Peternakan Kelinci dan Penyakit yang sering menyerang Kelinci serta cara pengobatan kelinci yang sakit

PETERNAKAN

PETERNAKAN

Penyakit yang sering menyerang Kelinci

Untuk kita ketahui kelinci yang sehat hanya menghasilkan dua jenis kotoran yaitu kotoran solid atau fecal (yang berbentuk bulat kering dan tidak berbau) dan juga kotoran yang dikenal sebagai Cecotropes. Ada beberapa pemilik kelinci terutama yang baru dengan kelinci, akan heran melihat kelinci mereka memakan kotorannya sendiri, Jangan lah salah sangka kotoran yang dimakan oleh kelinci itu dikenal sebagai Cecotropes atau cecal. Cecal diproduksi sendiri oleh sistem alami kelinci, dan biasanya dimakan langsung oleh kelinci setelah dikeluarkan dari "OVEN" alaminya. Cecal yang dimakan oleh kelinci ini mengandung bakteri baik dan juga khasiat dan dibutuhkan oleh kelinci untuk memenuhi nutrisi pemakanannya dan juga membunuh kuman jahat dalam usus.

Ciri kotoran diare seperti air yang pekat, pada awalnya hijau dan berbau dan di tingkat kritis itu hanya air putih kekuningan.
  • Masalah seperti ini jarang terjadi pada kelinci dewasa, biasanya lebih cenderung terjadi pada kelinci muda yang berumur 8 minggu kebawah. Jika ini terjadi pada kelinci dewasa, ini ada kemungkinan dari diet yang dikonversi secara mendadak, atau mungkin juga disebabkan oleh beberapa masalah seperti: Cacing Pita, Cacing Gelang dan juga ganguan usus.
Penyakit Diare biasanya menyerang kelinci yang muda, Mengapa seperti seperti itu??
  • Jika kelinci berumur kurang dari 8 minggu, dan tidak mendapatkan susu dari induknya, masalah ini adalah karena ia masih membutuhkan susu induknya dan terlalu muda untuk dipisahkan dari susu induknya. Kebanyakan dari toko hewan peliharaan menjual kelinci muda yang berusia kurang dari 8 minggu dan bahkan kadang - kadang kurang dari 4 minggu, karena pada usia semuda itu anak kelinci terlihat sangat lucu dan dapat menarik pembeli untuk membelinya. Sayangnya banyak diantara kelinci yang masih kecil ini akan mati karena masalah diare. Pada usia ini anak kelinci memang sudah pandai makan sendiri dan minum sendiri. Walau bagaimanapun sistem pencernaannya yang masih muda, ini masih membutuhkan susu induknya dan juga cecal yang dihasilkan oleh induk betinanya untuk menyeimbangkan PH didalam perut muda yang menerima makanan padat, dan masalah diare tidak terjadi. Jika masalah ini terjadi, segera dapatkan perawatan untuk kelinci peliharaan kita. Jangan dibiarkan masalah ini berkelanjutan. Ini adalah karena jika diare berlanjut kelinci akan menjadi lemah dan dapat terjadi kematian.
Apa yang harus dilakukan??
Dapatkan perawatan segera dari dokter hewan. Penting untuk memastikan kelinci yang mengalami diare ini dalam kondisi bersih. Bersihkan bagian punggung yang terkena kotoran, untuk memastikan ia tidak berbau yang dapat mengundang serangga seperti lalat menganggu.
Jika terlalu kotor dan berbau , basuhlah bagian yang kotor saja dengan air tidak harus memandikan kelinci seluruh badan
Pastikan kelinci peliharaan kita minum banyak air yang bersih, ini untuk menghindari kelinci dari dehidrasi atau kita dapat mencoba mencampur ramuan seperti dibawah ini dan diberi berkelanjutan untuk kelinci dengan meletakkan didalam botol atau mangkuk minumannya ataupun menyuapnya mengunakan Syringen.
  • 1 cangkir air bersih
  • 2 sendok teh gula
  • 1/4 sendok teh baking soda
  • sedikit garam
Rehydration Solution (Ort)
Berikan Ort kepada kelinci peliharaan kita sesering mungkin, sehingga ia pulih dari diarenya. Berikan juga kelinci hay dan juga sedikit Rolled Oats bukan yg cepat (hanya sesendok kecil) bila ada. Pastikan kelinci tersebut bersih dan nyaman serta memastikan kelinci peliharaan kita minum lebih banyak air. Pastikan juga kelinci tersebut makan sedikit, sayuran atau makanan bayi yg dijual dipasar juga turut membantu, dengan mengunakan Syringe suapkan makanan tersebut dalam jumlah sedikit tapi sering.

Pencegahan dengan setiap perubahan kelinci peliharaan. Ini adalah karena ketika masalah diare tidak disadari dari awal dan lambat diobati dapat menyebabkan kematian. Diare merupakan salah satu faktor besar kematian ternak kelinci. Terutama ternak kelinci yang berumur 8 minggu kebawah. Ada beberapa penyebab terjadinya penyakit diare.

Jika kelinci peliharaan kita berumur kurang dari 8 minggu dan terpisah dari induk betinanya, masalah ini adalah karena anak kelinci ini masih membutuhkan susu dan cecal induknya. Kebanyakan toko hewan menjual kelinci muda yang berusia kurang dari 8 minggu dan bahkan kadang - kadang kurang dari 4 minggu, karena pada usia semuda itu anak kelinci terlihat sangat lucu dan dapat menarik pembeli untuk membelinya. Sayangnya banyak diantara kelinci yang masih kecil ini menjadi mati karena masalah penyakit diare. Pada usia ini anak kelinci memang sudah pandai makan sendiri dan minum sendiri. Walau bagaimanapun sistem pencernaanya yang masih muda, ini masih membutuhkan susu induknya dan juga cecal yang dihasilkan oleh induknya untuk menyeimbangkan PH didalam perut kelinci muda yang menerima makanan padat dan masalah diare tidak akan terjadi.

makanan yang berserat rendah dan tinggi protein dan karbohidratnya. makanan seperti ini membuat proses pencernaan kelinci melambat dan menyebabkan perubahan PH dalam perut kelinci yang memungkinkan bakteri berkembang biak dan menyebabkan penyakit diare. Perubahan makanan mendadak juga dapat menyebabkan masalah ini. Jadi jika ingin memberi sayur - sayuran atau tumbuh - tumbuhan kepada ternak kelinci, beri secara bertahap dan satu persatu karena lebih mudah untuk dilacak jika penyakit diare terjadi.

Pemberian Obat - Obatan
Pemberian dosis yang berlebihan beberapa antibiotik dapat membunuh bakteri baik yang dibutuhkan oleh ternak kelinci. Untuk jangka panjang ini dapat melemahkan sistem imun tubuh kelinci untuk melawan bakteri jahat dan meningkatkan toxin dan penyakit diare dapat terjadi. Antibiotik yang diambil secara oral lebih mudah membunuh bakteri baik dibandingkan jika diberi secara suntikan. Saat memberi antibiotik makanan yang tinggi karbohidrat (seperti memberi Grains dan buah) akan meningkatkan masalah diare terjadi, Stress juga dapat menyebabkan diare.

infeksi
Sebenarnya penyakit diare hanya dan sering terjadi disebabkan faktor makanan dan juga konsumsi antibiotik yang berlebihan. penyakit diare disebakan oleh infeksi sangat jarang terjadi. Bagi ternak kelinci muda, diare dapat disebabkan oleh infeksi E.coli. Dan infeksi oleh Coccidia yaitu lebih sering pada semua ternak kelinci tidak memandang usia.

Tanda-tanda Ternak Kelinci terserang diare
  1. kotoran yang lembek dan tidak solid bercampur air dan berwarna hijau di tahap awal.
  2. Kelinci akan kehilangan nafsu makan dan kurang minum air
  3. Tidak banyak bergerak, dan mungkin mengelurkan bunyi berderam
  4. Pada tingkat kritis, kotoran yang keluar hanya lah seperti air berwarna putih kekuningan
  5. Kelinci cacat dan menjadi lemah
  6. Bila terlambat dan tidak segera diobati kematian dapat terjadi
Menghindari dari penyakit diare pada kelinci
Secara singkat untuk menghindari kelinci dari diare sangatlah mudah;
  1. Jangan pisahkan anak kelinci dari induknya kurang dari 8 minggu.
  2. Beli atau dapatkan kelinci yang hanya berumur sekurang - kurangnya 8 minggu.
  3. Berikan makanan yang tinggi serat paling mudah beri lebih banyak hay dari pallet
  4. Beri atau perkenalkan makanan sayuran atau tanaman secara bertahap dan satu persatu. Dan hindari memberi sayuran dan tanaman yang tumbuh liar dan beracun.
  5. Berikan antibiotik dalam dosis yang dianjurkan dan dalam jangka waktu yang terbatas. 
  6. Kurangi membawa keluar kelinci ke lingkungan atau kawasan yang dapat memberi dampak stress pada kelinci tersebut.
  7. Jaga lingkungan dimana kelinci ditempatkan bersih bagi menghindari dari infeksi.
Apa yang Perlu Dilakukan pada kelinci yanng terserang diare;
  1. Segera dapatkan pengobatan
  2. Berikan Hay sebagai 100% makanan saat ini dan jika kelinci masih mampu untuk makan.
  3. Hindari memberi makanan yang mengandung karborhidrat yang tinggi, seperti; pellet tinggi protein, buah - buahan tinggi gula dan Grains
  4. Penting untuk memastikan ternak kelinci yang mengalami penyakit diare ini dalam kondisi bersih dan nyaman. Bersihkan bagian punggung yang terkena kotoran untuk memastikan ia tidak berbau yang dapat mengundang serangga seperti lalat menganggu.
  5. Jika terlalu kotor dan berbau, bersihkan bagian yang kotor saja dengan air tidak harus memandikan kelinci seluruh tubuhnya. Pastikan kelinci tersebut minum banyak air yang bersih, ini untuk menghindari kelinci dehidrasi atau kita dapat mencoba mencampur Ort seperti dibawah dan diberi berkelanjutan untuk kelinci sehingga pulih dengan meletakannya didalam mangkuk minuman atau menyuapnya memakai Syringe.
  6. Berikan Ort untuk kelinci sesering mungkin, sehingga kelinci pulih dari penyakit diarenya.
  7. Berikan kelinci hay dan juga sedikit Rolled Oats bukan yang cepat (hanya sesendok kecil) jika ada.
  8. Pastikan juga kelinci makan sedikit sayuran yang dipuri atau makanan bayi yang dijual dipasar juga turut membantu, dengan mengunakan Syringe suapkan makanan tersebut dalam jumlah sedikit tapi sering.
Probiotics seperti Denes Probiotic ditambah Powder adalah sangat membantu jika kita bisa mendapatkannya. Dicampur didalam makanan

Selain itu Arsenicum album 30c drops atau Phosphorus 30c juga dapat mambantu. Mungkin tersedia dari dokter hewan atau Farmasi. Diberi terus secara oral.

KUTU HAMA (FUR MITES)
Kutu dan hama merupakan masalah biasa bagi ternak kelinci peliharaan, kucing dan juga anjing. Dan hewan - hewan ini bisa jadi pembawa kepada masalah ini, dan ia dapat terinfeksi oleh manusia atau pemilik hewan - hewan bersangkutan. Ini adalah disebabkan oleh parasit Listrophorus Gibbus dan juga parasit Cheyletiella Paracitoctorax
parasit Cheyletiella Paracitoctorax biasanya hanya berada dipermukaan kulit dan paling umum pada ternak kelinci. Ia juga dikenal sebagai 'walking dandruf'. Dan itu biasa juga ada pada kelinci - kelinci yang sehat. Siklus hidupnya yaitu selama 5 minggu. Kutu tungau betina bertelur dan melekatkan telur di bulu kelinci atau rambut.
Sintom dan tanda - tanda kritis: ada kerak dibagian tengkuk kelinci dan terlihat seperti lapisan ketombe. Dan menyebabkan iritasi pada kelinci. Dan kehilangan atau keguguran bulu terjadi.
Pengobatan: Dapatkan suntikan IVERMECTIN di klinik hewan
Listrophorus Gibbus (kutu babi) merupakan kutu yang jarang sekali di jangkiti oleh kelinci. Ia mudah terinfeksi oleh ternak kelinci yang sering lepas bebas di halaman rumah dan lapangan. Ini adalah karena ia hanya bertelur di dalam tanah dan hanya larva yang hinggap pada kelinci, kucing dan juga anjing. Kutu tersebut akan mengisap darah hinga 3-4 kali lipat dari ukuran badannya dan jatuh kembali ke tanah untuk melanjutkan siklus hidupnya.

Sintom dan tanda tanda kritis: Larva biasanya akan menghisap darah di telinga, bawah dagu, tepi mata, di bahu, kaki dan celah kaki. Gigitan dari kutu tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit dan efek garu dapat menyebabkan infeksi.

KURAP (menggali Mite)
Kurap merupakan infeksi yang serius dan jika tidak diobati lebih awal akan menjadi kritis. Bukan itu saja parasit dari kurap ini dapat menginfeksi kelinci - kelinci lain, kucing, anjing dan mungkin juga pemilik hewan tersebut. Siklus hidup bagi parasit ini adalah 3 minggu. Hanya larva berada di permukaan kulit, parasit betina memasuki kulit kelinci untuk bertelur dan sehingga akan terus berada didalam sel-sel kulit.
Sintom dan tanda tanda kritis: Infeksi akan mulai terlihat pada mulut dan hidung, kemudian menyebar ke sekitar kepala, leher dan kadang kandang badan. Kurap akan menyebabkan kelinci mengaru dengan kuat dan menyebabkan infeksi kurap menyebar dan menyebabkan bulu jatuh dan kulit tampak berair dan menjadi kerak ketika kering. Kerak tersebut mudah merekah dan berair dan dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius menyebabkan kelinci kurang daya tahan, lemah dan mati dalam beberapa minggu saja.
Perawatan: Dapatkan perawatan Hewan dengan cepat. Biasanya suntikan IVERMECTIN akan diberikan. 3 kali suntikan dalam waktu 14 hari. Bersihkan kandang kelinci dengan menggunakan obat pembunuh kuman dan biarkan selama beberapa hari sebelum kandang kelinci tersebut digunakan kembali, ini adalah karena parasit dari kurap dapat bertahan selama beberapa minggu tanpa inang. Asingkan ternak kelinci yang terkena infeksi dari kelinci, kucing atau anjing yang lain. Ini untuk menghindari dari wabah menular.

KUTU TELINGA (EAR MITES) PADA TERNAK KELINCI
Kutu telinga disebabkan oleh sejenis parasit yang dikenal sebagai Psoroptes Cuniculi. Ia memiliki siklus hidup selama 21 hari, dan telurnya menetas dalam waktu 4 hari saja. Biasanya ia hanya menjangkiti satu telinga saja, dan jika tidak segera diobati dapat menyebar ke telinga yang satu lagi, seluruh kepala, bawah perut, tengkuk dan juga bagian tubuh lain yang lemah. Serangan oleh parasit ini menyebabkan telinga kelinci menjadi gatal. jika kelinci mengaru telinga. Luka dari garuan itu adalah sumber makanan bagi parasit tersebut.
Sintom dan tanda - tanda kritis: gatal telinga, sering mengaru telinga dan mengoyang - goyangkan kepala dengan sering dan mungkin tanpa henti. Pada tahap awal sedikit kupingan tipis akan terlihat di dalam telinga. Kupingan yang berwana kelabu - kekuningan mungkin ratusan atau bahkan jutaan parasit, sel kulit dan darah.
Jika tidak segera mendapatkan perawatan pada tahap ini kupingan tipis ini mungkin akan menjadi kerak yang keras yang dapat menjadi tebal hingga 2 centimeter dalam beberapa kasus Kerat tersebut tidak dapat dibuang dibersihkan ini karena dapat menyebabkan perdarahan dan nyeri pada kelinci. Luka tersebut selanjutnya akan menjadi lebih serius jika terinfeksi parasit dan dapat mendatangkan masalah lain.
Pengobatan: Jika diperingat awal dan ringan, cuci telinga kelinci tersebut dengan mengunakan kapas yang dibasahi dengan minyak mineral atau minyak zaitun, biasanya 2 sampai 3 kali perawatan kelinci akan pulih. Jika semakin serius dapatkan pengobatan dari Veterinal. Biasanya suntikan IVERMECTIN akan diberikan. 3 kali suntikan dalam waktu 14 hari. Biasanya setelah perawatan kerak akan tertanggal dengan sendiri, Perlu diingat injeksi harus diambil dengan terjadwal ini adalah karena siklus hidup Kutu telinga adalah 21 hari IVERMECTIN tidak membunuh telur, jadi suntikan sebanyak 3 kali dalam 14 hari mampu membunuh larva dari telur yang menetas.
IVERMECTIN yang dilarutkan dalam air dan digunakan terus ke telinga kelinci yang terinfeksi kurang efektif untuk mengobati gejala ini dibandingkan dengan metode injeksi dan oral.

INFEKSI VIRUS PADA KELINCI
  1. Infectious myxomatosi
  2. Shope fibroma
  3. Papillomatosis
  4. Rabbitpox
INFEKSI VIRUSINFECTIOUS Myxomatosis 
  1. Penyebab Myxoma viruso Infeksi melalui gigitan nyamuk dan sentuhan
  2. Terjadi pada musim nyamuk berkembang biak
  3. Tanda klinis:
Conjunctivitis
Anorexia
Edema pada hidung, bibir dan mata
      4. Euthanasia

SHOPE FIBROMA 
  1. Penyebab Fibroma virus
  2. Bawaan vektor atau serangga
  3. Tumor pada kaki dan telapak kaki
  4. Berbulan-bulan sebelum hilang dengan sendirinya
PAPILLOMATOSIS 
  • Penyebab
1) papovavirus
  • Nodule berwarna kelabu putih bawah lidah dan lantai mulut
2) Shope papiloma virus
  • Kutil di leher, telinga, bahu dan perut
  • Pencegahan dengan vaksin
RABBITPOX
  1. Penyebab vaccinia virus
  2. Acute
  3. Demam, nasal dan conjunctival discharge
  4. Ruam pada kulit
  5. Kematian tinggi
INFEKSI BAKTERI 
  1. Pasteurellosis
  2. Yersiniosis
  3. Listeriosis
  4. Staphylococcosis
  5. Mastitis
  6. Pneumonia
  7. Enterotoxaemia
  8. Mucoid enteropathy
  9. Tyzzer s disease
  10. salmonellosis
  11. Conjunctivitis
INFEKSI BAKTERIAPASTEURELLOSIS
  1. Efek: + abscess + Snuffles + Genital infection
  2. Penyebab Pasteurella multocida
  3. Berlaku bila stress
  4. Antibiotik efektif hanya sementara
  5. Singkir kelinci berpenyakit
  6. Pembentukan nodules di hati, paru-paru, limpa dan usus
  7. Infeksi melalui kontaminasi
  8. Bersifat kronis
  9. Penggunaan disinfektan
LISTERIOSIS
  1. Penyebab Listeria monocytogenes
  2. Kematian dan keguguran dalam waktu singkat
  3. PINPOINT foci pada hati, limpa dan uterus
  4. Penggunaan antibiotik dan desinfektan
STAPHYLOCOCCOSIS
  1. Penyebab Staphylococcus aureus
  2. Septikemia dan kematian anak dalam sarang
  3. Suppurative inflammation pada kulit dan kelenjar susu (dewasa)
  4. Infeksi melalui aerosol dan sentuhan
  5. Pemberian antibiotik
MASTITIS
  1. Mutu kebersihan sangka
  2. Kelenjar susu bengkak
  3. Perawatan dengan penicillin
  4. Anak diberi susu pengganti
  5. Singkir kelinci yang tidak ekonomis (2 - 3 kelenjar susu rusak)
PNEUMONIA
  1. Penyebab:
  2. Pasteurella spo Klebsiella pneumoniae
  3. Bordetella bronchiseptica
  4. Ventilasi, sanitasi dan sarang yang kurang memuaskan
  5. Anorexia dan dyspneao Pengobatan dengan oxytetracycline @ penicillin
CONJUNCTIVITIS
  1. Pada jantan dewasa dan anak
  2. Penyebab Staphylococcus aureus @ P.multocida
  3. Pengobatan dengan antibiotik ointment
  4. Kasus selalu berulang
ENTEROTOXAEMIA
  1. Penyebab Clostridium spiroforme
  2. Diarrhea 
  3. Kelinci berumur 4 - 8 minggu
  4. Tanda klinis:
  • Lemah, bulu kusut dan perut / ekor kotoro Mati dalam 48 JAMO Usus dipenuhi cairan, dinding usus mera
MUCOID ENTEROPATHY
  1. Diarrhea pada semua umur
  2. Tanda klinis:
  • Tinja diselimuti lendir, dehydration dan bulu kusut
  • Constipation dan impaction pada cecumo Bersifat kronis
TYZZER'S DISEASE
  1. Penyebab Bacillus piliformis
  2. Kematian kelinci berumur 6 - 12 minggu
  3. Infeksi secara oral (polusi)
  4. Tanda klinis:
  • Diarrhea, anorexia, dehydration dan kematian dalam 3 Hario nekrotik enteritis
SALMONELLOSIS
  1. Penyebab Salmonella typhimurium
  2. Jarang terjadi, tidak penting
  3. Terkait kebersihan kandang
  4. Tanda klinis:
  • Anorexia, dehydration dan diarrhea
INFEKSI PARASIT 
  1. Dermatophytosis 
  2. Coccidiosis
  3. Tapeworm infection
  4. Mite infestation
PARASITDERMATOPHYTOSIS
Jarang terjadi, tidak penting
  1. Pada kepala dan seluruh tubuh
  2. Pola bulat, merah dan berkapsul
  3. Penyebab Trichophyton mentagrophytes
  4. Asingkan kelinci yang terinfeksi
  5. Gunakan sulphur di kotak sarang dan iodine untuk sapuan
COCCIDIOSIS
  1. Penyebabnya
  2. Eimeria stiedae atau hepatic 
  3. Eimeria magma, E. irresidua 
  4. Yang sembuh jadi pembawa
  5. Infeksi secara oral (polusi)
  6. Perawatan Coccidiostat dan disinfektan
  7. Tanda klinis:
  • Kematian tinggi pada ternak kelinci, diarrhea, enteric lesion
PENYAKIT BUKAN INFEKSI PADA TERNAK KELINCI
  1. Moist dermatitis
  2. Cannibalisme
  3. Heat exhaustion
  4. Hair chewing / hairballs
  5. Broken back
  6. Dystocia
  7. Pregnancy toxaemia
  8. Ulcerative pododermatitis
  9. Dental malocclusion
PENYAKIT BUKAN INFEKSI PADA TERNAK KELINCI
MOIST dermatitis 
  1. Kulit basah ketika minum
  2. Mungkin karena pipa tidak sempurna, masalah gigi, kandang kotor
  3. Pengobatan:
  • Gunting bulu
  • Gunakan antiseptic powder
  • Antibiotik untuk kasus parah
Cannibalism 
  1. Induk makan anak di sarang
  2. Akibat gangguan @ kurang makanan
  3. Singkir induk yang bermasalah
HAIR chewing DAN HAIRBALLS
  1. Gumpalan bulu terjebak dalam perut
  2. Kelinci jadi anorexia, kurus dan mati dal 3 - 4 minggu kemudian
  3. Cegah dengan beri makanan berfiber
  4. Tambahkan magnesium oxide dalam makanan
HEAT exhaustion
  1. Ventilasi buruk menyebabkan kematian
  2. Pencegahan:
  • Ventilasi yang baik sewaktu dalam perjalanan, bangunan gedung dan pasokan air bersiho Stok ternak
Ulcerative PODODERMATITIS 
  1. Sore hocks
  2. Akibat tekanan berat badan, lantai kandang kasar
  3. Pengobatan: 
  • Alas lantai
  • Biak baka sederhana berat
  • Jaga kebersihan lantaio 
  • Iodine untuk sapuan
DENTAL malocclusion 
  1. Kerusakan gigi
  2. Efek dari:
  • Suka gigit sangkar
  • Pertumbuhan abnormal
   3. Kelinci kurus sebab sulit makan
   4. Gigi dipotong tetapi sering berulang
   5. Singkir kelinci bermasalah

Baca juga cara beternak ayam pedaging, cara beternak ayam petelur, cara beternak ayam kampung, cara beternak ayam serama, cara beternak ayam aduan, cara beternak ayam kate dan cara beternak ayam hutan

Belum ada Komentar untuk "Peternakan Kelinci dan Penyakit yang sering menyerang Kelinci serta cara pengobatan kelinci yang sakit"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel