manfaat menetaskan telur ayam menggunakan mesin penetasan telur (incubator)

PETERNAKAN AYAM

manfaat menetaskan telur ayam menggunakan alat penetasan telur (incubator)

Proses Penetasan Telur Ayam - Cara Sukses Dalam Menetaskan telur ayam menggunakan incubator penetas dengan Pemanas otomatis
Bagi sebagian orang yang baru terjun dalam bidang peternakan ayam mungkin sedikit kebingungan mengenai cara penetasan telur ayam menggunakan alat penetas (incubator)

Bagaimana mesin penetas telur ayam ini bekerja?
Apa keuntungannya menggunakan mesin penetas telur ayam ini?
Bagaimanakah analisa keuntungannya?

Mesin penetasan telur ayam ini sebenarnya cukup sederhana, dan saya kira semua orang bisa menggunakanya, karena alat pemanas dalam mesin ini bekerja secara otomatis sesuai panas yang anda inginkan karena di dalamnya sudah dilengkapi dengan alat thermostat dan thermometer jadi panas yang sesuai untuk menetaskan jenis telur yang akan anda tetaskan bisa dengan mudah anda jalankan, anda hanya cukup menyetelnya sekali saja sesuai panas yang anda inginkan panasnya akan selalu stabil sampai telur ayam yang anda masukkan kedalamnya menetas dengan baik dan sempurna.

Akan tetapi tetap cara kerja alat ini masih di bantu manusia juga. Karena prosesnya harus membolak-balikkan posisi telur ayam itu agar hangatnya merata. Anda kerjanya harus membolak-balikkan telur ayam yang ada di dalam mesin (incubator) tersebut sebanyak 3  kali sehari.
Anak-anak ayam yang telah menetas tersebut dapat anda jual langsung ke konsumen atau pun ketoko-toko yang menjual bibit ayam. Tetapi sebaiknya anda tunggu beberapa hari dulu agar anak ayam tersebut kelihatan agak sehat. Untungnya setelah anak ayam baru menetas kira-kira 25% dari modal anda membeli telur tadi.

Untuk keuntungan tersebut akan sangat menguntungkan lagi apabila kita memiliki ternak ayam yang induknya bagus. Kita bisa mengambil telur ayam tersebut tanpa harus membelinya. Jadi keuntungan kita bisa lebih besar, karena telur ayam tersebut tidak perlu membeli sama orang.
Apa bila kita menginginkan keuntungan yang lebih besar lagi kita bisa menetaskan telur ayam yang kualitasnya bibit unggul. Misalnya ayam Bangkok, ayam arab, ayam bekisar, ayam cemani, dan lain sebagainya. Semua kalau indukannya unggulan pasti harga anaknya pun akan menjadi lebih mahal dari pada harga ayam yang biasa.

Apa bila kita sudah mendapatkan bibit ayam unggul, selanjutnya kita tinggal ambil telurnya saja untuk ditetaskan dan untung yang kita dapatkan bisa 100 % bahkan bisa lebih. Contohnya berapa harga ayam bangkok aduan yang kualitasnya bagus?? Harganya bisa sampai Rp. 5.000.000. Jadi untuk harga anaknya berapa?? ya silahkan anda tafsirkan sendiri berapa kira-kira harganya. Untuk Informasi ini saya dapatkan dari media online yang mendatangi peternak ayam bangkok aduan langsung. Dan memang harganya mahal untuk ayam bangkok aduan yang berkualitas bagus atau kualitas super.

Usaha ini apa bila kita benar-benar ahli, akan sangat mudah dalam memasarkannya. Karena kita akan dicari oleh para customer bukan kita yang mencari customer itu kalau kita sudah benar-benar ahli. Percayalah semua bidang itu bagus asal kan kita ahli atau menguasai bidang tersebut dan mau menganalisanya untuk kemajuan kita sendiri. Dan tentu nantinya bisa bermanfaat juga untuk orang lain.


Ada 4 poin yang harus diperhatikan dalam menetaskan telur ayam atau pun telur unggas lainnya:
  1. Cara pemilihan telur ayam yang baik
  2. Telur ayam yang berkualitas baik akan menentukan tingkat keberhasilan dalam kegiatan penetasan, maka dari itu anda harus mengetahui ciri-ciri telur ayam atau pun telur unggas lainnya yang baik untuk ditetaskan. Dalam menetaskan telur ayam dengan menggunakan mesin atau alat tetas, anda harus memilih telur ayam yang benar-benar memiliki embrio di dalamnya karena tidak semua telur ayam memiliki embrio sehingga bisa di tetaskan. Telur ayam yang berkualitas baik memiliki ciri-ciri seperti berikut ini: telur di dapatkan dari induk jantan dan induk betina yang sudah berumur kurang dari 12 bulan, telur tidak cacat (retak, cangkang lembek, kasar, kuning dobel, dan lain sebagainya), telur tidak memiliki bau busuk, telur memiliki berat normal 40 sampai 45gr/butir untuk telur ayam kampung, dan rongga udara tampak jelas serta tidak berpindah-pindah.
  3. Persiapan Mesin Penetas Telur
  4. Untuk menggunakan mesin penetas (incubator), pastikan kita sudah mengetahui tentang cara kerja mesin dan cara mengoperasikannya. Kalau anda memiliki mesin penetas baru, sebaiknya lakukan test mesin tersebut terlebih dahulu sebelum menggunakannya untuk menetaskan telur ayam. Karena kita harus memastikan bahwa semua komponen pada mesin penetas tersebut berjalan dengan baik seperti misalnya ketepatan thermostat, dan bekerjanya sumber pemanas serta pemutar otomatis telur (khusus untuk mesin penetas otomatis) dan lain sebagai nya. Tempatkan mesin penetas telur ditempat yang tepat usahakan mesin penetas telur tersebut tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  5. Proses Penetasan Telur Ayam
  6. Dalam proses penetasan telur ayam dengan menggunakan alat incubator biasanya membutuhkan waktu lebih kurang 21-22 hari dengan tahapan seperti berikut ini : Hari ke -1 (pertama) : Pada pagi hari, masuk kan telur ayam yang sudah siap pada mesin penetasan dengan sudut sekitar 40°, dengan bagian lancip di bawah dan bagian tumpul di atas kemudian tutup pintu rapat-rapat sampai dengan hari ke-2 (dua). Pada hari ke-3 (tiga): Putar telur tersebut 3x sehari pada waktu pagi hari, siang dan sore hari ( Perhatian : Jangan keluarkan telur tersebut dari mesin penetasan). Pada hari ke-4 (empat) : Buka ventilasi ¼ bagian selama lebih kurang 15 menit tujuannya untuk mendinginkan telur kemudian setelah itu balik telur. Pada hari ke-5 (lima) : Anda buka ventilasi ½ bagian dan mulailah membalik telur ayam tersebut. Pada hari ke-6 (enam): Buka ventilasi ¾ bagian dan balik telur. Pada hari ke-7 (tujuh): Balik telur dan buka ventilasi seluruhnya dan selanjutnya mulailah menyortir telur-telur yang kosong. Kemudian pada hari ke 8 s/d hari ke -13: Balik telur tersebut dan dinginkan. Selanjut nya pada Hari ke-14: Balik telur dan kita sortir lagi bibit yang mati (Bibit-bibit yang mati akan tampak cairan atau darah sedangkan bibit yang hidup akan tampak titik yang bercabang). Kemudian pada Hari ke -15 s/d hari ke -17: Balik telur dan dinginkan. Pada Hari ke-18 : Balik telur dan pastikan mesin penetasan masih dalam keadaan tertutup. Selanjutnya pada Hari ke-19 : Ketika telur-telur tersebut mulai retak mulailah kita tambah kelembaban udara pada mesin penetasan dengan cara kita gantungkan kain basah di sekitar telur (Perhatian : Jangan sampai menetesi pipa pengantar panas). Pada Hari ke-20: Pada saat telur-telur sudah mulai menetas tutup kaca pengintai dengan kertas atau pun bisa juga kita gunakan kain hitam. Pada Hari ke-21 : Kita keluarkan bak air dan kain dari mesin tetas karena telur-telur sudah menetas. Kemudian pada Hari ke-22 : Mulailah memindahkan anak-anak ayam yang sudah menetas ke tempat induk buatan.
  7. Perlakuan pasca tetas telur ayam
  8. Setelah anak-anak ayam menetas dan kita keluarkan dari mesin tetas, sebaiknya jangan langsung memberi makan atau minum terlebih dahulu. Biasanya anak ayam mampu bertahan selama 2 hari tanpa di beri makan dan minum itu dikarenakan masih terdapat cadangan makanan di dalam tubuhnya. Jika anda memang ingin memindahkan anak-anak ayam tersebut, pastikan tempat tersebut betul-betul bersih dan sehat. Untuk selanjutnya terserah kita apakah mau di pisahkan dengan indukannya ataupun tidak. 
Itulah uraian singkat mengenai manfaat menetaskan telur ayam menggunakan alat penetasan telur (incubator) dan poin-poin penting yang perlu untuk diperhatikan dalam penetasan telur ayam.

Belum ada Komentar untuk "manfaat menetaskan telur ayam menggunakan mesin penetasan telur (incubator)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel