PETERNAKAN BURUNG MERPATI, JENIS-JENIS BURUNG MERPATI DAN LANGKAH-LANGKAH BETERNAK BURUNG MERPATI

PETERNAKAN

PETERNAKAN

PETERNAKAN BURUNG MERPATI
BURUNG MERPATI dalam bahasa ilmiah di sebut Columba domestica atau dalam bahasa Inggris disebut 'Domestic Pigeon' yang merupakan yaitu sejenis burung yang paling dikenal dari keluarga Columbidae. banyak masyarakat indonesia yang memelihara atau beternak burung merpati yang dijadikan sebagai hobi ataupun sebagai bisnis, bahkan di kota-kota besar di eropa burung merpati di pelihara secara bebas seperti di kota roma italia. kalau masyarakat di desa biasanya memelihara burung merpati ini dalam sangkar dan di pajang di depan rumah. kalau burung merpati yang di pelihara secara lepas atau yang tidak di kurung dalam sangkar biasanya diberi makan di tanah lapang, sosok burung merpati yang sangat suka menganggu orang karena berak sembarangan bahwa burung merpati ini kalau lagi lapar akan masuk kedalam rumah jika pintu rumah atau jendela terbuka, itu yang sangat menjengkelkan orang. namun belum banyak dikalangan masyarakat kita yang berpikir untuk mereka membuat burung merpati sebagai satu bisnis dengan memotong dan menjual dagingnya. Di beberapa negara ada beberapa kegiatan membuat 'merpati potong' sebagai satu lahan bisnis yang menguntungkan. Ini karena burung merpati potong atau merpati pedaging ini bisa menjadi bisnis yang menguntungkan. burung merpati kini dianggap sebagai satu alternatif menghasilkan daging unggas baru yaitu setelah industri peternakan ayam dan bebek. Jika ayam pedaging yang sekarang diternak membutuhkan waktu pemeliharaan minimal selama 42 hari namun burung merpati hanya membutuhkan waktu 28 hari untuk jadi unggas yang bisa di potong menjadi daging. rasa daging burung burung sangat lezat, namun tidak banyak rumah makan yang menyediakan menu daging burung merpati.

JENIS-JENIS BURUNG MERPATI

Sebenarnya ada beberapa jenis burung merpati yang bisa dikembang biakkan menjadi unggas yang bisa menghasilkan daging. Burung merpati biasanya memiliki ukuran badan yang besar dan pertumbuhannya yang pesat ketika masih muda. Antara beberapa jenis (Ras) adalah seperti Polish Lynx (Berat badan sekitar 600 gram), Pomerian Crooper (Berat badan sekitar 624 sampai 734 gram), Lahore (480 sampai 510 gram), Florentine (500 sampai 800 gram), English Terrier (570 sampai 660 gram), Carneu (660 sampai 740 gram), French Mondaine (780 sampai 900 gram), Swiss Mondaine (840 sampai 900 gram) dan King (850 sampai 1,000 gr). Ada juga beberapa jenis atau ras burung merpati lain yang sangat potensial untuk diternakkan dan menjadi unggas pedaging seperti jenis Carneau,  Jewel Mondaine, Giant Runt, Modena dan Gazzi. burung merpati Lokal (Bobot badan 250 sampai 300 gram) yang banyak diternakkan penduduk di negera kita sebagai burung selalu 'bertaburan' (sering terbang) sebenarnya yaitu tidak cocok untuk dijadikan bisnis daging yang menguntungkan. Ini karena disebabkan jika dijadikan hewan pedaging adalah memiliki ukuran tubuh terlalu kecil. Di antara beberapa jenis burung merpati di sebutkan diatas, jenis burung merpati yang sesuai untuk dijadikan sebagai burung merpati pedaging di Indonesia adalah King. Burung Merpati ini hasil dari persilangan antara Spesies Homer, Malta, Runt dan Duchess. jenis burung merpati ini memiliki warna bulu putih, merah, silver, hitam, kuning dan sebagainya. Burung Merpati ini tergolong merpati pedaging yang paling baik karena jenis ini memiliki daging dada yang tebal.

LANGKAH-LANGKAH BETERNAK BURUNG MERPATI

Beternak atau memelihara burung merpati membutuhkan tempat yang sederhana yaitu dengan menyediakan kandang atau sangkar dibuat dari kawat atau kayu. Kandang yang dibangun biasanya berukuran 60 cm x 40 cm x 50 cm untuk sepasang Burung merpati. Bagian dalamnya dilengkapi dengan sarang untuk bertelur dan juga tempat makan dan minum. Dalam kandang dibuat kotak-kotak untuk setiap ekor burung merpati. mungkin kita sering melihat sangkar burung ini dan dijuluki sebagai 'pigeon hole' di kantor untuk mengisi surat-surat resmi. biasanya setiap spesies Burung merpati memiliki usia dewasa kelamin berbeda dimana pada umumnya usia sesuai untuk dikawinkan pada umur 5 sampai 8 bulan. Spesies Homer cocok dikawinkan setelah berusia 5-6 bulan, spesies King dan spesies Mondaine pada usia 6-7 bulan dan spesies Runt pada usia 8 bulan. jika dilakukan pemeliharaannya baik sering pasangan Burung merpati itu akan terus produktif berkembang biak hingga berumur 3 sampai 4 tahun. Pasangan Burung merpati yang bagus dapat menghasilkan 10 hingga 14 ekor Burung merpati muda dalam waktu 1 tahun. jika cara beternak Burung merpati secara intensif kita paling banyak dapat menghasilkan 24 ekor merpati muda setahun.
Seperti yang kita ketahui bahwa burung merpati bertelur cuma 2 butir setiap kali bertelur. Telurnya akan diinkubasi selama 18-19 hari oleh Burung merpati sehingga telur bisa menetas. Setelah menetas anak Burung merpati muda akan disuap oleh induknya. Dalam waktu sama proses pembesaran anak Burung merpati akan diasuh oleh induknya. Ini memungkinkan burung merpati tidak membutuhkan lampu pemanas seperti halnya yang terdapat pada pemeliharaan untuk ayam dan bebek. Ketika anak burung merpati usia 2 sampai 3 minggu biasanya induk betina mulai bertelur lagi. Pemberian makanan tingkat selanjutnya dilakukan oleh induk merpati jantan. Biasanya juga ketika umur burung merpati sudah mencapai 4 minggu maka anak Burung merpati sudah cocok untuk dijadikan sebagai merpati pedaging untuk di potong. Pada masa itu biasanya anak Burung merpati King telah mencapai berat badan sekitar 460 sampai 690 gram seekor. Ketika dipotong jumlah daging karkas yang dapat dikonsumsi sekitar 60-70%. daging burung merpati biasanya dijual dalam bentuk karkas beku dengan berat sekitar 400 sampai 580 gram seekor.

Daging burung merpati yang telah siap di potong dan dibersihkan disimpan dalam suhu dingin. Kualitas daging burung merpati dapat dibedakan dengan tiga kelas yaitu Kelas Super (580 gr /ekor), Kelas I (470 gr/ekor) dan kelas II (400 gr/ekor). Kalau terus dipelihara lebih lanjut maka anak burung merpati dapat mengatur dirinya sendiri setelah umur 6-7 minggu. Setelah itu anak tersebut harus dipisahkan agar keluar sangkar atau kandang agar tidak mengganggu kegiatan merpati induknya. Mengendalikan burung merpati untuk pedaging memang mudah yaitu lebih mudah dari beternak ayam daging. yang penting adalah burung merpati tersebut diberikan makanan dan minuman yang cukup. Penting juga aspek kebersihan kandang dan area sekitarnya. penelitian menemukan kebutuhan makanan burung merpati dewasa sekitar 75 gr/ekor sehari. Bagi Burung merpati muda yaitu sekitar 50 gr/ekor sehari. Ini berarti kalau kita ingin memelihara 100 pasang induk Burung merpati pedaging maka setiap hari dibutuhkan makanan sebanyak 15 kg. Untuk kebutuhan air minumnya tidak terbatas dengan menyediakan air pada setiap saat harus selalu tersedia.

MAKANAN BURUNG MERPATI

Makanan burung merpati sangat mudah disediakan dan dibeli. Ini karena burung merpati sangat menyukai biji-bijian seperti padi, biji jagung, sorghum, kacang tanah, sorgum, biji gandum, kacang hijau, kedelai, gandum, kurang menyukai pellet. Bagaimana pun apa yang paling praktis menggunakan makanan dari pelet makanan ayam karena pelet ini memiliki semua unsur kebutuhan zat makanan yang diperlukan. Burung merpati yang diberi makanan pellet lebih cepat besar dibandingkan yang diberi bahan makanan dari biji-bijian. Pengamatan menunjukkan jika burung merpati diberikan makanan pellet ia akan dapat bertelur kembali setiap 45 hari. Jika burung merpati diberi makanan biji-bijian hanya akan bertelur setiap 50 hari (Penundaan 5 hari). Seterusnya menggunakan makanan dari biji-bijian sebaiknya disarankan untuk mencampur bahan gandum dari 35% beras, 50% jagung, 10% biji gandum, 5% kacang - kacangan dalam bentuk butiran pecah terutama menjelang burung merpati bertelur. Jika menggunakan campuran biji - bijian dan pellet sebagai bahan makanan burung merpati itu sebaiknya terdiri dari 50% biji jagung pecah, 48% pellet ditambah dengan 2% tepung kulit kerang dan premix. Makanan burung merpati untuk daging sebaiknya mengandung zat protein sebesar 14-15%, lemak 2-5%, karbohidrat 60-70% dan serat kasar maksimal sekitar 5%. Untuk menghasilkan 500 gram daging burung merpati membutuhkan lebihkurang sekitar 3,2 - 3/6 kg bahan makanan. Kemudian untuk mendapatkan sepasang induk burung merpati siap untuk bertelur dibutuhkan lebihkurang 26 kg bahan makanan yg dihitung sejak burung merpati masih anak.

Ternak burung merpati untuk pedaging biasanya cukup mudah karena burung merpati tahan terhadap penyakit dibandingkan ayam pedaging. Ini disebabkan burung merpati secara fisik lebih kuat karena selalu terbang. Beberapa penyakit menular yang mungkin menyerang burung merpati antara lain snot (pilek), cocsidiosis, cacing dan cacar (difteri). Penyakit itu dapat di cegah melalui kegiatan sanitasi kandang dan lingkunganya serta selalu memberi makanan yang bermutu yang memadai dan sistem ventilasi kandang yang memadai. Bagi yang ingin memulai dalam bidang peternakan burung merpati pedaging sebagai bisnis yang menguntungkan sebaiknya dimulai dalam skala kecil dahulu dan jika ada keterampilan dan peluang pasar maka dapat dikembangkan dalam skala lebih besar lagi. Agaknya untuk memulai peternakan burung merpati pedaging berapa pasang yang harus dipelihara?  Hal itu sangat tergantung pada kemampuan kita dalam menguasai teknologi peternakan dan kemampuan manajemen dan peluang pasaranya. sebagai saran untuk mereka yang ingin beternak secara hobi mereka bisa mulai sekitar dengan 5 -10 pasang (artinya sekitar 1 - 20 ekor dulu). Tujuan pemeliharaan untuk percobaan dan mengenal akan sifat - sifat burung merpati itu lebih mendalam. jika berhasil pada tahap ini baru dikembangkan pemeliharaanya sesuai permintaan pasar. demikianlah informasi seputar burung merpati, data ini kami dapatkan dari beberapa sumber.

Baca juga cara beternak ayam pedaging, cara beternak ayam petelur, cara beternak ayam arab, cara beternak ayam kate, cara beternak ayam aduan, cara beternak ayam serama dan cara beternak ayam ayam kampung.

Belum ada Komentar untuk "PETERNAKAN BURUNG MERPATI, JENIS-JENIS BURUNG MERPATI DAN LANGKAH-LANGKAH BETERNAK BURUNG MERPATI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel