5 Jenis Ayam Peliharaan Yang Unik

PETERNAKAN AYAM

jenis-jenis ayam peliharaan

Lima  Jenis Ayam Peliharaan Yang Unik - Ayam lokal khas Indonesia memiliki beragam jenisnya. Setiap jenisnya memiliki kelebihan dan keunggulan yang berbeda-beda pula. Misalnya dari warna bulu yang indah, kokok yang merdu dan unik, penghasil telur yang bagus, pertumbuhan yang pesat dan lain sebagainya. Sesungguhnya dengan kekayaan hayati tersebut. Negara kita ini bisa menjadi sebuah negara penghasil bibit ayam yang baik dengan melakukan pemuliaan bibit ayam lokal dengan kekayaan alam yang dimiliki tersebut.

Penelitian Ayam Lokal
Berdasarkan penelitian sejarah ayam Lokal (kampung) yang sekarang banyak di ternakkan merupakan hasil dari domestifikasi dari ayam-ayam liar semenjak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Ayam kampung berasal dari domestifikasi 4 jenis ayam liar, yaitu ayam Hutan Sri Lanka (Gallus lavayetti), ayam Hutan Merah (Gallus gallus), ayam Hutan Hijau atau ayam Hutan Jawa (Gallus varius) dan ayam Hutan Abu-Abu atau ayam Soneratti (Gallus sonerattii)

Berikut ini 5 Jenis Ayam Lokal Yang Unik

1.   Ayam Merawang
Ayam merawang adalah ayam lokal yang banyak sekali terdapat di daerah Bangka Belitung. Meskipun jenis ini adalah ayam asli dari Cina, Namun, ayam merawang sudah dipelihara/diternakkan cukup lama oleh masyarakat Bangka Belitung sehingga menjadikan ayam ini sebagai aset dan unggas lokal unggulan. Ciri-ciri : Ayam merawang memiliki warna bulu yang seragam, yaitu warna cokelat kemerahan hingga warna keemasan. Bentuk fisiknya mirip dengan ayam ras petelur Rhode Island Red. Ayam merawang sangat potensial sebagai ayam petelur. Kelebihan ayam merawang lainnya yaitu : Daya tetas telurnya cukup tinggi, dapat mencapai hingga 86,4%, maka akan sangat menguntungkan jika anda beternak ayam merawang ini.

2.   Ayam Sentul
Ayam sentul yaitu ayam lokal yang banyak berkembang di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dulunya Ayam sentul ini banyak dijadikan sebagai ayam aduan, Namun sekarang ini ayam sentul telah dimanfaatkan sebagai ayam pedaging atau ayam petelur. Penampilan fisik ayam sentul ini hampir mirip dengan ayam bangkok. Dari segi bentuk jengger dan pialnya cukup besar dan lebar. Ada 5 varietas ayam sentul berdasarkan warna bulunya, yaitu sentul debu, sentul jambe, sentul emas, sentul kelabu dan sentul batu. Produksi bertelur ayam sentul sekitar 10 sampai 18 butir per periode dengan berat setiap telur sekitar 43 gr. Fertilitas telur ayam ini sangat tinggi, bisa mencapai 80,4% dengan daya tetas hingga 78,2%.

3. Ayam Walik
Ayam Walik atau Rintit adalah ayam lokal yang memiliki penampilan bulunya  keriting  atau bulu yang terbalik  ke  arah  depan  dan  belakang,  sehingga bila kita perhatikan permukaan  kulit tubuhnya terlihat dengan jelas. Ayam Walik dibedakan menjadi 3, yaitu Walik Sura, Walik Tulak. dan Walik Sekul, Ayam Walik lebih baik dipelihara secara intensif agar kebutuhan nutrisinya terjaga dan akan terhindar dari predator/pemangsa. Sosialisasi  kepada  masyarakat tentang  potensi  dari ayam Walik ini sebagai  sumber  plasma nutfah juga penting untuk dilakukan sehingga masyarakat mempunyai keinginan dan  ketertarikan  untuk  melestarikan  ayam Walik.

4.   Ayam Ketawa
Ayam Ketawa dikenal masyarakat Sulawesi Selatan dengan sebutan Ma’nu ga’ga yang berarti gagap. Ayam Ketawa disebutkan berasal dari Kabupaten Sidrap , Sulawesi Selatan. Ayam Ketawa memiliki suara kokok seperti suara tertawa manusia. Pada awalnya Ayam Ketawa didomestikasi hanya dipelihara/diternak dan berkembang biak di lingkungan Keraton Bugis. Rata-rata bobot badan ayam ketawa jantan dan betina pada umur 5 bulan sekitar 825 g dan 765 g. Berikut Ciri-ciri dari ayam Ketawa yang baik, hal-hal yang dapat kita perhatikan yaitu pada saat berdiri tubuh tegak atau membusungkan dada dan ukuran proporsional antara tinggi badan, panjang badan, panjang kaki dan lingkar badan. Ciri fisik akan sangat mempengaruhi kualitas suara dan bisa dijadikan indikasi kualitas kokok ayam Ketawa saat berada di arena.

5. Ayam Tukong 
Ayam Tukong merupakan sejenis ayam lokal (kampung) yang berkembang di daerah-daerah pedalaman Kalimantan Barat. warna bulu, bentuk tubuh, bentuk telur, jenis pakan yang dimakan oleh ayam Tukong ini tidak berbeda jauh dengan ayam lainnya, perbedaan fisik yang utama yaitu tidak terdapat tungging atau pangkal ekor, yang biasanya terdapat di bagian ujung tulang belakang ayam kampung. Karena tidak terdapatnya pangkal ekor menyebabkan ayam ini tidak memiliki bulu ekor, bagian yang biasa ditumbuhi bulu ekor yang besar dan panjang hanya ditumbuhi bulu seperti bulu badan. Maka dengan demikian secara eksterior ayam ini mirip burung puyuh dengan tubuh yang sebesar ayam kampung dan memiliki jengger bentuk bunga kecil dikepalanya. Memiliki warna bulu ayam Tukong ini sangat bervariasi mulai dari warna hitam kemerahan, warna hitam kehijauan, hitam kebiruan, coklat bahkan juga ada yang berwarna putih.


Belum ada Komentar untuk "5 Jenis Ayam Peliharaan Yang Unik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel