JENIS KAMBING SHAMI (SHAMI GOAT) DAN CARA BETERNAK KAMBING SHAMI ATAU KAMBING DAMASCUS

PETERNAKAN

peternakan

JENIS KAMBING SHAMI (SHAMI GOAT)

1. PENDAHULUAN DALAM PETERNAKAN KAMBING SHAMI (SHAMI GOAT)

Kambing Damascus juga dikenal dengan nama Kambing Shami (Shami Goat) adalah keturunan asli kambing Suriah dan beberapa negara sekitarnya Timur Tengah. Kambing ini telah dibawa ke Siprus sekitar 70 tahun lalu untuk tujuan memperbaiki populasi kambing di Siprus. Jenis ini telah diidentifikasi sebagai satu jenis kambing yang berkualitas oleh "Technical Consultation of FAO / UNEB on Animal Genetic Resources, Conservation and Management".

2. Bentuk dan ciri-ciri Kambing Shami

Kambing Damascus (Shami) memiliki bulu panjang yang berwarna coklat kemerahan. Ada bercak - bercak putih di badan, kaki dan wajah. Telinga kambing ini panjang dan berjuntai antara 27 centimeter sampai 32 centimeter panjang. Berat kambing dewasa jantan adalah sekitar 65 ± 5 kg dan kambing dewasa betina adalah 75 ± 5 kg. Kambing-kambing jantan dan betina keduanya memiliki tanduk.

3. Sistem Manajemen Utama Peternakan Kambing

Kambing - kambing Shami ini membutuhkan sistem manajemen dan suasana makan yang baik untuk bisa memenuhi potensi genetik sebagai kambing susu. Gizi dari padang penggembalaan tidak dianjurkan dalam kegiatan ini.
Kambing-kambing ini juga bisa diternak dalam jumlah yang kecil dan juga secara besar-besaran. Fasilitas kandang dan makanan adalah kebutuhan utama dalam kedua kondisi.

Jenis kambing ini diidentifikasi sebagai jenis yang terbaik bagi peternakan untuk tujuan menghasilkan daging dan juga susu. Berdasarkan kualitas ini juga, studi - studi telah dilakukan secara ekstensif tentang potensinya dan kebutuhan gizi di berbagai tingkat umur kambing ini.

Manajemen dan sistem gizi seperti cara menyusui, masa menyusui anak kambing, menyusui berkelanjutan atau menyusui Berbantu, kebutuhan karbohidrat dan kebutuhan protein induk kambing, anak kambing dan praktek penggemukkan kambing juga dikaji. Penelitian menemukan bahwa tanpa menyusui induknya, anak kambing masih dapat tumbuh dengan baik.

4. Ciri-ciri reproduksi kambing Damascus

Kambing Damascus dapat dikategorikan sebagai kambing yang bereproduksi secara musiman dan musim kawin adalah dimulai pada bulan Agustus dan berlangsung sampai pertengahan Desember

Pada usia 220 sampai 270 hari, kambing - kambing Damascus betina siap untuk kawin. Berat kambing betina pada usia ini adalah 42 kg ke 54 kg tergantung pada jenis kelahirannya. Fitur ini juga memungkinkan reproduksi awal dan reproduksi dapat terjadi pada usia 13 sampai 16 bulan.

Aktivitas reproduksi kambing Damascus dapat dikembalikan dalam waktu 43 hari dari hari kambing itu melahirkan anak. Tingkat kesuburan adalah dari menengah ke tinggi yaitu 80% ke 90%, ini merupakan karakteristik kebanyakan keturunan kambing yang tinggi produksi susunya.

Kemampuan untuk menghasilkan anak untuk jenis ini adalah antara yang tertinggi dengan rata-rata 1.80 anak dari seekor induk setiap kali bunting.

5. Kinerja Produksi kambing

Dengan metode produksi semi intensif, cara seperti ini untuk menghasilkan anak adalah lumayan tinggi. Kebutuhan gizi untuk pertumbuhan sebelum dan setelah menyusui telah dikaji dengan teliti. Daging anak kambing jenis ini adalah kurang berlemak dibandingkan dengan daging domba, perbandingan ini dibuat berdasarkan bobot kambing ketika dipotong atau waktu yang sesuai untuk dipotong. Waktu terbaik untuk tujuan kambing pedaging adalah pada usia 120 hari yaitu ketika jumlah daging adalah 55% dan jumlah lemak adalah 26,8%.

6. Potensi Produksi Susu Kambing Shami

Kambing Shami adalah hewan ternak untuk 2 (dua) tujuan yaitu untuk tujuan ambil daging dan susu. Produksi susu Kambing Shami adalah setelah kelahiran anak dan juga selama periode menyusui anak. Ini adalah karena masih ada banyak lagi susu meskipun anak kambing itu menyusui dari ibunya.

Total produksi susu sehingga anak kambing itu berhenti menyusui dengan ibunya adalah antara 350 kg sampai 650 kg setiap kali menyusui.

Produksi susu ini berlangsung dari lima ke sembilan bulan setelah anak kambing berhenti menyusui dan periode produksi susu dapat berlanjut sampai setahun. Kandungan lemak dan protein dalam susu merupakan salah satu ciri pada jenis yang berpengeluaran tinggi yaitu dari 3,8% sampai 4,5% lemak dan dari 4,0% ke 4,8% dari protein. Kambing yang mengeluarkan susu membutuhkan diet yang tinggi protein untuk memastikan produksi susu yang tinggi dan berkepanjangan.

Mesin pemerah susu kambing telah menggantikan pengunaan tangan. Praktek memerah susu dua kali sehari harus dihentikan pada akhir pekan dan pemerahan susu sekali sehari tidak memberikan perbedaan terhadap produksi susu.

7. Penilaian Kinerja

Kinerja produksi telah dicatat pada tahun 2000 yang melibatkan 100 ekor kambing. Penilaian didasarkan pada catatan kinerja yang telah tersedia dari tahun 2000 sampai 2003, namun dasar pengamatan ini tidak merata berdasarkan jumlah observasi yang dilakukan.

Hasil dari pengamatan tersebut ditemukan bahwa produksi susu telah meningkat dari tahun 2000 ke 2003. Ini adalah hasil dari proses seleksi yang sempurna dan praktek penggantian induk yang dilakukan sepanjang tahun.

Produksi susu yang tinggi adalah ketika konsumsi susu dilakukan setelah anak kambing ini dilahirkan, Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan produksi susu yang tinggi dihasilkan ketika induk kambing dipisahkan dari anak kambing setelah dua hari dilahirkan.

Data bagi pertumbuhan anak kambing adalah agak terbatas karena hanya ada jumlah yang terbatas saja yang dicatat perkembangannya setelah dilahirkan.

Satu unit harus diwujudkan untuk penelitian terkait pertumbuhan anak kambing setelah masa menyusui dan jumlah produksi susu induk kambing untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Sejauh ini hanya informasi tentang berat anak kambing sewaktu lahir dicatat.

Berat anak kambing sewaktu lahir adalah memuaskan dan sesuai dengan penelitian-penelitian lain sebelumnya.  Anak kambing jantan lebih berat (4,4 ± 0,7 kg) dibandingkan dengan anak kambing betina (3,9 ± 0,7 kg), tercatat rata-rata berdasarkan jenis kelahiran dan ini adalah berat rata-rata terbaru dari jenis ini.

Kambing Damascus (Shami) dari Siprus ini adalah yang terbaik, sangat mudah untuk mengadaptasi ke kondisi baru dan kambing jenis yang kuat. Pengalaman dari peternakan lokal dan peternakan luar negeri memberikan keyakinan bahwa jenis kambing ini dapat dibudidayakan sebagai keturunan asli atau hibrida untuk meningkatkan produksi susu di peternakan lokal atau untuk sistem peternakan dua hasil, daging dan susu.

8. Kesimpulan

Peternakan Kambing jenis Shami ini adalah sangat potensial untuk dikembangkan dan menguntungkan. Dalam waktu 4 tahun, setiap pemilik kambing akan mendapatkan kembali investasi dan memperoleh keuntungan dari keseluruhan jumlah investasi.

Baca juga cara beternak ayam, cara beternak lembu/sapi, cara beternak bebek, cara beternak puyuh, cara beternak kambing boer dan cara beternak burung

Belum ada Komentar untuk "JENIS KAMBING SHAMI (SHAMI GOAT) DAN CARA BETERNAK KAMBING SHAMI ATAU KAMBING DAMASCUS"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel