Peternakan ayam pelung, ciri-ciri dan kelebihan ayam pelung

PETERNAKAN

Peternakan Ayam Pelung

Peternakan Ayam Pelung- Sejarah ayam pelung bermula dari cerita yang berkembang di masyarakat lebih tepatnya di Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Cianjur Jawa Barat sekitar tahun 1850-an ada Kiayi dan Petani bernama H. Djarkasih menemukan anak ayam jantan di kebunnya. Yang kemudian Anak ayam yg trundul tersebut di bawa pulang dan dipelihara. Anak ayam tersebut memiliki pertumbuhan sangat pesat menjadi seekor Ayam Jago bertubuh besar dan tinggi serta memiliki suara kokoknya yang cukup panjang mengalun dan berirama. Kemudian Ayam jantan itu dinamakan Ayam Pelung dan oleh H. Djarkasih dikembangkan dan kemudian dikawinkan dengan ayam betina biasa atau dengan ayam kampung. Inilah cikal bakal ayam pelung yang kini telah melegenda tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ayam pelung ini agak berbeda dengan kebanyakan ayam pada umumnya, ayam pelung diseleksi dari segi penampilan fisiknya, ayam pelung diseleksi karena suara kokokannya yang relatif panjang dan memiliki irama. Namun hanya ayam jantan jenis ini yang memiliki sifat semacam ini.

Ciri-Ciri Ayam Pelung

Untuk mengenali ciri-ciri dari ayam pelung yang bagus dan berkualitas tentunya bukanlah suatu perkara yang mudah, apalagi jika ayam pelung tersebut belum bisa berkokok atau tidak mau berkokok pada saat kita akan membeli. Terlebih jika orientasi kita dalam merawat ayam pelung yang diperuntungkan untuk mengikuti kontes atau pertandingan ayam. Bakalan ayam pelung yang berkualitas tidak menjamin akan menjadi pemenang, karena membutuhkan perawatan yang intensif dalam merawat ayam pelung tersebut.

Dalam kriteria lomba ayam pelung jelas tidak semata-mata kokoknya saja yang diperlombakan akan tetapi itulah yg menjadi kategori lomba ayam pelung paling terkenal. Oleh sebab itu bagi seorang pemula, sebelum berkecimpung dalam dunia ternak ayam pelung penting untuk mengenali ciri-ciri dari ayam pelung yang berkualitas bagus secara teori.

Ayam pelung juga termasuk salah satu jenis ayam lokal indonesia yang memiliki karakteristik khas, yang secara umum ciri ciri ayam pelung bisa digambarkan sebagai berikut ini:

Ciri-ciri ayam pelung
  1. Ketika berkokok ayam pelung mempunyai suara yang panjang dan iramanya berbeda jika dibandingkan dengan ayam buras yang lain.
  2. Ayam pelung memiliki badan yang besar dan kokoh serta jauh lebih berat atau lebih besar bila kita bandingkan dengan ayam lokal biasa. Berat tubuh ayam pelung dewasa dapat mencapai sekitar 3 kg dengan tinggi 30 sampai 40 centimeter.
  3. Kaki ayam pelung juga terlihat lebih besar dan warnanya hitam agak kebiru-biruan.
  4. Jengger ayam pelung tampak besar tunggal, berdiri tegak dan berwarna merah.
  5. Untuk warna bulu, ayam pelung tidak mempunyai patokan atau standar yang baku, akantetapi pada umumnya campuran merah dan hitam; kuning dan putih; dan atau campuran warna hijau mengkilat.
Nah itulah ciri-ciri ayam pelung, namun perlu untuk ketahui juga bahwa ayam pelung ini juga mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan jenis ayam lainnya, berikut ini kelebihan dari ayam pelung :

Kelebihan-kelebihan ayam pelung
  1. Ayam pelung mempunyai bobot tubuh yang lebih berat, berbeda dengan bobot tubuh ayam buras yang lain. Ukuran ayam pelung jantan dewasa bobotnya dapat mencapai 5 sampai 6 kg, sedangkan untuk ayam pelung betina dewasa antara 3 sampai 3.5 kg.
  2. Perkembangannya pun juga sangat cepat, dari anak-anak hingga dewasa pertumbuhannya terlihat cepat dari pada jenis ayam buras yang lain.
  3. Dan yang terakhir yaitu suara berkokoknya yang panjang dan berirama.
Itulah sedikit informasi mengenai kelebihan ayam pelung.

Makanan dan Minuman Ayam Pelung
Pemberian makanan dan minum untuk ayam pelung harus dilihat dari pertumbuhan badannya, dan sebaiknya sesuai dengan tujuan dari pemeliharaan ayam tersebut. Jenis Ayam pelung dengan bentuk tubuh yang besar dan gagah dengan mempunyai pertumbuhan yang relatif lebih cepat dapat dikategorikan sebagai ayam pedaging. Akantetapi, karena sebagian besar para peternak ayam lebih mengutamakan untuk menghasilkan anak ayam pelung, sehingga pemeliharaanya difokuskan untuk memperbanyak telur tetas. Maka dari itu tipe pemeliharaan yang tepat adalah pemeliharaan tipe dwiguna atau  pedaging dan petelur.

Bahan-bahan untuk Makanan Ayam Pelung

Kita bisa dikategorikan salah dalam menyimpulkan apabila kita menyamakan antara pakan dan ransum. Pakan adalah makanan yang bisa diberikan untuk ternak ; sedangkan ransum merupakan kumpulan bahan makanan yang diberikan untuk ternak. Dengan kata lain ransum adalah bagian dari pakan.

Dalam menyusun ransum bagi ternak ayam pelung bahan pakan dipilih berdasarkan syarat seperti berikut:
  1. Yang terpenting disukai ayam pelung
  2. Mudah didapat dengan harga terjangkau
  3. Hendaknya dapat saling menutupi kekurangan masing-masing bahan pakan.
  4. Bermutu baik, artinya bahan pakan tersebut belum terlalu lama disimpan, bau, warna, maupun bentuknya belum berubah akibat jamur atau binatang perusak.
  5. Mengandung cukup zat-zat yang dibutuhkan sesuai dengan syarat minimum ransum untuk ternak ayam pelung. Untuk itu peternak ayam juga harus memahami zat-zat yang terkandung dalam setiap bahan dan ayam pada tiap periode usia.
Bentuk Bahan Pakan dan Ransum Ayam Pelung
Peternak ayam pelung tidaklah harus selalu menggunakan bahan pakan yang memang sudah tersedia di pasaran, kita dapat menggunakan bahan pakan yang kita buat sendiri, tentunya hal ini akan cukup menguntungkan bagi kita karena kita bisa mendapatkan pakan ayam ternak tanpa harus membeli dan bisa menghemat modal usaha.

Pakan ayam terbagi kedalam bentuk fisik sebagai berikut:
  1. Bentuk butiran : gadum, sorghum, jagung dan lain-lain yang merupakan sumber karbohidrat.
  2. Bentuk pipih : bungkil kacang tanah, bungkil kedelai dan jenis bungkil-bungkilan sebagai sumber protein dan asam amino.
  3. Bentuk tepung : dedak gandum, tepung tulang, bekatul, tepung ikan, dan lainnya, ini sebagai sumber protein dan karbohidrat.
  4. Bentuk cair : minyak kedelai, minyak ikan sebagai sumber energi
Dibawah ini adalah bentuk-bentuk dari ransum ayam :
  1. Bentuk butiran atau Pelet - ini adalah bentuk ransum komplet yang diproses kembali menjadi bentuk butiran. Pemberian ransum ini disesuaikan dengan sidat ayam pelung yang lebih menyukai pakan butiran. Pemberian pakan seperti ini akan mengurangi pengeluaran karena tidak ada yang terbuang. Akantetapi, pemberian ransum jenis ini hanya bisa diberikan pada ayam yang telah menginjak dewasa.
  2. Bentuk tepung komplit - Berupa campuran bahan pakan ayam yang sudah digiling halus sebelum dicampur sehingga mengandung unsur gizi yang baik yang dibutuhkan untuk ayam. ransum jenis seperti ini mudah diserap oleh usus ayam, sehingga bisa diberikan pada semua jenis ayam pelung dari anak hingga dewasa.
  3. Bentuk butiran pecah - Bentuk ini adalah pengembangan dari bentuk pelet. Ransum ini merupakan ransum tepung komplet yang diubah menjadi pecahan. Kelebihan ransum ini yaitu bisa diberikan untuk semua periode usia ayam, disukai dan mempunyai unsur gizi.
Semoga semua informasi ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kita semua, sekian dan terima kasih.

Data ini kami ringkum dari beberapa sumber

Baca juga cara beternak ayam pedaging, cara beternak ayam serama, cara beternak ayam kampung, cara beternak ayam arab, cara beternak ayam petelur, cara beternak ayam aduan birma, cara beternak ayam aduan siam, cara beternak ayam aduan bangkok dan cara beternak ayam cemani

Belum ada Komentar untuk "Peternakan ayam pelung, ciri-ciri dan kelebihan ayam pelung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel