metode dalam penetasan telur ayam dan makanan anak ayam

PETERNAKAN 

PETERNAKAN AYAM

Penetasan Telur Ayam - Ada dua metode untuk menetaskan jenis anak ayam laga/ayam aduan dengan metode indukan dan metode mesin (inkubator). Metode indukan sangat terkenal sejak dari dahulu. Ini karena anak - anak ayam mendapat perhatian dari induknya secara alami. Anak ayam akan mempelajari cara-cara mencari makanan alami, lindungi induk dan probabilitas untuk menghadapi penyakit amat tipis.

Metode kedua yaitu metode inkubator. alat ini menggunakan bola lampu bersuhu penyegelan. Membutuhkan tray atau DAS sehingga putih telur di dalam telur tidak kering di dalam proses pembentukkan anak ayam di dalam telur. Ini dikatakan dapat menggandakan kuantitas produksi dengan cepat dalam waktu singkat.

Kebanyakan anak ayam hasil inkubator mengalami cacat seperti kaki "pengkol" tidak dapat berdiri, lemah atau prematur. Sementara si induk betina akan terus mengeluarkan telur. Apakah induk betina kita jenis ayam petelur? Tidak bukan. Setiap induk ayam betina memiliki siklus untuk bertelur. Kalau terus dipaksa saja mau saja ia merajuk. Bertelur saja, mengeramnya tidak mau.

Perawatan Makanan Anak Ayam Berusia 1- 4 Bulan
Sejak anak ayam menetas hingga mencapai umur 4 bulan merupakan masa pembentukan fisik ayam laga/ayam aduan, pada umur inilah kita seharusnya dapat memberikan makanan dan gerakan maksimal. Bila tidak, maka kemampuan untuk tumbuh akan menjadi sia-sia atau menjadi terhambat.

Anak ayam yang kurang mendapat makanan dan pergerakanya yang minimal pada awal usia sehingga 4 bulan akan memiliki fisik dan kekuatan fisik yang tidak maksimal sehingga tidak layak untuk diturunkan ke arena.

Anak ayam dari kecil sampai mencapai umur 4 bulan harus menerima makanan yang seimbang baik untuk protein, mineral, vitamin, karbohidrat dan air. Pada umumnya dalam memelihara ayam laga/ayam aduan, anak yang berusia 1 - 4 bulan akan diberikan pakan yang berupa dedak hitam yang di campurkan dengan susu bubuk bayi. Komposisi campuran yang gunakan adalah 1: 5 (Contoh: 1 kg susu dicampur dengan 5kg dedak hitam).

Kadang kala ini memang terasa lucu maupun tidak masuk akal, mengapa kita harus mencampurkan susu bayi ke dalam makanan ayam yaitu dedak hitam ayam, akan tetapi jika dilihat dari hasilnya amat sungguh berbeda. Ketika melakukannya anak ayam akan memiliki pertumbuhan tubuh yang sangat baik dari segi tulang, otot, bulu maupun bagian tubuh lainnya. Susu yang digunakan tidak perlu susu yang mahal, karena susu yang harganya murah sudah cukup mengandung kandungan mineral, vitamin, protein dan karbohidrat. Dan komposisi ini sangatlah baik dan diperlukan untuk pertumbuhan anakan ayam. Dan ketika kita telah mencampurkan susu tepung ke dalam dedak hitam anak ayam, maka kebutuhan lainnya seperti mineral maupun vitamin sudah tidak perlu dipikirkan lagi telah gizi yang memadai telah tersedia dalam kandungan susu.

Dari hasil yang akan di peroleh, kita bisa membandingkan anak ayam yang diberikan campuran susu dan yang tidak, maka akan terlihat perbedaan pertumbuhan anak ayam yang jauh berbeda. Anak ayam yang diberi dedak hitam bersama campuran susu akan terlihat lebih lincah, energik dan memiliki postur tubuh yang lebih kuat dibanding yang tidak. Ia juga lebih tahan dari penyakit. Jadi, umumnya mencampur susu dengan dedak hitam anak ayam menjadi hal yang sangat penting dilakukan. Karena terlalu sayang bila kerja keras kita untuk membesarkan anak - anak ayam aduan menjadi sia-sia saja, sewaktu ayam mencapai usia dewasa dan perawatan untuk bertarung menurun akibat rendahnya kandungan gizi sewaktu ayam masih kecil. Maka akhir kata, apapun kesimpulannya, ayam aduan atau ayam laga memang di lahirkan untuk di nikmati seni dalam bertarung ataupun struktur tubuhnya yang sangat mengagumkan. Jadi apapun alasannya, makanan/pakan yang seimbang dan cukup sewaktu pertumbuhan adalah hal yang sangat penting.

Dibawah ini beberapa Ciri-Ciri penting Ayam Laga/ayam aduan yaitu sebagai berikut:
  1. Bentuk kepala dan tulang alisnya tebal.
  2. Kaki bersisik kasar, dengan bentuk dari persegi empat sampai bulat.
  3. Kepalanya berbentuk buah pinang.
  4. Bulu mengkilap dan kaku, terutama pada bulu sayap dan ekor.
  5. Ketika berdiri, bentuk badannya vertikal.
  6. Mata masuk ke dalam, mata sipit, dan jernih.
  7. Tulang-tulangnya kasar dan rapat.
  8. Paruh besar, kuat melengkung, beralur mulai dari lubang hidung ke arah muka.
  9. Lubang hidung agak ke depan.
  10. Kulit muka kasar, tebal dan berwarna merah.
  11. Muka terlihat garang.
  12. Jari kaki panjang, kecil, kuat dan susunan jarinya mekar.
  13. Pandai memukul bagian kelemahan lawan.
  14. Pukulan keras dan akurat.
  15. Semangat dalam bertarung tinggi.
Fitur atau ciri khusus yang dimiliki oleh ayam Laga/ayam aduan inilah yang membuatnya sangat terkenal kehebatannya di arena tarung di seluruh dunia.

Pembiakan Ayam Laga
Mengawinkan sepasang ayam laga bukanlah hal yang sulit, terutama bagi peternak yang sudah berpengalaman. Hal yang sulit adalah mencari bakal Pejantan dan Indukan yang berkualitas tinggi. Mengawinkan induk bisa dilakukan di kandang atau dengan sistem (kawin tembak) cara paksaan. Caranya induk betina dipegang, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dalam menghasilkan keturunan. Induk jantan yg baik biasanya tidak terlalu sulit untuk dikawinkan dengan cara paksaan. Jika induk ayam jantan tidak mau mengawini induk betina dengan cara paksaan, maka sebaiknya induk ayam jantan dan induk ayam betina dikawinkan di dalam kandang biasa.

Satu ekor pejantan bisa mengawini 3 sampai 4 ekor induk betina. Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan. Pada umumnya Induk ayam bangkok betina bertelur terbatas, dan biasanya tidak lebih dari 20 butir setiap periodenya. Hal ini berbeda dengan ayam kampung yang bisa bertelur sampai 30 butir untuk setiap periode. Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas (inkubator). Untuk usaha skala kecil, penetasan telur ayam bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan ayam yang menjual anak-anak muda, penetasan dengan mesin tetas (inkubator) bisa mempercepat kapasitas produksinya.

Telur-telur ayam akan menetas setelah dierami oleh induknya selama lebihkurang 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas. Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur 2 hari. Kandang anak ayam tersebut dilengkapi dengan alat pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sedarah (induk sama).

Ayam Polish Bantam
Ayam Polish Bantam adalah sejenis ayam yang sangat istimewa dan unik. Ia memiliki jambul Bouffant yang besar berbentuk v sisir yang menutupi sebagian besar kepala dan mata ayam ini. Ayam polish bantam sangat jinak dan dapat di pelihara sebagai hewan peliharaan dirumah atau taman kecil. Akan tetapi perilaku ayam ini agak aneh karena jambul yang besar membatasi penghilatan ayam ini. Ketika berada dalam kawanan dengan jenis yang lebih agresif, Polandia akan cenderung menjadi korban bullying bakan ayam yang lain disebabkan penghilatan ayam ini yang terbatas. Polandia bertelur putih bertubuh kecil, dan produksi tergantung pada individu.Pendek kata, Polish Bantam merupakan sejenis ayam yang cantik , burung pameran cantik dan dapat di pelihara untuk mendapatkan telur, Ayam polish Bantam diternak untuk penampilan yang unik.

Baca juga cara beternak ayam kampung, cara beternak ayam hutan, cara beternak ayam pedaging dan cara beternak ayam petelur serta cara beternak ayam serama.

Belum ada Komentar untuk "metode dalam penetasan telur ayam dan makanan anak ayam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel