jenis-jenis ayam hias dan Perbedaan Ayam Hutan Merah Asli Dan Hibrida

JENIS-JENIS AYAM HIAS DAN PERBEDAAN AYAM HUTAN ASLI

PETERNAKAN AYAM

Ayam Mutiara Vulturine

Ayam Api-api atau Mutiara Vulture atau didalam bahasa Inggris disebut Vulturine Guineafowl (Acryllium vulturinum) yang merupakan salahsatu spesies ayam Mutiara paling eksotis didunia. ayam ini berasal dari bagian timur - utara benua Afrika seperti di Ethiopia,  Tanzania dan Kenya. Keunikan ayam ini terletak pada bagian leher dan kepalanya yang seakan-akan seperti jenis burung pemakan bangkai yaitu burung Vulture atau didalam bahasa Malaysia disebut dengan burung Nasar. Ayam Mutiara jenis ini juga memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dengan ketinggian melebihi 2 kaki dan ayam ini memiliki corak warna yang sangat menarik dibandingkan spesies-spesies ayam Mutiara yang lain. Bulu dibagian dadanya berwarna biru, kulit leher dan kepalanya juga berwarna biru, sedangkan warna dasar badannya berwarna hitam dengan bintik-bintik dan garis-garis yang berwarna putih. ayam mutiara vulture juga memiliki bulu ekor dan bulu leher yang lebih panjang serta tidak ada tanduk dikepalanya. Perbedaan jenis kelaminnya juga agak sulit untuk ditentukan. Keberadaan ayam Mutiara Vulture mulai dicatat pada sekitar tahun 1800-an. Mengingat bentuk ayam Mutiara Vulture yang sangat berbeda dengan ayam-ayam Mutiara yang lain, apakah kemungkinan yang spesis ayam Mutiara tersebut telah mengalami proses persilangan (kawin) dengan spesies burung Nasar atau spesies burung yang lain?

Ayam Ohiki Bantam

Ayam Ohiki Bantam merupakan salah satu jenis ayam yang berukuran kecil dan berkaki pendek serta memiliki ekor yang panjang sekitar 1 meter atau lebih. Ayam Ohiki Bantam berasal dari negara Jepang dan di percaya dihasilkan dari proses hibrida diantara ayam Onagadori dan Chabo, dan mungkin juga dari spesies ayam - ayam yang lain. Ayam Ohiki Bantam memiliki struktur bulu yang lembut dan yang jantan memiliki ekor yang lebat dan panjang, sedangkan Ayam Ohiki Bantam betina memiliki ekor yang pendek dan melengkung kebawah yang terlihat seakan - akan sama seperti ekor ayam dari jenis Mini Cochin. Warna kakinya adalah hijau muda, sedangkan bulunya berbentuk jeruji berwarna merah. Selain itu, Ayam Ohiki Bantam juga memiliki cuping telinga yang berwarna putih. Ada berbagai variasi warna untuk ayam jenis ini dan yang paling identik dengannya adalah variasi warna Black Breasted Red (merah), Solid White (putih), Black Breasted Silver (silver), Gold (emas) dan ada bermacam-macam lagi warna yang indah yang di miliki ayam ini.

Memelihara ayam jenis ini membutuhkan perhatian yang khusus terutama bagi anak-anak ayam yang masih kecil dibawah usia 2 bulan karena daya Antibodinya yang agak lemah dibandingkan anak-anak ayam lokal yang lain. Namun, anak-anak ayam jenis ini sangat aktif, suka bermain sesamanya dan mudah untuk dijinakkan serta dapat dipegang dan dibelai pada setiap saat.

Ayam Black Rosecomb

Ayam Black Rosecomb Bantam atau ayam Bantam Inggris. yang memiliki bobot sekitar 500 hingga 600g (ukuran ayam Kapan atau ayam Katik). ayam ini berasal dari Inggris Raya. Antara spesies ayam bantam asli yang tertua didunia. mempunyai warna hitam mengkilap dan memiliki bulu yang berbentuk seperti mawar dengan kerucut yang tajam pada bagian belakangnya. bergaya, suka berinteraksi dan dapat mengeluarkan berbagai bunyi yang unik serta ayam jenis ini sangat jinak. Ayam yang jantan juga memiliki sifat melindungi terhadap pasangan betinanya terutama sekali pada saat pasangannya sedang mengeram. bila kita mencoba mengganggu pasangannya yang sedang mengeram dan pasangannya akan mengeluarkan bunyi sinyal yang bahwa ia sedang diganggu, yang jantan ini akan segera mendekati dan akan mencoba menyerang pada bagian kaki kita. Anak-anak ayam jenis ini juga sangat mudah untuk dijinakkan dan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis anak-anak ayam yang lain meskipun berbeda usia. ayam ini juga suka sekali dibelai dan mengenal pemiliknya, Ayam jenis ini memang unik dibanding dengan jenis ayam lain.

Ayam Barbu D'Uccle Bantam

ayam jenis ini juga dikenal sebagai Belgian Bearded D'Uccle. Ayam jenis ini adalah salah satu dari spesies ayam bantam hibrida yang berasal dari kota Uccle, Belgia. ayam jenis ini di hasilkan pada abad ke-20 oleh Michel van Gelder melalui proses persilangan antara ayam Sabelpoot atau Dutch Booted bantam dan Barbu D'Anvers bantam. Antara fitur-fitur utama yang terdapat pada ayam jenis ini yaitu seperti memiliki ukuran tubuh yang kecil dan gemuk, struktur bulu tubuh yang lembut, ada bulu kumis dan jenggot dibagian mukanya, bulu paha dan bulu kakinya yang panjang dan memiliki bulu berbentuk jeruji berwarna merah. Ada berbagai variasi warna atau corak warna ayam jenis ini. diantaranya adalah warna mille fleur, biru (slate dan self blue), warna lavender, mottled, porselen, barred atau cockoo, silver, buff, putih, hitam, partridge, abu-abu, dan masih banyak lainnya. Namun, variasi Mille Fleur merupakan yang paling identik dengan ayam jenis ini dan sangat populer dikalangan para penggemar ayam d'Uccle seluruh dunia. "Mille Fleur" adalah bahasa Perancis yang didalam bahasa Melayu yang berarti "ribuan bunga" atau dalam arti lain "bunga yang banyak". karena ini merujuk pada pola bintik - bintik warna yang ada pada keseluruhan bulu badannya. Ayam jenis ini memiliki karakter yang aktif dan sangat mudah untuk dijinakkan.

Ayam Kapan

Ayam Kapan atau Katik merupakan salah satu spesies ayam yang berasal dari Malaysia. Ayam Kapan tergolong atau termasuk ayam-ayam yang berukuran kecil dengan berat badan ketika telah dewasa sekitar 500 sampai 800 gram. Jika berat badan maksimum ayam tersebut kurang dari 500 gram, ayam itu lebih dikenal sebagai ayam Serama. bila dibandingkan ayam Serama, ayam Kapan umumnya memiliki bentuk tubuh yang lebih panjang dan horizontal yakni kurang mendada dan berkaki pendek yang mana terlihat tidak seimbang dengan ukuran tubuhnya dan juga memiliki jeruji jengger yang agak besar. Kebanyakan ayam Kapan memiliki kaki yang berwarna kuning, sedangkan jengger, cuping telinga dan seluruh wajahnya berwarna merah. Namun, ada juga ayam Kapan yang memiliki kaki berwarna putih atau hitam. Ayam Kapan juga memiliki berbagai jenis warna dan tidak khusus untuk warna tertentu saja.

Ayam Kapan cukup populer pada era tahun 70'an, 80'an dan awal 90'an dan juga banyak dipelihara oleh penduduk desa sebagai hewan hiasan. Setelah mencapai tahun kedua millennium, populasi ayam Kapan telah anjlok dengan drastis sekali dan hampir hilang akibat dari banyaknya penggemar beralih ke ayam Serama yang terlihat lebih indah dan menawan. Ayam Kapan juga merupakan spesies ayam kedua paling kecil di negara Malaysia sementara ayam Serama merupakan jenis ayam yang paling kecil didunia. Mungkin atas faktor ini lah yang menyebabkan perhatian lebih banyak diberikan untuk ayam Serama jika dibandingkan ayam Kapan.

Ayam Phoenix

Ayam Phoenix atau biasa disebut Finiks atau Fee-Nicks merupakan sejenis ayam yang dihasilkan melalui beberapa proses hibrida diantara ayam Onagadori dan ayam-ayam lainnya seperti ayam Hutan, Leghorn, Modern Game, Bantam, ayam ayam kampung dan beberapa jenis ayam lainnya. Dengan kata lain, ayam Phoenix adalah ayam Onagadori Hibrida. Ayam Phoenix diyakini telah dihasilkan diJerman dan dikembang biakkan dinegara-negara Eropa, Amerika dan Asia. Tidak seperti halnya ayam Onagadori yang memiliki ekor yang panjang dan dapat mencapai hingga melebihi 20 kaki, panjang ekor ayam Phoenix hanya sekitar 2-5 kaki saja. Ekor ayam Phoenix dewasa juga akan berganti bulu setiap 2 sampai 3 tahun sekali bagi yang jantan dan setahun sekali bagi yang betina. Bulu ayam Phoenix adalah lebih keras bila dibandingkan ayam Onagadori yang memiliki bulu tubuh yang lembut dan panjang. Kebanyakkan ayam Phoenix juga memiliki kaki yang berwarna abu-abu gelap kehitaman atau biru keabu-abuan, sedangkan ayam Onagadori yang asli memiliki kaki yang berwarna kuning atau hijau. Ada 2 versi ayam Phoenix, yaitu yang berukuran normal dengan berat melebihi 1kg (sama ukuran dengan ayam Onagadori) dan satu lagi adalah Phoenix bantam yang memiliki berat badan kurang dari 1kg. ayam phoenix bantam adalah lebih menarik dibandingkan Phoenix biasa. Ada berbagai variasi warna ayam Phoenix seperti Gold, Silver, Red, Black, White, Grey dan sebagainya.

Perbedaan Ayam Hutan Merah Asli Dan Hibrida

Ada beberapa cara untuk mengenali perbedaan antara Ayam Hutan Merah yang asli atau ayam hutan liar dan Ayam Hutan Campuran. Antara karakteristik perbedaan yang paling signifikan khususnya bagi ayam jantan dewasa adalah:

1) EKOR SISIR AYAM HUTAN
Ayam Hutan Asli hanya memiliki ekor sisir atau ekor pipi maksimum 4 helai per sisi ekornya, sedangkan ayam Hutan Campuran kebiasaannya memiliki lebih dari 4 helai.

Misalnya ayam hutan hibrida yang memiliki ekor sisir sebanyak 4 lembar sama sebagaimana ayam hutan yang asli. Namun, bentuk muka, jengger dan juga bentuk tubuhnya jelas terlihat berbeda dengan bobot badan mencapai 800 gram. Ayam hutan ini merupakan generasi ke 2 atau lebih dikenal sebagai "ayam hutan dua lapis" yakni salahsatu dari kakek atau neneknya merupakan ayam hutan yang asli atau ayam hutan liar. Sementara ayah dan / atau ibunya dikenal sebagai "ayam hutan satu lapis".

2) MUSIM KAWIN AYAM HUTAN
Masa aktif kawin atau mereproduksi bagi Ayam Hutan Asli adalah sekitar bulan Februari sampai bulan Mei dan dapat berlanjut hingga bulan Agustus. Dengan kata lain, proses kawin, bertelur dan mengeram bagi Ayam Hutan Asli hanya terjadi pada musim panas saja. Sedangkan untuk Ayam Hutan Campuran/bukan ayam hutan asli, periode atau masa pembiakkannya adalah sepanjang tahun.

3) STRUKTUR BULU AYAM HUTAN
Ayam Hutan Asli memiliki struktur bulu yang mengkilap, rapi dan sempurna ketika musim kawin. Setelah musim kawin berlalu, sebagian bulu tekuk dan ekornya akan gugur dan warnanya juga akan terlihat kusam, pudar dan tidak menarik. Sedangkan untuk Ayam Hutan Campuran/bukan ayam hutan asli, struktur bulunya hampir sama sepanjang tahun dan tidak mengalami keguguran bulu pada bagian tekuknya. Bagi Ayam Hutan Asli betina dewasa, warna keseluruhan bulu badannya adalah hijau gelap, sedangkan Ayam Hutan hibrida betina, sebagian besar memiliki bulu tubuh berwarna hijau cerah dengan warna merah kekuningan terutama sekali pada bagian tekuknya. Bagi anak Ayam Hutan Asli yang berusia sekitar 2-4 minggu, sayapnya lebih panjang bila dibandingkan sayap anak Ayam Hutan Hibrida dan itu terlihat seakan - akan seperti burung puyuh. Anak Ayam Hutan Asli juga mampu terbang dengan ketinggian 1 sampai 3 meter pada usia 1 minggu. Sementara bagi anak Ayam Hutan Asli yang baru menetas, anak ayam hutan ini juga suka sekali berlari-lari dan sulit untuk ditangkap dibandingkan anak Ayam Hutan Campuran.

4) BENTUK BADAN AYAM HUTAN
Ayam Hutan Asli memiliki bentuk tubuh yang sangat ramping dan terlihat seakan-akan siap untuk terbang atau berlari. Berat badannya adalah sekitar 600 gram. Ayam Hutan Campuran kebanyakan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan tidak ramping. Bobot badannya banyak melebihi dari 1kg. Bagi Ayam Hutan liar yang tidak asli, struktur rangka dan dadanya lebih besar dan berat badannya adalah sekitar 700 gram dan dapat mencapai sampai hampir 1kg meskipun fitur-fitur lain yang ada padanya menyamai Ayam Hutan yang asli. Sementara ayam hutan yang disilangkan dengan ayam Serama kebiasaannya akan lebih menyerupai Ayam Serama dan ayam ini tidak dikategorikan sebagai ayam hutan. Menurut keterangan seorang warga Indonesia yang berasal dari Surabaya, ayam hutan merah liar yang ada diIndonesia seperti dijawa, pulau Sumatra dan kepulauan - kepulauan lainnya umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan ayam hutan merah yang ada di Surabaya.

5) SUARA AYAM HUTAN
Suara kokokan Ayam Hutan Asli adalah lebih kecil dan melengking serta sangat pendek dibandingkan dengan Ayam Hutan Campuran. Ayam Hutan Asli juga hanya aktif berkokok pada musim kawin sementara ayam Hutan Campuran berkokok sepanjang masa.

6) JENGGER AYAM HUTAN
Ayam Hutan Asli biasanya memiliki jengger bergerigi 6, berukuran kecil, sedikit tipis dan berbintik kecil. Ukuran dan panjang geriginya yaitu tidak paralel yang mana setengah dari jengger yakni 3 gerigi yang dekat dengan paruhnya berukuran kecil berbentuk seperti 3 buah bukit dan separuh lagi berukuran besar berbentuk seperti 3 buah gunung. Panjang jenggernya juga tidak melewati level cuping telinga. Sedangkan Ayam Hutan Campuran, Ayam Kampung atau ayam lokal yang lain tidak memiliki bulu seperti yang disebutkan. Ayam Hutan liar yang memiliki jengger bergerigi paralel seperti ayam Hutan Campuran atau ayam Kampung dikhawatirkan telah mengalami beberapa proses persilangan dengan ayam lokal termasuk ayam Hutan Campuran. Keaslian ayam hutan yang memiliki bulu seperti ini juga bisa diperdebatkan meskipun hidup bebas didalam hutan. Namun, perbandingan ukuran jengger adalah lebih utama dari membandingkan bentuk geriginya.

7) CUPING TELINGA AYAM HUTAN
Cuping telinga Ayam Hutan yang Asli berukuran kecil, berwarna putih dan kompak. Strukturnya juga lebih halus dan lembut bila dibandingkan cuping telinga Ayam Hutan Campuran yang agak kasar dan memiliki berbagai ukuran. Ayam Hutan liar yang memiliki cuping telinga berwarna merah dianggap sebagai ayam hutan yang tidak sempurna/tidak asli. Cuping telinga yang berwarna putih merupakan "trademark" bagi Ayam Hutan Merah.

8) KAKI AYAM HUTAN
Bentuk kaki Ayam Hutan yang asli adalah kurus dan lonjong. Sisik kakinya juga agak kecil. Warna kakinya adalah kelabu kehitaman. Sedangkan Ayam Hutan Campuran biasanya memiliki kaki dan sisik yang lebih besar berwarna abu-abu atau hijau. Ayam Hutan Campuran yang memiliki kaki berwarna kuning atau putih tidak dianggap sebagai ayam Hutan. Namun, ada juga pihak yang mengklaim bahwa spesies ayam hutan asli yang telah mencapai usia yang sangat tua akan memiliki kaki yang berwarna putih. Sementara ayam hutan yang disilangkan dengan ayam Katik atau ayam Kapan biasanya memiliki kaki yang lebih pendek.

9) TAJI AYAM HUTAN
Taji Ayam Hutan yang Asli berukuran kecil dan meruncing, sedangkan Ayam Hutan Campuran memiliki taji yang lebih besar dan kurang meruncing.

10) KEJINAKKAN AYAM HUTAN
Ayam Hutan yang asli agak sulit untuk dijinakkan dan dapat dikatakan mustahil untuk memeliharanya secara lepas bebas. Sedangkan Ayam Hutan Campuran atau Ayam Hutan Liar yang tidak asli masih bisa dijinakkan dan dipelihara secara terbuka atau bisa di lepas bebas.

Belum ada Komentar untuk "jenis-jenis ayam hias dan Perbedaan Ayam Hutan Merah Asli Dan Hibrida"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel