruh terlihat baik, begitu pula dengan kakinya, dan 
  4. tidak terkena infeksi bakteri
Adapun cara membedakan jenis kelamin DOC dapat dilakukan dengan 3(tiga) cara, yaitu dengan melihat tekstur (penampilan) anak ayamnya, dengan melihat kloaka (dubur), dan dengan alat chick tester.
  1. Dari tekstur atau penampilan ayam
    • Ciri-ciri anak ayam Jantan yaitu:
      1. tubuh relatif lebih besar ukurannya, lebih padat, dan gagah
      2. jengger lebih besar, tampak jelas, dan bergerigi
      3. kaki lebih kokoh dan besar
      4. bulu ekor lebih cepat tumbuh, serta
      5. lebih energik dan bersuara lebih keras
    • Ciri-ciri anak ayam betina yaitu:
      1. bentuk tubuh lebih pendek dan agak tipis
      2. jengger sedikit pendek dan tipis
      3. kaki pendek dan kecil, 
      4. pertumbuhan bulu lebih merata.
  2. Dari kloaka
  3. Cara membedakan jenis kelamin dari kloaka dengan membuka duburnya dibawah lampu yang terang (± 100 watt). Pegang anak ayam dengan tangan kiri dengan posisi kepala mengarah kebawah. Leher anak ayam dijepit pelan-pelan dengan jari kelingking dan jari manis. Jari tengah dan telunjuk memegang kaki anak ayam, Selanjutnya, dengan ibu jari kiri dan ibu jari kanan, lubang dubur anak ayam tersebut dibuka. Anak ayam yang berjenis kelamin jantan mempunyai titik yang kecil sekali di dalam dubur, sedangkan anak ayam betina mempunyai tanda garis pada bagian dalam kloakanya. 
  4. Dengan alat chick tester
  5. Alat ini pada prinsipnya membantu untuk memperjelas ada tidaknya titik pada dubur anak ayam dengan menggunakan layar monitor. Alat ini menggunakan listrik
PERLAKUAN UNTUK DOC

Beberapa waktu yang lalu saya menjual DOC karena 
ada permintaan. Melihat usaha ini sepertinya 
menguntungkan, saya pun berpikir untuk 
meneruskannya. Dalam mengirim DOC tersebut, saya 
hanya memasukkan DOC dalam kemasannya. 
Apakah sebenarnya ada perlakuan khusus sebelum 
DOC dimasukkan dalam kemasan tersebut??

Perlakuan khusus sebelum DOC dimasukkan dalam kemasan adalah seleksi DOC berdasarkan grade-nya. Grade biasa dibuat oleh pembibit berdasarkan berat dan kualitas DOC. Perlunya seleksi grade untuk membuat gradasi atau tingkat harga.

MAKSIMAL UMUR DOC HARUS TERJUAL
Dalam usaha, DOC harus sudah laku terjual 3 hari sesudah menetas. Bila belum laku setelah 3 hari, persedian makanan DOC yang terdapat dalam kuning telur telah habis. Pada hari ke-4 DOC pedaging(ayam ras) biasanya sudah harus mulai divaksinasi ND/tetelo. Untuk itu bila sampai umur 3 hari belum terjual, sebaiknya DOC tersebut dikeluarkan dari boksnya dan dipelihara sendiri.

PERLAKUAN DOC SETELAH DI PETERNAKAN
Sebelum DOC tiba, kita harus menyiapkan kandang yang bersih dan telah didensifeksi serta induk buatan. Induk buatan dapat berupa seng berdiameter 3 Meter dan Tinggi 40 Centimeter untuk 500 ekor ayam dengan 1 pemanas gasolex (semacam pemanas dengan gas). Selain gasolex, sebagai pemanas dapat menggunakan bola lampu listrik 60 watt untuk 40 ekor DOC. Lampu listrik ini digantung setinggi 40 centimeter dari lantai kandang. Pemanas dinyalakan 24 jam sebelum DOC datang supaya kandang benar-benar hangat sesuai suhu yang dikehendaki. Kemudian, disiapkan minuman untuk anak ayam 1 jam sebelum anak ayam datang, yaitu berupa campuran 50 g gula/L air minum ditambah vitamin dan ditambah antibiotik.

Makanan disiapkan tipis-tipis pada tray dan diberikan 3 jam sesudah anak ayam dimasukkan kedalam induk buatan. Sebaiknya, semua anak ayam telah minum sebelum makan.

Pada waktu akan dimasukkan kedalam induk buatan, harus dicatat jumlah anak ayam dan kondisinya ketika datang. Hal ini untuk melakukan klaim kepada perusahaan  pembibit atau penjual DOC bila terjadi banyak kematian pada DOC umur kurang dari satu minggu.

Produksi optimal satu ekor ayam ras petelur dalam satu siklus hidup tergantung dari strain ayam petelur yang dipelihara. namun, dapat diperkirakan produksinya ± 320/ekor ayam bila pemeliharaannya baik. Pemeliharaan dilakukan sampai dengan ayam umur 76 minggu, perlu diketahui bahwa ayam mulai bertelur umur 19 minggu. Pada umur 76 minggu, ayam masih memberikan produksi 76% hen day. Hen Day artinya dari 100 ekor ayam dihasilkan 70 butir telur dengan berat ± 64 g/butir.

Ada tidaknya keuntungan dari usaha peternakan dapat diketahui dengan membandingkan penerimaan dengan pengeluaran. Penerimaan diperoleh dari hasil penjualan telur. Adapun biaya pengeluaran yang terbanyak adalah biaya makanan.

Belum ada Komentar untuk "Pemeriksaan DOC ayam yang baik dan perlakuan DOC ayam setelah dipeternakan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel