Cara memelihara sapi pedaging dan perkandangan sapi yang baik

PETERNAKAN

PETERNAKAN

Beternak atau memelihara sapi bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Ada juga yang bekerja di kantor tetapi dalam waktu yang sama bisa beternak sapi.

Manajemen Pemeliharaan Sapi
Cara manajemen sapi Pedaging adalah lebih mudah jika dibandingkan dengan sapi perah.

Ada 4 cara manajemen yang dapat dilakukan untuk reproduksi sapi pedaging:

1. Cara pemeliharaan sapi lepas bebas
Sapi-sapi dibiarkan bebas mencari makan atau merumput di sembarang tempat, apakah di daerah sendiri atau bukan. Ini termasuk merumput di tepi-tepi jalan. Cara seperti ini kurang baik di karenakan :
  1. Dapat merusak tanaman orang lain
  2. Kemungkinan mati ditabrak mobil, truk dan kendaraan lain, sapi akan terluka atau cedera.
  3. Makanan hanya mengandalkan rumput di daerah penggembalaan yang kemungkinan tidak mencukupi
  4. Perhatian sulit diberikan untuk sapi-sapi yang dilepas.
2. Cara pemeliharaan sapi dengan dikurung
Dengan cara ini sapi-sapi pembiak selalu berada di dalam kandang, dengan mendapatkan makanan bermutu tinggi secukupnya, air yang bersih setiap waktu dan garam pun cukup untuk dimakannya.

Makanan yang diberikan apakah rumput atau dedak atau campuran keduanya diberikan pada tingkat berat kering 3 - 5% dari bobot badan sapi setiap hari. Biasanya, rumput potong diberikan pada waktu pagi dan dedak akan diberikan pada malam hari.

Ruang lantai yang dibutuhkan yaitu sekitar 30 kaki persegi per ekor ternak sapi. Usaha yang lebih adalah diperlukan untuk mencuci kandang sapi dan menjaga kebersihan lingkungan.

3. Cara pemeliharaan sapi dengan Parsial Intensif

Cara ini lebih baik dan praktis di negara kita. Sapi yang dipelihara dibiarkan bebas mencari makan apakah di area rumput yang berpagar / di daerah ragotan publik dalam jangka waktu yang terbatas / tertentu. Sapi-sapi dipantau dan dihalau balik ke kandang untuk makanan tambahan dan berteduh di waktu malam. Ini berarti peternak sapi harus menyediakan kandang malam dan daerah penggembalaan yang memadai.

4. Cara pemeliharaan sapi dengan Tanaman Utama

Di negara kita daerah yang bertanam dengan tanaman utama seperti kelapa, kelapa sawit, karet dan kebun adalah sangat luas. Di bawah tanaman ini biasanya ada banyak sekali rumput - rumput yang subur. yang kebiasaannya, pestisida digunakan untuk membasmi tanaman itu.

Jika kita Integrasi dengan ternak sapi maka akan menghemat uang untuk memotong rumput tersebut sekaligus mengurangi biaya pemupukan pertanian. Dengan penggembalaan berpatroli, dalam satu hektar kebun kelapa sawit dapat menampung seekor ternak sapi pedaging dewasa.

PANDUAN KANDANG SAPI

Pembuatan Kandang Sapi Pedaging
Kandang Sapi Pedaging yang baik harus memiliki atap / atap yang tidak bocor dan lantai yang mudah dibersihkan serta drainase yang baik. Ukuran kandang 30 kaki persegi cukup untuk seekor Sapi Pedaging, berarti untuk 10 ekor Sapi Pedaging, kandang 20 kaki x 15 kaki dan tinggi 8-10 kaki akan memadai. Bahan-bahan lokal seperti bambu, kayu, atap daun nipah dapat digunakan untuk menghemat biaya pembangunannya.

luas kandang sapi pedaging
(Luas: 1 ekor = 30 kaki persegi. Jika 10 ekor = 20 kaki x 15 kaki dan tinggi 8 - 10 kaki)
tempat makanan dan minuman sapi pedaging
(Ruang makan = 1,5 kaki / ekor. Ruang minum 1 kaki / ekor)
Pasung atau Trevis
(Sebesar ukuran sapi pedaging, jika dimasukkan ke dalam sapi tersebut tidak dapat meronta)

Tempat Makanan dan Minuman sapi

Setiap kandang sapi pedaging harus memiliki tempat makanan dan minuman yang cukup. Ruang makanan adalah 1,5 kaki seekor dan ruang minuman yaitu 1 kaki tiap-tiap seekor sapi.

Pasung atau Trevis

Pasung atau trevis digunakan untuk membuat pemeriksaan, pengobatan atau inseminasi buatan setiap ekor sapi di kala waktu perlu. Ini berupa pagar yang kokoh sebesar ukuran seekor sapi, yang ketika seseekor sapi dimasukkan ke dalamnya, sapi itu tidak akan dapat meronta.

Makanan dan Air Minum sapi

Seekor sapi pedaging membutuhkan sekitar 20 hingga 30 kg rumput sehari. Sapi bisa hanya mengandalkan rumput jika sapi dalam kualitas yang baik. Jika tidak, makanan tambahan dan garam harus diberikan. Suplemen dapat mengurangi kuantitas rumput yang dimakan, tetapi harganya cukup mahal.

Hasil sisa pertanian yang lebih murah bisa juga dijadikan sebagai makanan tambahan, misalnya seperti; ampas kelapa sawit, kulit, kulit kakao, pucuk tebu, jerami padi, batang sagu dan sebagainya. air minum yang bersih harus diberikan setiap saat.

Pengontrolan Kesehatan Sapi

Mengontrol adalah lebih baik dari pada mengobati penyakit. Sapi yang sehat akan menambah hasil produksi.
Cara yang tepat mengontrol penyakit yaitu dengan sistem manajemen yang baik termasuk menjaga kebersihan kandang dan memberi makanan yang bermutu secukupnya.

Penyakit yang biasa terjadi pada sapi-sapi di negara kita adalah serangan cacing, parasit-parasit luar tubuh dan di dalam darah, luka. Untuk mengatasinya, berikan obat cacing 2-3 kali setahun dan semprotkan obat kutu setiap 2 bulan sekali dan jauhkan sapi dari benda-benda tajam.

Anak-anak sapi sangat mudah dijangkit kuman di pusat. Ini dapat dihindari dengan merawat pusatnya dan talipusat segera dibersihkan setelah anak-anak sapi lahir.

Metode Pembiakan Sapi 

Sapi-sapi yang telah matang atau sapi yang di dalam keadaan berahi saja yang bisa dikawinkan. Periode berahi selama 24 jam perlu diperhatikan dengan benar supaya tidak terjadi kesalahan. Jika waktu itu terlepas, periode berahi berikutnya akan datang kembali dalam waktu 18-24 hari (rata-rata 21 hari).

Di antara tanda-tanda sapi mau kawin adalah :
  1. Selalu terdengar bising.
  2. Panjat memanjat sesama sendiri.
  3. Memisahkan diri, gelisah dan kurang makan.
Sapi-sapi yang berhasil dikawinkan tidak akan menunjukkan tanda-tanda kawin setelah itu. Setelah 2 bulan, petugas dari departemen hewan dapat dipanggil untuk pemeriksaan bagi mempastikan kebuntingan sapi tersebut.
Setelah melahirkan anak, seekor sapi betina dapat dikawinkan kembali ketika datang berahi pada 40-60 hari kemudian. Seekor sapi betina tidak baik untuk diperbanyak lagi setelah 5-6 kali beranak, atau pada usia 8-10 tahun.

Perawatan Sapi Bunting
Periode bunting seekor sapi adalah sekitar 283 hari. Perhatian penuh harus diberikan saat sapi bunting sarat. Makanan yang bermutu dan air yang bersih dan cukup harus diberikan kepada calon ibu yang telah diasingkan di dalam kandang.

Di antara tanda-tanda sapi akan melahirkan anak adalah:.
  1. Susu dapat diperas dan berwarna kekuningan.
  2. Pangkal ekor kendor ke arah tulang punggung yang menjadi renggang.
  3. Bibir "toot" membengkak.
  4. Memisahkan diri dari kelompok sapi-sapi lain
  5. Selalu gelisah.
Ketika ini, sapi harus diasingkan ke dalam kandang khusus yang lantainya beralaskan rumput-rumput kering. Pemilik sapi harus selalu mengamati, tetapi tidak harus menghampirinya. bila sapi kondisinya sulit beranak, dokter hewan sebaiknya di panggil untuk memberikan pertolongan di mana perlu. Begitu juga setelah 24 jam melahirkan, jika urine (placenta) tidak keluar dengan sendirinya, kondisi ini perlu di minta pertolongan kepada dokter hewan.

Anak-anak sapi yang lahir dalam kondisi yang bersih, peluang terjadi infeksi kuman melalui talipusat adalah tipis, tetapi sebaiknya talipusat harus diobati dengan yodium untuk mempastikan setiap keburukan tidak terjadi.

Perawatan Sapi Setelah Kelahiran

Anak sapi yang baru lahir harus mendapat ASI (colostrum) setidaknya untuk 4 hari yang pertama. Menyusui berikutnya dapat diberikan sampai 3 bulan di mana anak sapi harus diceraikan dari induknya. Secara perlahan-lahan anak sapi itu harus diajarkan untuk memakan rumput dan dedak sebelum dicerai dari ibunya.

Ceraian susu yang awal dapat menjamin kesuburan sistem peranakan induk untuk kebuntingan kembali dengan cepat.

Anak-anak sapi harus mendapat perawatan intensif untuk mempastikan pembesaran yang sempurna.

Perawatan Anak Sapi Membesar

Anak sapi jantan yang tidak diperlukan untuk dijadikan induk, harus dikebiri supaya tak mengganggu reproduksi induk - induk sapi betina lain. Gangguan ini dapat menyebabkan induk - induk sapi betina melahirkan anak-anak yang tidak bermutu. Setelah dikebiri biasanya anak jantan itu akan lebih cepat tumbuh dan dapat segera digemukkan untuk dipotong. Tanduk juga harus dibuang agar tidak menimbulkan masalah penanganan apabila sapi itu besar kelak.

Anak betina yang sedang membesar pula harus diperhatikan supaya mendapatkan gizi yang baik dan tidak dikawinkan sebelum mencapai usia sekitar 2 tahun.

Belum ada Komentar untuk "Cara memelihara sapi pedaging dan perkandangan sapi yang baik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel