PERBEDAAN AYAM CEMANI LOKAL DAN AYAM KEDU CEMANI

        AYAM CEMANI

PETERNAKAN AYAM CEMANI

PETERNAKAN- Menurut cerita tentang asal usul ayam cemani dalam artikel sebelumnya yang telah kami publis, ayam cemani sebenarnya ada dua yaitu ayam cemani yang hidup sejak zaman Hindu Budha dengan sebutan ayam cemani kampung dan ayam kedu cemani. ayam kedu cemani ini mulai muncul pada tahun 1924 atau pada waktu itu dikenal sebagai ayam hitam mulus yang artinya sama dengan ayam cemani. Pemilik ayam kedu cemani ini adalah Kepala desa Kalikuto, Grabag, Magelang yang hobi beternak. Masyarakat desa Kalikuto menyebutnya pak Tjokro atau nama lengkapnya Tjokromihardjo.
        Ayam kedu cemani milik pak Tjokro ini mulai populer pada tahun 1926 pada saat di pamerkan dan di ikutsertakan dalam kontes ayam di pekan raya Semarang dan berhasil mendapatkan mendali serta piagam. Semula oleh panitian lomba, ayam ini akan di beri nama ayam Kalikuto, karena memang berasal dari desa Kalikuto. Namun usul itu di tolak dan di usulkan di beri nama ayam kedu karena berasal dari karisidenan. Kedu. Oleh karenanya, sekarang di kenal dengan sebutan ayam kedu cemani.
        Menurut cerita pemiliknya, ayam ini hasil perkawinan ayam australorp dengan ayam kampung yang berasal dari Gunung Sumbing. Ayam kampung dari Gunung Sumbing ini mempunyai sosok penampilan besar dan di duga merupakan silangan liar ayam inggris yang di bawa orang dari zaman Raffles. Ayam Inggris itu di perkirakan termasuk jenis ayam dorking yang di pelihara di daerah peristirahatan Dieng. Ayam ini besar kemungkinan kawin dan berbaur dengan ayam kampung dan menghasilkan ayam kampung unggul dengan perawakan besar. Sedang ayam Australorp adalah ayam jenis unggul, berwarna hitam kumbang yang berasal dari autralia. ayam ini sering di silangkan dengan ayam kedu cemani dengan tujuan untuk memperbaiki  mutu dari ayam lokal baik mengenai warna, daging maupun penampilannya.
        Antara ayam kedu cemani dengan ayam cemani lokal pada saat ini sulit di bedakan. Namun demikian dapat di bedakan antara ayam kedu cemani dan ayam cemani lokal berdasarkan pengalaman sebagai berikut.

PERBEDAAN AYAM CEMANI LOKAL DAN KEDU CEMANI
 Karakteristik 
Ayam Cemani Lokal
Kedu Cemani
Umur 1 - 2,5 bulanpertumbuhan bulu lambat atau sering di sebut trondolbulu tumbuh cepat dan subur
Umur 3 bulanbulu tumbuh lengkap berwarna hitambulu mulai rontok
Sosok tubuhsedangtinggi besar
Bulu leher betinahitam legamhitam campuran cokelat
Bulu leher dan bulu badan jantanhitam legamselain hitam tumbuh warna merah dan hijau

Penelitian Ayam Kedu Cemani
        Kepopuleran ayam kedu cemani sangat menarik perhatian para peneliti ternak unggas di bogor. Penelitian ini di lakukan kira - kira pada tahun 1937 oleh J. Merkens dan J.F. Mohede. Penelitian dilakukan setelah mendapatkan sampel ayam kedu cemani dari dokter hewan di Magelang yang bernama H. Tigelaar sebanyak 40 ekor ayam cemani yang terdiri dari 2 ayam kedu cemani jantan dan sisanya betina. Dua pejantan itu satu berwarna hitam mulus sedang yang lain berwarna hitam di tumbuhi bulu hias berwarna merah sedang berat badannya masing - masing 3.080 gram dan 2.250 gram.
        Pada tahun 1941, telur - telur dari induk ayam cemani itu berhasil di tetaskan melalui mesin tetas sebanyak 1.256 anak ayam cemani. dan ternyata anak ayam sebanyak itu mempunyai warna yang beraneka ragam, walau terbanyak warna hitam. penelitian itu juga memantau perkembangan anak ayam berumur 2 bulan. pada umur itu, bulunya mulai rontok sampai terlihat gundul. pada umur 3 bulan mulai tampak tumbuh bulu baru dan pada umur 4 bulan bulunya normal kembali.
        Selain itu, di teliti pula perubahan warna bulu ayam. anak ayam yang semula menetas dengan warna bulu hitam putih setelah dewasa berubah menjadi hitam menyeluruh. Sedang yang berwarna putih atau putih kelabu berubah menjadi putih. sementara yang berwarna kelabu hitam berubah menjadi kelabu atau kelabu belang - belang hitam. demikian juga merah tua akan berubah menjadi menjadi merah kuning belang - belang hitam. sedang yang menetas dengan warna hitam akan tetap berwarna hitam. Untuk lebih jelasnya perkembangan perubahan warna bulu anak ayam cemani hingga dewasa dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

PERKEMBANGAN PERUBAHAN WARNA BULU AYAM KEDU CEMANI

Warna Bulu Saat Menetas
Setelah Berumur Tiga Bulan
1. Hitam keputihan
2. Putih/putih kelabu
3. Kelabu hitam
4. Merah tua
5. Hitam
1. Berubah menjadi hitam
2. Warna menjadi putih
3. Warna menjadi kelabu atau kelabu belang - belang hitam
4. Berubah menjadi merah muda dengan belang - belang hitam
5. Tetap hitam
Dalam penelitian itu juga di amati bahwa dari 1.256 anak ayam cemani ternyata mempunyai warna paruh, kaki, dan warna penghias kepala yang berbeda dan hasilnya dapat di lihat pada tabel selanjutnya.
        
        Dari populasi anak ayam kedu cemani yang di teliti pada waktu berumur kurang dari 6 bulan pada umumnya mempunyai jengger dan pial berwarna hitam,  dan setalah berumur lebih dari 6 bulan warna hitam berangsur - angsur menjadi merah. Selanjutnya hasil dari penelitian di peroleh tipe ayam kedu cemani yaitu petelur, serta petelur dan pedaging untuk ayam betinannya, sedang ayam jantan mengarah pada tipe ayam aduan karena sifatnya sangat agresif dan penuh nafsu bertarung. kedua peneliti menyimpulkan bahwa ayam kedu cemani masih sangat heterogen karena hasil keturunnya sangat bervariasi dalam tipe dan warna bulunya. Namun demikian, jenis ayam ini merupakan ayam yang baik untuk di kembangkan lebih lanjut melalui seleksi.

WARNA PARUH, KAKI, DAN PENGHIAS KEPALA PADA BERBAGAI WARNA AYAM KEDU CEMANI

Warna BuluWarna ParuhWarna KakiWarna Penghias Kepala
1. Hitam: hitam
: hitam
: hitam
: hitam
: hitam
: hitam
: hitam
: biru
: hitam
: hitam agak kemerahan
: merah
: hitam agak kemerahan
2. Cokelat: biru
: kuning
: hitam
: hitam
: biru
: biru
: kuning
: hitam
: hitam
: biru
: merah
: merah
: hitam agak kemerahan
: merah
: hitam agak kemerahan
3. Kelabu: biru
: hitam
: kuning
: hitam
: hitam
: hitam
: biru
: biru
: kuning
: kuning
: hitam
: hitam
: biru
: biru
: merah
: merah
: merah
: hitam
: merah
: merah
: hitam agak kemerahan
4. Putih: kuning
: putih
: putih
: kuning
: biru
: kuning
: biru
: biru
: biru
: biru
: merah
: merah
: merah
: merah
: merah

Belum ada Komentar untuk "PERBEDAAN AYAM CEMANI LOKAL DAN AYAM KEDU CEMANI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel