ciri-ciri burung unta dan jenis-jenis burung unta serta Cara beternak burung unta

PETERNAKAN

PETERNAKAN

BURUNG UNTA atau dalam bahasa ilmiah di sebut Struthio camelus, burung ini dalam bahasa aceh disebut juga sebagai cicem unta, kalau di indonesia burung unta hanya ada di kebun binatang karena burung unta bukan hewan asli indonesia. Burung unta berasal dari benua Afrika dan termasuk dalam order Ratitae yaitu jenis burung yang tidak bisa terbang tetapi bisa berjalan atau berlari dengan dua belah kakinya dengan sangat cepat. Burung jenis ini tergolong dalam keluarga yg sama dengan burung kasuari, rhea, emu, dan kiwi. burung unta memiliki postur badan yang sangat besar dan tinggi sangat berbeda dengan jenis burung lainnya. Dalam sejarah perkembangan manusia, burung unta mulai dibudidayakan secara komersil pada tahun 1860 -an di Afrika Selatan dengan tujuan utamanya adalah untuk produksi bulu. Setelah mengalami beberapa kali penurunan dan pemulihan maka pada tahun 1945, industri moderen burung unta mulai berkembang.

Industri Ternak Ayam dan ternak Bebek di indonesia dapat di katakan sebagai industri yang paling utama di dalam sektor peternakan di samping ternak sapi. 

Burung unta memiliki bobot badan antara 65 sampai 130 kg tetapi ada juga burung unta jantan yang dapat mencapai bobot badan sampai dengan 150 kg. dengan memiliki sepasang kaki dan sepasang sayap memungkinkan burung unta untuk berlari dengan sangat cepat dan menyeimbangkan berat badannya. Apabila Burung unta dalam kondisi liar atau burung unta yang hidup secara liar akan menendang musuhnya sebagai mempertahankan diri maka dari itu jangan mendekati burung unta yang hidup secara liar karena sangat berbahaya buat kita. Burung unta hidup berkelompok antara 5 sampai 50 ekor satu kelompok dan seekor jantan dapat menjaga 3 hingga 7 ekor betina dalam daerah. Burung unta memiliki leher yang cukup panjang sekitar 1,8 - 2.75 meter dengan sepasang mata yang sangat besar (mata burung unta adalah mata hewan vertebrata yaitu sekitar 50 mm - 2 inci). Matanya yang besar bisa membantu mendeteksi musuhnya dari jarak jauh dalam kondisi terancam. Kaki burung unta memiliki dua pasang kuku dan mampu berlari dengan sangat cepat hingga 70 km per jam. Itu merupakan satu kecepatan yang cepat untuk seekor burung yang tidak mampu terbang, sayapnya yang lebar yang terbuka selebar 2 meter di gunakan untuk penyeimbang pada saat lari dan ketika kawin dan melindungi anaknya. Burung unta memiliki 5 sub-spesies yang mana hanya spesies Struthio camelus saja yang cocok untuk dibudidayakan secara komersil.

Tujuan utama beternak burung unta di beberapa negara adalah untuk mendapatkan dagingnya. Tapi kini permintaan terhadap bulu dan kulit burung unta merupakan produk sampingan yang utama juga dalam industri ini. dari sebuah sumber disebutkan bahwa sejumlah besar burung unta mulai diimpor pada tahun 1994 dan sekarang ada lebih 35 tempat pemeliharaan burung unta di seluruh negara. Kalau satu lokasi diperkirakan ada 40 ekor burung unta maka jumlah populasi sekitar 1.500 ekor. dari satu ekor burung untuk dewasa mampu menghasilkan sebanyak 30 hingga 35 kg daging. Harga peternakan daging burung unta tidak menentu tergantung pada kuantitas, kualitas dan kelas daging tersebut. Kulit burung unta juga sangat berharga untuk dijadikan barang hiasan, sepatu, tas dan lain-lain dimana seekor burung unta dewasa mampu menghasilkan 1,2 - 1,5 meter persegi kulit. Bulu burung unta juga sangat cocok untuk dijadikan produk dekorasi dan produk kerajinan dimana seekor burung unta dewasa mampu menghasilkan sebanyak 1,5 sampai 1,8 kg bulu.

Daging burung unta semakin populer di kalangan pengguna dan mudah diperoleh terutama di restoran dan hotel ternama. terdapat tiga jenis keturunan burung unta tetapi hanya jenis South African Black juga dikenal sebagai burung unta Oudtshoorn. jenis ini merupakan keturunan domestik dan yang paling diminati dan dipelihara di seluruh dunia. Jenis burung unta ini memiliki kualitas bulu dan kulit yang tinggi yaitu paling banyak minyak dan daging merah yang padat jika dibandingkan dengan tiga jenis yang lain.

Seekor burung unta Afrika Black dapat mengeluarkan 14 kaki persegi kulit. Tinggi dan berat dewasa 120 kilogram (kg) ketika telah berumur antara 18 dan 20 bulan. jenis burung unta Blue Neck atau burung unta Somali di mana yang jantan berwarna biru di tengkuk dan di paha agak sulit diperoleh. burung unta jenis ini sangat cocok untuk pedaging, memiliki ukuran besar jika dibandingkan dengan burung unta African Blacks. Berat dewasa 160 kg. Merupakan burung unta yang paling tinggi dan bagian atas kepalanya botak tetapi memiliki kualitas bulu yang rendah. burung unta jenis Red Neck atau burung unta Massai di mana yang jantan berwarna merah muda atau merah di tengkuk dan paha serta jambulnya botak sedikit. Juga merupakan jenis burung unta yang tinggi, bobot dewasa dapat mencapai hingga 170kg, memiliki kualitas bulu yang rendah tetapi terlalu agresif atau temperamental.

Tentang sifat burung unta walau pun ia tidak bisa terbang, kita dapat melihat ukuran fisiknya yang besar dan memiliki leher yang panjang dan kuat serta mampu berlari hingga 70 kilometer per jam (40 mil per jam) bahkan merupakan jenis burung yang berlari tercepat di dunia. Jadi itu untuk beternak burung unta membutuhkan ruang terbuka untuk berlari dan bergerak bebas. Sifat - sifat lain yang unik bagi burung unta yaitu seperti sepasang kakinya yang besar yang hanya memiliki dua jari, otaknya sangat kecil dibandingkan dengan badannya yang besar, pendengaran dan penglihatannya sangat tajam dan kebiasaannya yang suka mematuk sesuatu sepanjang hari. Cara burung unta dan mekanisme kontrol suhu ada secara alami pada tubuh burung yaitu di mana burung unta menggunakan sayapnya untuk menutup tubuhnya yang tidak berbulu ketika dingin atau melebarkan sayapnya pada waktu panas. kita rasa di negara indonesia tidak masalah karena cuaca panas lembab sesuai untuk burung unta hidup sehat.

Reproduksi burung unta mulai dari proses pemilihan pasangan yang telah mencapai tingkat kematangan seks diikuti dengan proses kawin, penghasilan telur, inkubasi dan penetasan. Kematangan seks burung unta yaitu ketika berusia antara 4 dan 5 tahun sedangkan burung unta yang diternakkan akan matang lebih awal yaitu pada usia antara 2 dan 3 tahun dan dapat dijual pada umur antara 10 dan 12 bulan. Seekor burung unta betina dapat menghasilkan telur sampai antara 40 dan 80 biji per tahun. Telur tersebut bisa di eram dengan secara alami atau melalui alat inkubasi dimana waktu penetasannya memakan waktu selama 42 hari. Khusus bagaimana seekor burung unta jantan dapat kawin dengan beberapa ekor burung unta betina dengan rasio jantan betina 1: 1 adalah lebih sesuai.

Manajemen untuk beternak burung unta disebutkan dimulai dari tingkat perindukan atau brooding dari usia 0 - 3 bulan, diikuti tingkat juvenile dari 4 sampai 11 bulan dan tingkat dewasa 12 bulan ke atas. untuk burung unta pedaging 40 ekor burung unta dapat dipelihara di dalam area seluas 0,4 hektar. Dalam sistem peternakan burung unta secara intensif biasanya area seluas 50 meter persegi atau lebih diperlukan untuk sepasang burung unta. Untuk sistem semi intensif harga bertelur dan harga pensenyawaan lebih tinggi karena lebih banyak ruang makanan di peroleh dan kesempatan untuk kawin. Burung unta biasanya suka memakan biji - bijian atau makanan buatan berbentuk pelet seperti pelet ayam, buah - buahan, rumput, dan bunga - bungaan dan juga serangga seperti locust atau Siput. Rumput yang sesuai di makan burung unta terdiri dari Panicum maximum, Paspalum conjugatum, Asystasia coromandeliana dan Pennisetum purpureum. Burung unta memiliki gigi yang sedikit dan lemah tetapi ada juga yang tidak punya gigi. Kebanyakan burung unta akan menelan makanan mereka bersama batu kerikil yang berfungsi sebagai gastrolith untuk menggiling makanan di dalam perut. Burung unta dewasa diperkirakan membawa atau ambil bersama sekitar kilogram batu kerikil kecil ke dalam perut mereka. Ketika makan, burung unta akan mengisi tenggorokannya dengan makanan yang bolus dimana mengandung campuran makanan dan kerikil kecil akan ditolak masuk melalui kerongkongan dan seterusnya ke dalam perut untuk dicerna. Burung unta bisa bertahan tanpa meminum air untuk beberapa hari dengan menggunakan cairan metabolisme tubuh dan kelembaban ketika mencerna tumbuhan sebagai sumber pendapatan air tubuh. Burung unta juga sangat menyukai air dan sering sekali berendam jika air ada disekeliling mereka untuk mendinginkan badan.

Penyakit Avian Pox terjadi pada beberapa spesies burung unta dan dampaknya yaitu kutil yang menggerutu atau berwarna coklat dan tumbuh di sekeliling mata atau ada juga di tepi mulut dan paruh. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian yang tinggi jika tidak segera diobati. Serangga yang menusuk atau mengigit seperti nyamuk yaitu vektor penyebaran penyakit ini. Pemberian vaksin dapat mengontrol penyakit ini. Penyakit Green Urine influenza atau flu avian adalah sangat bahaya. Menginfeksi semua spesies burung unta. Penyakit ini menyebabkan kematian yang tinggi pada anak berusia kurang dari enam bulan. Oleh karena infeksi ini disebabkan oleh virus, tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini melainkan pencegahan saja. Gejala penyakit ini adalah urine berwarna hijau atau green urine. Peternakan burung unta memang dapat dikembangkan lagi untuk produksi daging, kulit dan bulu serta produk untuk menarik para pariwisata. Tas dan sepatu yang dibuat dari kulit burung unta memang 'class' dan harganya juga memang mahal.

Baca juga cara beternak ayam, cara beternak ayam pedaging, cara beternak ayam petelur, cara beternak ayam aduan, cara beternak ayam serama, cara beternak ayam kate dan cara beternak ayam arab

data ini di olah dari berbagai sumber

Belum ada Komentar untuk "ciri-ciri burung unta dan jenis-jenis burung unta serta Cara beternak burung unta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel