ciri-ciri ayam kalkun dan cara beternak ayam kalkun atau ayam belanda

PETERNAKAN AYAM

peternakan ayam

INFORMASI SEPUTAR AYAM KALKUN
Di Negara Malaysia, ayam Turkey disebut ayam Belanda, Turki/Piru. Ayam jenis ini (ayam kalkun) dipercaya berasal dari negara Belanda dan telah dibawa ke Tanah Melayu oleh para penjajah Belanda pada masa pemerintahan kesultanan Melaka. Keunikan ayam ini (ayam kalkun) terletak pada kepalanya yang memiliki belalai seakan-akan seperti belalai gajah. Selain itu, ayam kalkun juga dapat mengembangkan bulu badannya dan juga ekornya juga dapat dikembangkan seperti burung merak. ayam kalkun memiliki tingkat pendengaran yang jauh lebih baik dari pendengaran manusia dan sangat sensitif dengan suara yang bernada tinggi seperti suara dari sirene ambulan, peluit, kapal terbang dan sebagainya. Selain itu, ayam kalkun juga sangat sensitif dengan lingkungan seperti kehadiran pemangsa atau predator, manusia atau hewan - hewan yang tidak dikenalnya.

Variasi warna ayam kalkun
Ada berbagai jenis atau variasi warna ayam kalkun. diantaranya warna Royal Palm, Sweetgrass, Bronze, Red Bourbon, White Holland, Warna Black Spanish, Porcelain, Narragansett, Chocolate, Buff dan masih banyak lagi. Nama - nama variasi warna ayam kalkun diambil dari warna dan corak bulunya. dari banyak variasi warna tersebut, warna Royal Palm dan warna Bronze adalah variasi warna yang banyak menjadi pilihan bagi kebanyakan penggemar ayam kalkun hiasan karena bentuk corak warnanya yang sangat menarik bila dibandingkan dengan variasi warna yang lain. Ada juga ayam kalkun yang hidup secara liar didalam hutan dinegara-negara tertentu.

Ukuran ayam kalkun
Pada umumnya, ukuran ayam kalkun cukup besar jika dibandingkan dengan kebanyakkan ayam domestik yang lain. Bobot badan untuk yang jantan dewasa kebanyakkan yg ada di Surabaya adalah sekitar 10 sampai 15kg dan itu dianggap sebagai ayam kalkun yang berukuran besar atau ukuran biasa. Sedangkan ayam kalkun jantan yang berat badan dewasanya tidak mencapai 10 kilogram itu dikategorikan sebagai ayam kalkun yang berukuran kecil. Keberadaan ayam kalkun yang berukuran kecil ini kemungkinan berasal dari hasil penetasan telur tingkat pertama yang mana biasanya berukuran kecil. Di negara-negara barat terutama di negara Amerika, ayam kalkun yang dipelihara khusus untuk tujuan komersial biasanya memiliki berat badan sekitar 20 kilogram atau bisa lebih dari itu dan ada diantaranya yang bisa mencapai berat badan hingga 40 kilogram terutama dari keturunan ayam kalkun Broad-breasted Bronze atau ayam kalkun Broad-breasted White yang mana keduanya adalah hasil yang ditingkatkan dari variasi Bronze dan White. Namun kedua jenis ayam kalkun dada besar ini tidak mampu kawin secara alami. Justru itu para peternak ayam kalkun tersebut menggunakan metode simulator untuk proses produksi benih. ayam kalkun dada besar ini juga memiliki ketahanan terhadap penyakit yang agak lemah dan sangat mudah mengalami penyakit lumpuh akibat ketidakmampuan kakinya dalam menahan beban berat badan. Justru itu, ayam kalkun membutuhkan perawatan yang cukup intensif dan diternak secara khusus untuk dimanfaatkan dagingnya . Daging ayam kalkun juga memiliki tingkat kolesterol yang lebih rendah jika dibandingkan dengan ayam daging biasa. yang uniknya, paha ayam kalkun juga berisi beberapa struktur tulang tipis yang seakan - akan seperti tulang sotong berukuran kecil, yang mana tidak terdapat pada spesies jenis ayam yang lain.

Reproduksi ayam kalkun
Selain dari Broad-breasted, semua Ayam kalkun dapat kawin secara alami. Namun, ukuran badan yang jantan dan pasangan betinanya harus tidak jauh berbeda. Sebagai contoh, jika ayam kalkun yang jantan memiliki ukuran tubuh yang besar dengan berat badan melebihi 10 kilogram dan pasangan betinanya memiliki berat badan kurang dari 3 kilogram, kemungkinan proses kawin tidak dapat dilakukan dengan sempurna, bahkan bisa mengakibatkan cedera yang serius pada bagian belakang ayam kalkun betina tersebut dan bahkan bisa berakhir dengan kematian. Jarak yg sesuai untuk berat badan antara ayam kalkun yang jantan dan betina adalah sekitar 3 sampai 5kg saja. Sedangkan untuk kematangan bagi ayam kalkun yaitu sekitar 7-9 bulan. Selama dalam proses kawin terjadi, ayam kalkun yang jantan akan mengembangkan bulunya dan mengeluarkan suara "chee" atau terdengar seperti suara blow-off mesin mobil turbo tujuannya untuk memikat yang betina. Ada juga ayam kalkun betina yang memiliki sifat yang agresif dengan mengembangkan bulu badannya dan berkelahi dahulu dengan pasangannya sebelum menyerah. Bahkan kadang-kadang proses berkelahi ini dapat terjadi satu hari penuh dan bisa berlanjut hingga keesokan hari sebelum ayam kalkun yang betina tersebut siap untuk kawin. Ayam kalkun yang betina akan mulai bertelur setelah sekitar 10 hari dari tanggal kawin. Kemampuan untuk menghasilkan jumlah telur tergantung pada tingkat kesuburan, genetik, kesehatan dan kualitas gizinya. Kebiasaannya Ayam kalkun betina mampu memproduksi telur sebanyak 10 sampai 17 butir dan dapat berkembang biak sepanjang tahun. Masa inkubasi telur-telur Ayam kalkun akan berlangsung selama 26-28 hari.

CARA MEMELIHARA AYAM KALKUN ATAU AYAM BELANDA

Bagi yang baru akan memulai untuk memelihara Ayam kalkun atau ayam turkey/Piru, disini kami ingin berbagi panduan dalam beternak Ayam kalkun tersebut khususnya untuk dijadikan hewan hias atau untuk tujuan komersil.

Dibawah ini beberapa tips dalam memelihara ayam kalkun khususnya dan ayam-ayam jenis lain pada umumnya:

1) Penyediaan Kandang untuk Ayam Kalkun
Untuk anak ayam kalkun, lebih sesuai jika kandangnya itu dibuat dengan menggunakan jaring yang halus atau jaring yang lubangnya berdiameter kecil tujuannya untuk menghindari setiap jenis serangga terutama nyamuk dan lalat masuk. Nyamuk merupakan musuh utama dan penyebab penyakit puru kepada anak - anak ayam kalkun. Contoh kandang dapat dilihat pada artikel yang telah kami publis sebelumnya. kandang anak ayam kalkun juga harus dilengkapi dengan lampu bertenaga sekitar 25watt (catatan : tergantung pada spesifikasi kandang dan kondisi cuaca) tujuannya untuk memanaskan tubuh anak - anak ayam kalkun tersebut. untuk kandang ayam kalkun dewasa yang dipelihara secara kurungan, ukuran 10 x 6 m sudah memadai untuk jumlah sekitar 5 ekor ayam kalkun dan itu bisa diisi hingga melebihi 20 ekor ayam kalkun bila kandang tersebut dibuat sekedar untuk tempat tidurnya dan ayam kalkun dilepaskan pada waktu siang hari. Lebih besar ukuran kandang itu lagi baik. Sementara untuk yang digunakan sebagai tempat tidurnya sebaiknya menggunakan kayu yang memiliki ketebalan sekitar 2x2 cm atau lebih. Ini untuk memastikan bahwa kemampuan kayu tersebut dalam menahan beban berat ayam kalkun tersebut. Akan lebih baik jika seluruh kandang untuk ayam kalkun dewasa tersebut di pasang dengan jaring halus atau kelambu untuk menghindari masuknya nyamuk yang menjadi penyebab penyakit puru.
Jika perlu, kita juga dapat membuat kandang atau pagar disekeliling area kandang untuk menghindari ayam kalkun tersebut berkeliaran jauh atau dari serangan predator / binatang buas. faktor yang perlu dipertimbangkan adalah ketinggian kandang ayam kalkun. Jika ketinggian kandang ayam kalkun tersebut hanya sekitar 1 meter, ayam kalkun terutama yang betina masih mampu untuk terbang melintasinya dan keluar dari kandang. Namun akan mengalami kesulitan untuk memasukinya kembali atas faktor kebebalan yang ada padanya. Jika kandang dibuat dengan ketinggian sekitar 50 cm, sekedar cukup untuk mencegah ayam kalkun yang berukuran besar seperti yang jantan dewasa dari keluar dari kandang, sedangkan ayam kalkun betina dan ayam kalkun jantan yang berusia muda masih mampu keluar dari kandang tetapi kebiasaannya itu bisa masuk kembali dengan melompat keatas pagar yang dijadikan kandang tersebut atau terbang melintasinya. Idealnya pagar kandang ayam kalkun dibuat dengan menggunakan pagar jaring besi (pagar rumah) karena pagar ini memiliki struktur yang tajam dibagian atasnya dan dapat mencegah ayam kalkun keluar dengan cara melompat keatasnya. Kalau kita memiliki anggaran yang besar, penggunaan seng adalah lebih baik karena itu lebih aman dan dapat mengurangi resiko dari serangan predator seperti ular, musang, biawak dan hewan pemangsa lainnya. Selain itu, juga dapat menghambat penglihatan ayam kalkun tersebut dari melihat rumput-rumput yang ada diluar kandang yang mana dapat menarik minatnya untuk keluar dari kandang tersebut. Selain itu, pembuatan kandang juga bertujuan untuk menghindari ayam kalkun tersebut dari melakukan aktivitasnya dikawasan rumah dan mengotori dengan kotorannya. pembuatan kandang juga bisa menghindari ayam kalkun betina dari bertelur disuatu tempat yang tidak kita ketahui. Pemantauan juga akan lebih mudah jika semua ayam kalkun berada disatu tempat yakni didalam kandang. Ayam kalkun yang dipelihara secara lepas bebas didalam kandang juga lebih sehat, bugar dan produktif bila dibandingkan ayam yang terkurung didalam kandang. Sedangkan ukuran kandang tergantung pada luas lahan yang kita miliki dan juga anggaran kita untuk membangun kandang tersebut.

2) Pemilihan Anak / Induk Ayam Kalkun
Berikut ini adalah faktor-faktor yang perlu kita perhatikan dalam pemilihan anak / induk ayam kalkun:

a) KUANTITAS AYAM KALKUN
Mengandalkan anggaran kita sendiri, pemeliharaan ayam kalkun bisa dimulai dengan membeli beberapa ekor anak atau sepasang ayam kalkun yang telah dewasa baik yang sudah matang atau yang telah menjadi induk. untuk anak-anak ayam kalkun yang masih kecil, kita mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi jenis kelaminnya. Jadi, pembelian dalam jumlah banyak sekitar 5 hingga 10 ekor atau lebih akan lebih terjamin bagi mendapatkan pasangan jantan dan betina. Setelah ayam kalkun tersebut dewasa sedikit, kita dapat menjual sebagian untuk mendapatkan modal kita kembali dan untuk biaya hidup ayam kalkun yang lain atau dipotong untuk dirasakan kenikmatan dagingnya. Jika kita membeli ayam kalkun hanya 2 ekor saja, masalah mungkin akan terjadi dikemudian hari jika salah seekornya mati atau kita memperoleh anak ayam kalkun dengan gender yang sama terutama yang jantan. kita mungkin akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasangannya dan biayanya juga mungkin agak tinggi terutama sekali bagi ayam kalkun yang telah dewasa. Sedangkan rasio gender yang disarankan untuk pemeliharaan ayam kalkun adalah 1 jantan: 4 betina.

b) KUALITAS AYAM KALKUN
Jika kita ingin memelihara ayam kalkun untuk di kembangbiakkan secara alami dan tidak berkeinginan untuk menggunakan alat bantu (inkubator) sebagai alat untuk proses inkubasi, adalah lebih baik kita mendapatkan ayam kalkun atau anak ayam kalkun yang di kembangbiakkan secara alami juga, apakah pengeramannya dilakukan oleh induknya sendiri atau pun oleh ayam yang lain . Ini untuk memastikan induk betina ayam kalkun kita pandai bertelur dan mengeram secara alami. Biasanya, setiap jenis ayam kalkun yang ditetaskan melalui inkubator tidak pandai bertelur dan mengeram. Ada yang bertelur sembarangan tempat dan ada yang tidak mau mengerami telur-telurnya. Sebagian ada yang mungkin bisa mengeram tetapi tidak tahu melakukan inkubasi secara tepat sehingga membuat telur-telurnya rusak dan tidak menetas atau persentase penetasannya terlalu kecil. Seringkali juga anak-anak ayam kalkun yang telah menetas mati akibat terinjak oleh induknya yang sedang mengeram akibat ketidakpandaian induk tersebut mengontrol posisi kakinya. Memang logis bagi induk ayam yang dibiakkan dari inkubator bersifat begitu karena tidak pernah diasuh dan diajarkan oleh induknya secara alami dan seperti kita ketahui inkubator adalah ciptaan manusia, alat ini tidak mampu untuk mengajarinya. Jadi untuk menghindari masalah yang akan timbul dikemudian hari, lebih baik kita mendapatkan ayam kalkun yang diperbanyak secara alami meskipun harganya mungkin lebih mahal dari ayam yang diperbanyak melalui alat inkubator. Anak-anak ayam kalkun yang diperbanyak melalui alat inkubator juga mudah mengalami sindrom down dan juga cacat fisik terutama pada bagian kakinya. Namun, jika kita ingin memelihara khusus untuk memanfaatkan dagingnya semata-semata, status reproduksi ayam kalkun tersebut bukanlah suatu persoalan yang penting bagi kita.

c) TIPE/JENIS AYAM KALKUN
Ada berbagai jenis atau variasi ayam kalkun. Pemilihan variasi ini tergantung kepada minat masing-masing yang penting adalah ukuran. Di beberapa negara ada 2 kategori untuk ukuran ayam kalkun. Yang pertama adalah yang berukuran 10 kilogram keatas dan yang kedua adalah kurang dari 10 kilogram (ukuran berat maksimum untuk yang jantan dewasa). Ayam kalkun yang berukuran 10kg keatas dianggap sebagai ayam kalkun besar atau biasa. Sementara ayam kalkun yang memiliki berat dewasa kurang dari 10kg dianggap sebagai ayam kalkun kecil. ayam kalkun kecil ini juga memiliki kaki yang pendek. biasanya ayam kalkun jantan besar tidak mampu kawin secara sempurna dengan ayam kalkun betina kecil. Bahkan seringkali terjadi dimana ayam kalkun betina kecil tersebut mengalami cedera yang serius atau berakhir dengan kematian. Jadi, penyesuaian jenis atau ukuran ayam kalkun untuk yang jantan dan betina itu harus tepat dan tidak jauh berbeda.

3) Perawatan Ayam Kalkun
a) MAKANAN DAN MINUMAN AYAM KALKUN
Untuk anak ayam kalkun yang berusia 1-30 hari, pemberian makanan berupa dedak halus merek GoldCoin dianjurkan. Ini adalah karena kandungan proteinnya yang sangat tinggi dan memungkinkan proses pembesaran yang lebih cepat serta semua ayam kalkun sangat suka memakannya. Untuk anak ayam kalkun yang baru menetas dan di bawah 1 minggu, kita dapat mencampurkan dedak tersebut dengan sedikit air agar dedak lebih lembut dan mudah dicerna. Makanan ini diberikan 2 kali atau lebih sehari dan selalu tersedia 24jam sehari. Setelah umurnya mencapai 2 minggu atau lebih 1 bulan, penggunaan bola lampu dapat dihentikan bertujuan untuk menyesuaikan waktu tidurnya secara alami. Setelah ayam kalkun tersebut mencapai umur melebihi 1 bulan, kita bisa memberinya makan dengan dedak GoldCoin yang kasar atau dicampurkan dengan yang halus. Pada tahap ini, pemberian makanan tambahan berunsurkan tanaman dapat diberikan secara bertahap seperti rumput napier yang dipotong halus, daun pisang, jagung madu, gandum dan ampas kelapa. Setelah usianya mencapai sekitar 3 bulan, kita bisa melatihnya untuk memakan dedak kasar merek lain yang lebih murah seperti A1 dan 3102 yang dicampurkan dengan makanan kebiasaannya. Cara ini dapat mengurangi biaya pembelian dedak GoldCoin yang agak tinggi. Sementara air minumannya bisa diberikan air PDAM. Penggunaan air tanpa klorin seperti air keran dimurnikan atau air mineral adalah sangat dianjurkan.

b) VITAMIN DAN ANTIBIOTIK AYAM KALKUN
Pemberian obat antibiotik dan vitamin yang dicampurkan kedalam wadah air dapat dibuat setelah anak-anak ayam kalkun dipisahkan dari induknya atau pun setelah usianya 1 minggu. Namun, dosis yang diberikan harus sedikit saja atau setengah dari ayam kalkun dewasa. Ini untuk menghindari kematian mendadak anak-anak ayam kalkun tersebut karena mungkin ada anak-anak ayam kalkun yang tidak bisa menerima kemasukkan obat antibiotik kedalam tubuhnya. Biasanya kami memberikan obat antibiotik dan vitamin secara berkala dan bergantian dengan air minum biasa. Ada juga obat antibiotik yang hanya disemburkan saja kebadan anak-anak ayam kalkun yang biasanya digunakan untuk anak-anak ayam kalkun yang baru menetas.

c) VAKSIN AYAM KALKUN
Setelah usia anak-anak ayam kalkun tersebut mencapai usia 1 bulan atau lebih, vaksinasi harus dilakukan untuk meningkatkan kekebalan antibody anak-anak ayam kalkun tersebut terhadap serangan penyakit. Setiap suntikan bisa bertahan selama 6 bulan. Injeksi juga bisa dilakukan baik oleh petugas kesehatan hewan, klinik hewan atau oleh kita sendiri.

4) reproduksi ayam kalkun
a) PROSES KAWIN AYAM KALKUN
Periode kematangan bagi ayam kalkun adalah pada usia 7 bulan atau lebih. Sementara proses kawinnya adalah lebih lama dibandingkan dengan spesies ayam yang lain. Biasanya kedua ayam jantan dan betina akan mengembangkan bulu, merangkul tengkuk dan menari sebelum pembuahan terjadi. Ada juga ayam kalkun betina yang suka menantang dan berkelahi dahulu dengan yang jantan bahkan ada yang berkelahi sampai sehari penuh dan bahkan bisa bersambung keesokan harinya sebelum ayam kalkun yang  betina menyerah diri. Jika kita memiliki lebih dari seekor pejantan, adalah lebih baik pejantan-pejantan tersebut diasingkan selama proses kawin ini terjadi. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya perkelahian diantara pejantan-pejantan tersebut yang mana dapat mengganggu proses kawin yang sempurna selain memastikan perkawinan benar-benar terjadi. Jika proses kawin tidak terjadi dengan sempurna, dikhawatirkan telur-telur yang dihasilkan oleh ayam kalkun betina itu tidak mengandung benih. Pada tahap ini juga kita perlu diversifikasi diet pemakanannya dan memaksimalkan makanan yang berprotin tinggi untuk mendorong hasil pengeluran telur.

b) PROSES PRODUKSI TELUR AYAM KALKUN
Ayam Kalkun betina akan mulai mengeluarkan telur setelah sekitar 10 hari setelah proses kawin pertama terjadi. Dalam masa itu, kita harus menyediakan sarang atau kotak tempat ayam kalkun tersebut bertelur. Ukuran kotak yang disarankan adalah minimal 1,5 kaki panjang x 1,5 kaki lebar dengan ketinggian 0.5-1 kaki atau sama tingkat dengan bagian belakang ayam kalkun tersebut ketika ayam kalkun duduk didalamnya dan kita juga harus menempatkan rumput-rumput kering, jerami padi dan sebagainya sebagai alas tempat ayam kalkun bertelur. Ada juga ayam kalkun yang suka bertelur didalam semak atau rimbunan rumput. Sebagian juga memilih tempat bertelurnya dan tidak mau bertelur didalam kotak yang disediakan. Ada juga yang memilih kotak sarang atau lokasi yang sama setiap kali bertelur. Masalah juga akan terjadi jika kotak sarang yang digunakan olehnya sebelum ini telah digunakan oleh ayam yang lain terutama yang sedang mengeram. Jika terjadi demikian, lebih baik kita mengurungnya didalam kandang sehingga ayam kalkun bertelur beberapa biji didalam sarang yang disediakan sebelum kita membebaskannya kembali. Hindari ayam kalkun bertelur dikawasan semak terutama pada saat musim hujan karena telur yang terkena air biasanya mudah rusak dan tidak akan menetas.

Pada tahap ini juga, pemberian makanan tambahan secara harian berupa kulit telur adalah sangat baik untuk mendorong proses pembangunan sel-sel cengkeram telur yang akan dihasilkannya dimana ianya sangat diperlukan oleh setiap ayam termasuk itik dan angsa yang sedang bertelur. Tujuannya adalah untuk menghindari kejadian dimana telur-telur yang dihasilkannya mengalami cacat kulit, tidak sempurna atau pecah. Pemberian makanan berupa makanan penelur adalah tidak disarankan karena ini bisa mengakibatkan produksi telur yang tidak memiliki benih. Telur-telur tingkat pertama yang diproduksi oleh ayam kalkun yang baru belajar bertelur biasanya berukuran kecil dan ini tidak dianjurkan untuk dilakukan proses inkubasi karena kebiasaannya itu akan menghasilkan keturunan atau keturunan yang berukuran kecil. Jadi lebih baik telur-telur tahap pertama ini diambil dan dijadikan makanan.

c) PROSES INKUBASI TELUR AYAM KALKUN
Proses inkubasi akan berlangsung selama 26 - 28 hari sebelum telur-telur ayam kalkun tersebut menetas tergantung pada kondisi cuaca. Pemantauan juga perlu dilakukan untuk menghindari ayam kalkun betina yang lain dari bertelur dan berbagi sarang dengan ayam yang sedang mengeram. Jika terjadi demikian, adalah lebih baik bagi kita untuk mengubah tempat sarang ayam yang sedang mengeram tersebut ataupun mengurung ayam yang sedang bertelur didalam kandang yang lain atau sebaliknya. Pemantauan terhadap serangan predator yang suka mencuri dan memakan telur ayam kalkun seperti tikus, biawak dan sebagainya harus dilakukan setiap saat untuk menghindari telur yang telah pecah terkena pada telur-telur yang lain. Telur-telur yang diselaputi lendir dari telur yang telah pecah akan mudah rusak dan tidak akan menetas. Jadi lebih baik ayam-ayam yang sedang mengeram ditempatkan didalam kandang khusus yang tertutup dan aman dari predator.

Bagi peternak ayam kalkun komersial, lebih praktis menggunakan layanan inkubator untuk proses inkubasi. Namun, penggunaan inkubator bukanlah jaminan mutlak yang telur-telur tersebut akan menetas atau tidak akan rusak samasekali. Ada juga kasus dimana telur-telur yang dalam proses inkubasi rusak semuanya akibat putusnya pasokan listrik atau kegagalan fungsi peralatan listrik seperti lampu terbakar, adjuster suhu rusak, baterai dukungan tidak berfungsi dan sebagainya. Bahkan ada juga kasus dimana anak-anak ayam kalkun yang telah menetas mati akibat kepanasan karena kelupaan peternak mengeluarkannya dari inkubator.

d) PROSES PENETASAN TELUR AYAM KALKUN
Proses penetasan biasanya terjadi dalam waktu 2 hari berturut-turut. Setelah semua anak-anak ayam kalkun menetas, kita bisa memindahkan anak dan induk ayam kalkun tersebut kedalam kandang khusus untuknya dan membiarkan anak-anak ayam kalkun tersebut dipelihara oleh indukya atau kita asingkan dari indukya dan meletakkannya didalam kandang yang dikhususkan untuk anak-anak ayam. lantai untuk anak-anak ayam ini perlu diletakkan sisa ketaman kayu yang berukuran kecil bertujuan untuk penyerapan kotoran anak-anak ayam tersebut dan bukannya menggunakan serbuk kayu yang halus. Ini untuk menghindari debu kayu tersebut memasuki mata anak-anak ayam. Penggunaan rumput kering, jerami padi, sekam padi atau pasir juga dapat digunakan. Pemasangan bola lampu juga harus dilakukan setelah anak-anak ayam kalkun tersebut dipindahkan kedalam kandang. Untuk langkah perawatan berikutnya, silahkan ikuti panduan yang telah disebutkan diatas.

Belum ada Komentar untuk "ciri-ciri ayam kalkun dan cara beternak ayam kalkun atau ayam belanda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel