langkah-langkah dalam pemeliharaan ayam cemani yang benar

PEMELIHARAAN ANAK AYAM CEMANI

peternakan ayam

A. Macam Pemeliharaan Ayam Cemani
     Dalam pemeliharaan anak ayam tak terkecuali ayam cemani sebenarnya ada dua cara yaitu pertama sepenuhnya di lakukan oleh induknya dan yang kedua dilakukan oleh induk buatan. Jika anak ayam cemani di asuh oleh induknya sendiri maka induk ayam cemani akan lama untuk bertelur kembali biasanya menunggu anak ayam menjadi besar dan di sapih. setelah beberapa hari penyapihan, maka induk ayam cemani siap bertelur kembali. sedangkan bila anak ayam cemani di pelihara oleh induk buatan maka setelah mengeram, 10 atau 14 hari kemudian induk ayam cemani akan bertelur kembali. jadi pemeliharaan anak ayam cemani menggunakan induk buatan jauh lebih menguntungkan bagi peternak.

1. Pemeliharaan anak ayam cemani oleh induknya
    Setelah semua telur ayam cemani telah menetas dan bulu anak ayam cemani sudah kering maka anak ayam cemani segera di ajak berjalan - jalan oleh induknya. anak - anak ayam cemanidi ajari mematuk dan mencari makanan sambil di dekap dalam sayapnya. sebenarnya cara pemeliharaan anak ayam cemani seperti ini kurang menguntungkan karena anak ayam cemani banyak yang mati tercebur comberan atau terinjak oleh induknya. sebaiknya induk ayam cemani di kurung dalam sangkar sehingga anaknya dapat bermain di sekelilingnya. jangan lupa menyediakan makanan dan minuman khusus bagi anak ayam cemani yang baru menetas. Dalam kurungan tidak perlu di beri alat pemanas karena induk ayam cemani mampu memanasi anaknya dengan cara mendekap ke dalam sayapnya. setelah anak ayam cemani berumur 2 minggu dan kelihatan lincah maka dapat di lepas di perkarangan untuk belajar mencari makan bersama induknya. makanan itu, misalnya telur semut, rayap, orong - orong, cacing dan sebagainya. Namun makanan dan minuman tetap di sediakan secara rutin agar ayam tumbuh dengan baik. dalam waktu beberapa hari saja anak - anak ayam cemani telah terbiasa hidup dengan alam sekelilingnya. Pemeliharaan anak ayam cemani oleh induknya sangat terbatas beberapa ekor saja sedang pemeliharaan dalam jumlah banyak biasanya di lakukan oleh induk buatan.

2. Pemeliharaan anak ayam cemani oleh induk buatan
    Pemeliharaan anak ayam cemani dengan cara ini harus memperhatikan persyaratan dan ketentuan sehingga pertumbuhan anak ayam cemani dapat terjamin. beberapa hal yang patut di perhatikan dalam rangka pemeliharaan anak ayam cemani adalah sebagai berikut ini :
  • Pemanasan, penerangan, dan udara
  • Anak - anak ayam cemani yang baru menetas sangat memerlukan kehangatan. dalam induk buatan, kehangatan dapat di ciptakan dengan memberikan lampu listrik atau lampu minyak. Temperatur dalam kotak induk buatan harus cukup dan sesuai dengan kebutuhan anak ayam cemani sehingga anak ayam cemani tidak kedinginan atau kepanasan. lampu listrik dengan panas 50 watt dapat digunakan dengan cara di gantungkan dalam ruang kotak indukan. lampu itu harus dapat di turun - naikkan untuk membentuk suhu ruangan yang di inginkan. di anjurkan dalam ruanga itu di tempatkan termometer sebagai pengontrol suhu ruangan. 
    suhu ruangan yang di perlukan harus selalu di perhatikan supaya anak ayam tetap sehat dan di capai pertumbuhan yang optimal. suhu normal untuk anak ayam umur 0 sampai 30 hari memerlukan panas sekitar 90° F atau 32°C sedang umur 1 – 1 ½ bulan memerlukan panas sekitar 26,7°C. Anak ayam cemani makin hari makin bertambah besar dan mulai tumbuh bulunya sehingga suhu ruangan juga harus diturunkan. 
    Untuk mengetahui apakah suhu dalam ruangan kotak indukan sudah sesuai dapat dilihat dari tanda-tanda berikut:
    • Jika anak ayam cemani menjauhi sumber panas (lampu pijar) berarti keadaan ruang terlalu panas.
    • Jika seluruh anak ayam cemani berkumpul semuanya mendekati lampu dan saling berdesakan, berarti suhu ruang masih terlalu dingin.
    • Apabila seluruh anak ayam cemani menyebar keseluruh ruangan secara merata berarti suhu ruangan sudah cukup. Anak ayam cemani yang kedinginan dapat masuk angin, ayam tak mau makan, akhirnya jatuh sakit. Demikian juga jika anak ayam kepanasan makan akan selalu haus lalu minum terlalu banyak dan akhirnya sakit.
          Sebagai gambaran, bola lampu 60 watt cukup untuk memanasi 20-40 anak ayam cemani. Lampu digantung setinggi 15-25 cm dari lantai. Bila ingin menggunakan induk buatan yang terbuat dari seng dengan lampu listrik maka dapat dibeli di poultry shop. Usahakan jangan menaruh makanan dan mimuman tepat di bawah lampu pemanas. Lamanya lampu pemanas dinyalakan dijelaskan berikut.
          Anak ayam cemani sampai umur 14 hari, lampu pemanas yang juga berfungsi sebagai penerangan dinyalakan siang malam selama 24 jam. Mulai hari ke-15, penyalaan lampu penerangan dikurangi 4 jam seminggu. Bila udara dirasakan sangat dingin karna musim penghujan, lampu dapat dinyalakan meskipun siang hari. Jika cuaca cerah, lampu dapat dimatikan dana anak ayam dijemur dari jam 7 sampai jam 9. Setelah berumur 7 minggu, lampu pemanas sudah tidak diperlukan lagi. Secara rinci lamanya pemakaian lampu dan besarnya suhu yang diperlukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

PEMAKAIAN LAMPU PEMANAS UNTUK ANAK CEMANI

Umur (Minggu) 
I
II
III
IV
V
VI
VII
Lampu (watt/m²)
60-75
40-60
15-25
15-25
15-25
15-25
0
Lampu pemanasan (Jam)
24 Jam
24 Jam
20 jam
18 jam
14 jam
14 jam
0
Jam pemadaman
-
-
10-14
10-16
8-18
6-18
0
        Untuk ayam cemani sampai 3 - 4 minggu malam hari pun perlu penerangan agar mereka dapat makan dan minum. Hal ini dapat dimaklumi karena pada usia ini anak ayam mempunyai pertumbuhan yang cepat. Selain itu, juga untuk menghindari gangguan binatang malam seperti tikus atau ular.
Udara yang bersih dan segar mutlak diperlukan oleh anak ayam cemani yang baru menetas. Oleh karenanya, udara dalam kotak induk pemeliharaan harus selalu berganti. Agar udara dalam kotak indukan selalu bersih dan segar maka ventilasi harus cukup dan baik, kotoran harus sering dibersihkan, dan kalau menggunakan lampu minyak usahakan tidak berasap karena dapat mengganggu pernapasan ayam dapat menimbulkan kematian.
  • Makanan dan minuman anak ayam
          Anak ayam cemani yang baru menetas punya cadangan makanan sampai 48 jam sejak menetas. Namun jika anak ayam itu langsung diberi makan dan minum tidak apa-apa, justru untuk melatihnya. Pemberian ransum makanan bagi anak ayam dapat diberikan secukupnya dalam tempat khusus sehingga anak ayam tidak dapat menginjak-injaknya. Tempat air minum pun dibuat agar tidak mudah tumpah.
          Ransum yang diberikan adalah campuran tepung jagung, kedelai, bungkil kacang, tepung ikan,, dan katul seperti telah dijelaskan. Air minum harus sering diganti, tempatnya setiap hari harus di bersihkan agar tidak licin dan berlumut. Tempat minum licin dan berlumut merupakan tempat bakteri, sekaligus sumber penyakit. Selain itu, harus diperhatikan jumlah tempat makan dan minum dengan banyaknya anak ayam sehingga anak ayam dapat makan dan minum dengan leluasa. Jika anak ayam makan dan minum berebutan akan menimbulkan pertumbuhan yang tidak merata atau menyebabkan kanibalisme.
  • Luas kota indukan ayam
Banyaknya anak ayam cemani yang dipelihara harus sesuai dengan besarnya kotak indukan. Misalnya, untuk 15 – 20 ekor anak ayam cemani dapat dipelihara dalam kotak indukan seluas 180 x 80 x 50 cm. Tempat ini dapat digunakan sampai anak ayam berumur 1 ½bulan.

3. Pemeliharaan lepas induk ayam atau sapihan
        Setelah anak ayam cemani berumur sekitar 1,5 bulan maka telah melewati masa kritis dan sudah mampu hidup sendiri. anak ayam itu dapat segera dipindahkan ke kandang khusus dengan sistem ren atau postal tergantung pada selera peternak. Tiap kandang diisi 15 anak ayam betina dengan dua ekor pejantan atau 1 ekor pejantan dengan 1 ekor betina atau dapat juga 10 ekor betina dan 1 ekor pejantan. Hal ini disesuaikan dengan keinginan peternak dalam memelihara ayam cemani.
       Anak ayam yang telah dilepas dari induknya (disapih) sudah agak lebih kebal terhadap penyakit dan cuaca, tapi pemberian makanan bergizi, mineral, vitamin, dan vaksinasi masih tetap diperlukan guna mencegah hal yang tak diinginkan . Perlu diingat, pemberian antibiotik dalam ransum makanan secara terus-menerus akan merugikan karena ayam sukar diobati jika sakit, sebab kuman penyakitnya sudah kebal terhadap obat anti biotik itu. Pemberian antibiotik sebaiknya jarang atau pada waktu ayam sakit.
        Ayam sapihan berumur 1,5 – 6 bulan memerlukan jenis ransum yang berbeda dengan anak ayam yang baru menetas sebab masa ini merupakan masa pertumbuhan. Kadar protein yang diperlukan pada masa ini berkurang menjadi 16 %. Jumlah ransum tiap ekor juga meningkat menjadi 60 gram/hari. Pada bulan berikutnya jumlah makanan dapat ditambah sebanyak 15 gram hingga mencapai 90 gram/hari.
        Karena sebagian besar terdiri dari ayam cemani betina yang diharapkan segera bertelur maka dalam ransum juga perlu ditambahkan unsur kalsium dalam bentuk grit. Penambahan itu dapat diberikan sejak ayam berumur 5 bulan.

B. Seleksi Untuk Bibit Ayam Pengganti
       Jika dirasakan jumlah ayam sudah cukup banyak dan sudah menginjak umur 4 atau 5 bulan seyogianya segera diadakan seleksi. Ayam cemani yang mepunyai pertumbuhan dan bentuk badan yang cacat, dan diperkirakan tidak dapat dijadikan pejantan atau tidak dapat memberikan produksi telur yang optimal lebih baik tidak terus dipelihara dan dianjurkan dijual saja sebagai ayam potong. Ayam cemani betina muda yang baik dan pantas dipelihara biasanya memiliki ciri fisik yang khas yaitu bentuk dada lebar, punggung datar dan lebar, kaki sedang serta mempunyai pembawaan periang dan hidupnya selalu bergairah. Ayam cemani betina yang baik sebagai petelur, sifat mengeramnya baru akan muncul setelah menghasilkan telur sekitar 30 butir. Setelah berumur 3 tahun, induk cemani petelur sebaiknya diafkir menjadi ayam potong. Seleksi ini memegang peranan penting dalam rangka mencari bibit-bibit ayam cemari yang lebih produktif serta mempunyai kualitas yang baik sehingga tujuan peternak dapat tercapai.
        Beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh peternak adalah faktor makanan, temperatur, bulu rontok, kandang, kegaduhan dan penyakit. 

C. Kandang Khusus Anak Ayam Cemani
       Anak ayam cemani yang baru menetas dapat dibuatkan kandang sederhana berbentuk kotak atau berbentuk bangunan yang agak besar atau sering disebut brooderhouse. Hal ini akan diuraikan berikut.

1. Kandang ayam berbentuk kotak
Bentuk ini diperlukan jika anak ayam yang dipelihara sedikit jumlahnya. Kandang berbentuk kotak dapat dibuat dengan berbagai ukuran, tergantung kebutuhannya. Misal, satu kandang kotak dengan ukuran tinggi 0,5 – 1 m, lebar 0,8 – 0,9 m, dan panjang 1,2 – 1,8 m, dapat menampung 30 – 40 ekor anak ayam cemani.
Kandang ini dilengkapi dengan sumber pemanas lampu kapal atau lampu listrik. Dinding atas dan samping diberi beberapa lubang ventilasi. Panas dalam kandang yang diperlukan anak ayam itu biasanya 102 derajat fahrenheit dan untuk memenuhi suhu dapat digunakan listrik 40 – 60 watt. 

2. Bangunan kandang besar (brooder house)
        Jika anak ayam cemani yang dipelihara cukup banyak maka kandang harus besar yang disebut brooder house. Seluruh diding bangunan ini harus tertutup rapat dan dilengkapi dengan ventilasi yang sempurna serta dilengkapi dengan sumber panas yang memadai yaitu lampu listrik sebesar 100 watt atau boleh juga memakai lampu petromaks. Penggunaan sumber panas lampu listrik lebih praktis jika dibandingkan dengan lampu minyak (lampu kapal, petromaks) karena lampu listrik tinggal mengatur letak ketinggiannya saja sedangkan lampu minyak setiap saat harus dikontrol karena kadang panasnya tidak stabil. Baik kandang kotak maupun brooder house ini lantainya dapat berupa lantsai litter atau slat.

data ini di olah dari berbagai sumber...

Belum ada Komentar untuk "langkah-langkah dalam pemeliharaan ayam cemani yang benar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel