CARA BETERNAK JANGKRIK SEBAGAI USAHA SAMBILAN DENGAN HASIL YANG MENGGIURKAN

PETERNAKAN

PETERNAKAN

CARA BETERNAK JANGKRIK

Cara Beternak Jangkrik I

Jangkrik dari keluarga Grillidae atau masyarakat Indonesia menyebutnya 'Jangkrik' atau 'Cricket' adalah serangga yang menyerupai dengan belalang yaitu memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora dimana kita bisa kenal dengan suaranya yang hanya diproduksi oleh jangkrik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan mengusir jantan lainnya. Suara jangkrik ini semakin kuat terdengar dengan naiknya suhu disekelilingnya. Ulasan ilmuwan menemukan ada sebanyak 900 spesies jangkrik seluruh dunia. Dari segi klasifikasi Jangkrik dari kingdom- Animalia, Phylum- Arthropoda, Kelas - INSECTA, Order - Orthoptera, Suborder -Ensifera, Superfamily - Grylloidea, Family - Gryllidae dan akhirnya Subfamili - AOS teks. Jangkrik juga telah diternak manusia sejak lama dulu terutama dikawasan Asia yang memang bisa memberikan keuntungan. Tradisi berlaga jangkrik merupakan permainan tradisional yang populer sejak zaman dulu dimana ia kadang-kadang melibatkan uang taruhan. Kini di negara Malaysia telah banyak pengusaha yang beternak jangkrik sebagai sumber pendapatan yang lumayan. Beberapa toko menjual burung dan ikan hias telah menyediakan stok jangkrik untuk dijual sebagai makanan untuk hewan burung dan ikan (terutama ikan arwana). Di beberapa tempat saya datangi menemukan harga penjualan jangkrik berbeda-beda menurut lokasi, ukuran dan kualitas.

Cara beternak jangkrik sangat mudah asalkan kita memiliki ilmu dasar beternak jangkrik yang harus dipelajari. Kita bisa belajar dari pengusaha yang ada atau membaca dari buku atau terakhir membaca dari internet. Jangkrik merupakan makanan yang sangat baik untuk ternak burung dimana penggemar burung kini kian banyak yang menyebabkan permintaan jangkrik sebagai salah satu makanan burung juga meningkat. Ini terjadi juga dengan penggemar ikan arwana dan jenis ikan hias lain yang makan jangkrik. Prospek ternak jangkrik semakin cerah dengan tingginya permintaan di pasar. Kini kebanyakan jangkrik dihasilkan dikedai-kedai yang mudah kita jumpa dimana-mana asalkan ada pembelinya. Dari segi analisis ekonomis, jangkrik memang menguntungkan jika jumlah penjualan tinggi tapi saya pikir itu tidak ada masalah dengan hukum karena jangkrik adalah serangga.

Kotak tempat untuk beternak jangkrik dapat dibuat sesuai kapasitas dan ukuran ternak yang hendak dijalankan. Biasanya kotak dibuat dari kayu - kayu lapis dengan ukuran yang sesuai berdasarkan kebutuhan. yang paling penting adalah jangkrik terlindung dari serangan predator. Kotak tempat beternak jangrik memiliki dinding disebelah dalam dengan lapisan seng atau plastik agar jangkrik tidak bisa memanjat dinding tetapi paling penting adalah kotak harus ditutup. Penutup pintu ini juga memiliki atap jaring agar terjadi sistem pengudaraan sempurna dan dapat mengontrol suhu dalam kotak. Ia juga sebaiknya mudah untuk mengontrol dan mengelola pemberian makanan. Kotak ini juga sebaiknya memfasilitasi kerja pemanenan hasil dan hindari dari sinar matahari langsung. Sebaiknya kotak tempat beternak jangkrik disusun didalam gedung tertutup.

Bahan-bahan yang dapat digunakan dalam membuat tempat beternak jangkrik adalah seperti kayu lapis, paku kecil, beruti, lem kayu, kawat kasa atau jaring hijau, gunting palu, gergaji dan juga engsel. Ukuran kota yang biasa dibuat berukuran 50 centimeter panjang, 60 centimeter dan lebar sekitar 120 centimeter. Disetiap sudut dan konektor kayu - kayu lapis harus dipasak dengan kayu dan lem serapat mungkin untuk menghindari anak jangkrik lewatkan keluar karena ukurannya juga sangat kecil. Lapisan seng atau plastik yang halus pada dinding kotak mengurangi jangkrik dari merayap kebahagian atas kotak dan kadang-kadang dapat terlepas keluar. Sebaiknya dipasang kaki setinggi 20 centimeter dan diisi dengan air dalam situs tiang pada kotak agar semut tidak naik masuk menyerang jangkrik. Tempat peternakan dan penyimpanan kotak jangkrik sebaiknya dilokasi yang tenang, ada naungan teduh dan memiliki sistem ventilasi udara yang sangat baik. Lokasi sebaiknya agak jauh dari sumber - sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya. Shading kotak perlu untuk menghindari sinar matahari secara langsung atau berlebihan karena kurang sesuai. Sebaiknya musuh atau pemangsa jangkrik sangat perlu di musnahkan seperti serangga jenis semut, mengkarong, laba-laba, kadal, ayam, kucing dan sebagainya. Lokasi ternak jangkrik sebaiknya dekat dengan tempat tinggal untuk memudahkan manajemen terutama memberi makanan.

Cara Beternak Jangkrik II

Di dalam beternak jangkrik seperti disebutkan di atas membutuhkan kesabaran dan ketrampilan ilmu untuk reproduksi dan cara menetaskan telur jangkrik. Teknik yang biasa dilakukan untuk menetaskan telur jangkrik dengan menyediakan sebuah kotak penetasan dengan ukuran 50 centimeter, 30 centimeter lebar dan 20 centimeter tinggi. Ukuran kotak ini biasanya akan dapat menampung sebanyak 1 (satu) sendok telur jangkrik dengan anggaran telur berisi sekitar 2,500 sampai 3,000 biji. Metode pertama dengan menggunakan Media Kain dilakukan dengan kita memotong kain dengan ukuran sekitar 25 centimeter x 25 centimeter. Kain ini akan ditempatkan pada alat yang digunakan berupa wadah plastik atau baskom plastik bertujuan untuk menempatkan kain serta semprotan air berukuran kecil. Cara penetasannya adalah dengan memasukkan satu sendok telur jangkrik pada bagian tengah kain kemudian disebarkan dipermukaannya agar rata dan seimbang. Lipat semua sisi kain kebagian tengah secara bergantian mulai dari sisi kanan, kiri, atas dan bawah. Pastikan agar jangan menekan kain yang dilipat dan biarkan agak longgar sebagai jalan keluar untuk anak jangkrik yang akan menetas nantinya. Kemudian masukkan kain berisi telur ke dalam wadah plastik, lalu letakkan wadah plastik tersebut kedalam Kotak atau kandang jangkrik. Lakukan penyemprotan air ke bungkusan kain yang berisi telur jangkrik secara rutin setiap hari agar kain tetap lembab. Telur biasanya akan menetas sekitar 3-6 hari kemudian dimana ia tergantung usia telur jangkrik. Sebelum telur menetas, biasanya telur akan berubah warna menjadi kuning kehitaman. Apa perlu diperiksa adalah untuk mempastikan perkembangan dan kondisi telur dimana kain diperiksa setiap hari sebelum disemprot dengan air. Kain ditutup kembali setelah pemeriksaan.

Metode kedua untuk menetaskan telur jangkrik adalah dengan menggunakan Media Pasir. Metode ini adalah teknik penetasan dengan media pasir menggunakan pasir halus dan bersih yang telah diayak. Pasir halus ini dijemur atau dipanaskan agar semua bakteri dan kuman - kuman serta penyakit lainnya menjadi hilang sehingga media pasir tersebut menjadi steril dari berbagai penyakit. Masukkan pasir halus tadi kedalam wadah berukuran 15 cm x 20 cm atau dapat disesuaikan dengan ukuran kotak. Alat lainnya adalah alat penyemprot (Spray). Teknik penetasan dengan cara ini adalah dengan menaburkan pasir secara rata dalam bekas dengan ketebalan 1 - 2 cm. Kemudian taburi telur jangkrik secara merata diatas pasir dan ditutup kembali dengan pasir dengan lapisan harus setipis mungkin yaitu asal telur tidak tampak dari permukaan. Kemudian masukkan wadah plastik tadi kedalam kotak atay kandang jangkrik yang telah dibuat. Semprot dengan air setiap hari dan pastikan agar medianya selalu lembab.

Biasanya anak jangkrik atau pun biasa kita sebut sebagai bayi jangkrik yang baru menetas harus dipelihara dalam kotak penetasan sampai berumur 10 hari. Jangkrik yang kecil ini sangat rawan (lembut) dengan lingkungan dapat mengamcam sehingga anak jangkrik membutuhkan perhatian yang serius dan secara intensif. Jika tidak dijaga maka populasinya akan cepat menyusut karena anak jangkrik akan mati. Diantara langkah-langkah perlu yang harus dilakukan setelah telur jangkrik menetas adalah dengan menjaga Kelembaban ruang, selalu memperhatikan makanan, menjaga suhu dengan alat pemanas (heater), membuat penandaan dan menjaga kebersihan lingkungannya. Pada saat sama kita perlua membuat persediaan untuk menjaga telur jangkrik yang baru menetas. Ada 5 hal harus dipersiapkan terlebih dahulu dimulai dengan menyiapkan atau membuat kotak penetasan telur jangkrik. Ini biasanya dibuat dengan ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Kotak pembesarannya. Ia berguna bagi tujuan memudahkan pada mengontrol. Harus pastikan agar selalu menjaga tingkat kelembaban ruang. Ini dengan mempastikan ruang tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab. Untuk tujuan mengontrol kelembapan, biasanya dengan diletakkan beberapa botol kecil yang diisi air yang ditutup dengan kapas yang selalu basah.

Tahap ini perlu diperhatikan kecukupan dan kesesuaian makanan dengan memastikan (jangkrik yang baru menetas) cukup makan. Makanan yang diberikan seperti stek bahan sayuran seperti lobak, tepung kacang hijau, wortel dan sebagainya secara bergantian. Alat pemanas listrik harus dipasang terutama ketika malam hari dengan memasang lampu (bulb) lampu dengan kapasitas lampu 5 watt saja. Memberikan tanda pada anak jangkrik penting dilakukan untuk mengetahui usia anak jangkrik sehingga ia dapat dipastikan waktu untuk menuai. Makanan diberikan secara konsisten untuk tingkat pertumbuhan yang baik. Menjaga kebersihan area ternak dalam kotak dibuat dengan kita membuang sisa - sisa makanan yang tidak habis dimakan dan diganti dengan yang baru. Kotoran sisa makanan ini akan menyebabkan kesehatan anak jangkrik untuk membesar akan terganggu. Untuk melindungi ternak jangkrik dari hewan predator, sebaiknya kotak ternak dipasang dengan kawat - kawat yang kokoh agar ia selamat dari gangguan predator seperti kecoa,  cicak, mengkarong untuk pertumbuhan jangkrik.

Baca juga cara beternak ayam, cara beternak bebek, cara beternak kambing, cara beternak sapi dan cara beternak puyuh

Belum ada Komentar untuk "CARA BETERNAK JANGKRIK SEBAGAI USAHA SAMBILAN DENGAN HASIL YANG MENGGIURKAN"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel