KENALI JENIS-JENIS PENYAKIT ANJING

PETERNAKAN

KENALI JENIS-JENIS PENYAKIT ANJING

JENIS-JENIS PENYAKIT YANG BIASA MENYERANG ANJING


1. Penyakit Hewan Strategis


Penyakit Hewan Strategis - Berbagai macam penyakit hewan yang tergolong dalam penyakit hewan menular strategis beresiko tinggi menular ke manusia. Penyakit hewan adalah gangguan kesehatan pada hewan ternak yang antara lain, disebabkan oleh proses degeneratif, cacat genetik, gangguan metabolisme, trauma, infestasi parasit, keracunan dan infeksi mikroorganisme patogen seperti virus, bakteri, cendawan dan ricketsia. Sedangkan yang dimaksud dengan Penyakit hewan strategis yaitu : Penyakit hewan ternak yang dapat menimbulkan kerugian secara ekonomi, kematian hewan ternak yang tinggi dan sosial / keresahan masyarakat. Ada 12 Penyakit Hewan Menular Strategis yang mendapat prioritas pengendalian dan pemberantasan, termasuk 5 diantaranya menjadi prioritas utama yaitu
  • Rabies
  • Brucellosis
  • Antrax
  • Avian Influenza
  • Hog Cholera, 
Untuk itu, masyarakat perlu tahu dan waspada akan adanya pernyakit-penyakit tersebut.

Baca Juga:



Dari sebuah sumber yang kami dapatkan bahwa Kementerian Pertanian telah menetapkan dua puluh lima penyakit masuk pada Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) sesuai dengan Kajian yang telah dilakukan Ditkeswan, daftar Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dan penjelasan singkat setiap penyakit sebagai berikut :

  1. Penyakit Antrax
  2. Rabies
  3. Penyakit Mulut dan Kuku
  4. Penyakit Avian Influenza
  5. Porcine Reproductive and Respiratory System
  6. Helminthiasis
  7. Haemorrhagic Septicaemia /Sepicaemia Epizootic
  8. Nipah Virus encephalitis
  9. Bovine Spongiform Encephalopathy
  10. Salmonellosis
  11. Rift Valley Fever
  12. Brucellosis (Brucella abortus)
  13. Infectious Bovine Rhinotracheitis
  14. Bovine tuberculosis
  15. Leptospirosis
  16. Swine Influenza Novel (H1N1)
  17. Campylobacteriosis
  18. Cysticercosis
  19. Q Fever
  20. Brucellosis (Brucella susi)
  21. Penyakit Jembrana
  22. Penyakit Surra
  23. Paratuberculosis
  24. Toxoplasmosis
  25. Hog Cholera (Classical Swine Fever)

2. PENYAKIT LEPTOSPIROSIS PADA ANJING

Penyakit leptospirosis ini dikenal juga dengan sebutan penyakit tipus pada anjing. Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospira sp. yang menyerang mata, system syaraf, limfa, organ hati serta virus ini dapat bertahan lama di ginjal.
biasanya disebabkan oleh virus leptospira dari galur (serovar) canicola atau copenhageni yang merupakan kelompok sera ikterohemoragi. 

Gejala Klinis Penyakit Leptospirosis Pada Anjing

Pada penyakit yang mendadak gejala yang terlihat adalah demam 39,5-40,5 °C, kelesuan, anoreksia, muntah,
PENYAKIT LEPTOSPIROSIS PADA ANJING
dan disertai konjungtivitis ringan. Masa inkubasi 5-15 hari dan anjing terserang Penyakit Leptospirosis ini bisa dari berbagai tingkatan umur. Dan biasanya dalam beberapa hari berikutnya suhu tubuh turun dengan tajam, anjing terlihat sulit bernafas, kehausan dan anjing menjadi depresi. Jika sudah sangat parah Anjing yang menderita penyakit ini akan terlihat depresi yang dalam dan tremor otot disertai suhu tubuh menurun secara perlahan, anjing terlihat muntah dan berak berdarah, pembuluh darah konjungtiva penuh terisi darah, nefritis akut, dan mata cekok. Pada kebanyakan anjing, ikterus (kekuningan) dengan berbagai tingkatan menjadi tanda awal dari penyakit Leptospirosis. Kematian anjing akibat dari penyakit Leptospirosis ini biasanya disebabkan oleh kegagalan ginjal dan biasanya terjadi 5-10 hari setelah kemunculan penyakit Leptospirosis. Mortalitas mencapai 10 %. Kasus kronis mengkibatkan nefritis interstitial dengan tingkatan yang berbeda-beda. 

Diagnosa Penyakit Leptospirosis Pada Anjing

PENYAKIT LEPTOSPIROSIS PADA ANJING


Diagnosa penyakit Leptospirosis Pada Anjing didasarkan pada gejala klinis dan temuan-temuan nekropsi, histologist dan pemeriksaan serologis. 

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Leptospirosis Pada Anjing

  1. Jika ada anjing yang positif terkena penyakit Leptospirosis harus segera dipisahkan dan jangan disatukan dengan anjing lain. Salah satu cara penularan Penyakit leptospirosis ini yaitu menular dari urinnya dan dapat menginfeksi manusia.
  2. Jangan biarkan anjing anda mendekati tempat sampah atau lingkungan yang kotor.
  3. Bersihkan selalu kandang anjing dan juga tempat bermain anjing. Untuk membersihkan lingkungan kandang anjing bisa anda gunakan larutan antiseptik berbahan dasar formalin. Penanganan anjing yang sakit harus hati-hati. dan yang terakhir Jangan lupa cuci tangan anda dengan menggunakan antiseptik setelah menangani anjing yang terkena penyakit Leptospirosis ini.

Pengobatan Penyakit Leptospirosis Pada Anjing dengan antibiotik untuk infeksi akut seperti streptomisin, tetrasiklin, dan doxycyclin. Penyakit ini memerlukan waktu yang lama untuk sembuh dan mengembalikan fungsi liver kembali normal.

3. Penyakit Canine Distemper pada  Anjing

Canine Distemper merupakan penyakit yang disebabkan virus paramyxoviruses. Virus ini dapat menyebar pada anjing melalui tinja, air liur, dan air seni yang terkontaminasi pada air minum atau makanan. Jenis penyakit ini paling sering diderita anjing pada umur 3 - 6 bulan. Virus ini cenderung akan menyerang jaringan kulit, organ limpa dan saraf yang kemudian akan menginfeksi sistem pencernaan, pernapasan, otak, sumsum tulang belakang dan sistem saraf pusat. Dengan masa inkubasi 3 - 22 hari setelah terjangkit, dimana demam akan timbul setelah 3 - 6 hari. Dan biasanya Virus ini menyerang anjing yang berusia muda dan anjing tua yang tidak mengalami vaksinisasi. Virus yang sangat mematikan ini ditularkan dari satu anjing ke anjing lain melalui kontak langsung dengan darah atau air liur, bisa juga tertular melalui urin segar. Selain itu, batuk, bersin dan berbagi tempat makanan dan air minum pada anjing termasuk cara yang mungkin bagi virus untuk ditularkan.

Gejala-Gejala Penyakit Canine Distemper Pada Anjing

Gejala dari penyakit canine distemper bervariasi, dari yang ringan sampai penyakit yang sangat fatal atau sangat parah.
Berikut gejala-gejala Canine Distemper :
  1. Tubuh Anjing Terlihat Demam
  2. Anjing terlihat Lesu, sesak nafas, batuk,  kehilangan nafsu makan,muntah dan diare
  3. Cairan keluar dari mata dan hidung
  4. Pengerasan tapak kaki dan hidung
  5. Rentan terserang infeksi sekunder oleh bakteri terutama pneumonia
  6. Peradangan pada berbagai bagian mata
  7. Gejala neurologis bervariasi seperti:
    • Kelemahan atau kelumpuhan
    • Otot berkedut
    • gerakan yang tidak terkordinasi
    • kejang tidak terkendali di beberapa bagian tubuh Anjing
    • peningkatan sensitivitas terhadap sentuhan atau rasa sakit
Adabaiknya segera diperiksa jika mencurigai hewan peliharaan (anjing) anda telah terinfeksi dengan virus Canine distemper. Virus Canine distemper ini menyebar dengan sangat cepat dan harus diobati secepat mungkin begitu ditemukan.

Diagnosa Penyakit Canine distemper Pada Anjing
Gejala-Gejala Penyakit Canine Distemper Pada Anjing

Kita dapat mendiagnosa penyakit jenis ini berdasarkan gejala-gejala yang terlihat pada anjing dan hasil pemeriksaan laboratorium. 

Pengobatan Penyakit Canine distemper Pada Anjing

Mungkin untuk saat ini belum ditemukan obat spesifik yg dapat kita gunakan untuk memberantas penyakit Canine distemper yg sudah menginfeksi hewan seperti pada anjing. Akan tetapi ada hal-hal yg dapat  kita lakukan untuk mencegah dari infeksi sekunder pada anjing, mengendalikan muntah, diare dan gejala syaraf yang muncul. Anjing yang telah terinfeksi oleh virus berbahaya ini harus selalu dijaga supaya tubuhnya tetap hangat, dan memberikan nutrisi yang cukup untuk anjing tersebut serta dipisahkan dari anjing-anjing lainnya. 

Pencegahan Penyakit Canine distemper Pada Anjing
Gejala-Gejala Penyakit Canine Distemper Pada Anjing

Vaksinasi dan menghindari kontak langsung dengan anjing yang sudah terinfeksi oleh virus Canine distemper adalah satu-satunya cara untuk mencegah dari tertularnya seekor anjing terhadap virus yang mematikan ini. Vaksinasi sangatlah penting. terutama sekali adalah Anak-anak anjing karena sangat rentan terinfeksi penyakit Canine distemper. Selain itu untuk melindungi anjing dewasa, Kita sebagai pemilik anjing harus memberikan vaksin secara berkala sehingga anjing-anjing peliharaan kita mempunyai titer antibodi yang cukup untuk melawan virus Canine Distemper tersebut.

4. Penyakit Canine parvovirus Anjing

Canine parvovirus merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup berbahaya pada anjing karena penyakit Canine parvovirus ini dapat menyebabkan kematian yang tinggi. Dari sebuah sumber yang kami dapatkan bahwa Infeksi pada anjing ditemukan di banyak Negara, sejak dari awal kejadian wabah virus ini di negara Amerika Serikat dan Australia pada pertengahan tahun 1978-an. Selain itu Canine Parvovirus ini juga termasuk jenis penyakit yang sangat menular dan dapat mengancam nyawa penderitanya. Jenis penyakit ini juga menyerang sel-sel darah putih dan jika sejak dari muda terinfeksi oleh virus ini, maka virus tersebut akan merusak otot jantung dan bisa menyebabkan masalah jantung pada anjing seumur hidupnya.

Cara Penularan penyakit Canine parvovirus pada anjing
PENYEBAB PENYAKIT CANINE PARVOVIRUS PADA ANJING

Cara Penularan penyakit ini bisa melalui jalur mulut atau melalui anus ini yang paling umum terjadi, yang mungkin merupakan hasil dari kontak dengan bahan tercemar seperti tinja, pakaian, kandang dan tanah. Selain itu infeksi juga dihasilkan melalui lubang hidung, mulut, dan pembuluh darah.

Baca Juga Mengenai:

Gejala Klinis Canine parvovirus

Gejala klinis yang dapat timbul dari penyakit ini dikenal 2 jenis yaitu 
  1. Miokarditis nonsupuratif
  2. Enteritis berdarah. 
Virus ini menyerang dengan sangat cepat memisahkan sel-sel tubuh dalam tubuh anjing dan yang paling parah adalah menyerang saluran ususnya.
Kematian secara tiba-tiba pada anjing yang masih berumur di bawah 8 minggu merupakan gejala yang paling sering dijumpai pada kasus miokarditis non supuratif akut. 
Kegagalan jantung disertai dengan gangguan pada pernafasan dan disertai kematian mendadak dalam waktu 24-48 jam dapat terjadi pada anjing yang masih berumur diatas 8 minggu. 
Pada anjing remaja dan anjing dewasa dapat terjadi kegagalan jantung kongestif dan disertai dengan kerusakan otot jantung. 

Berdasarkan tingkat keparahannya, Penyakit Canine parvovirus dibedakan atas 3 jenis yaitu:
  1. sedang, 
  2. akut
  3. perakut. 
Gejala Penyakit Parvovirus Pada Anjing

Mencret dan muntah disertai perdarahan ini merupakan gejala yang paling sering di jumpai pada anjing penderita penyakit ini. 
Gejala lainnya Canine parvovirus ini adalah:
 penyakit Canine parvovirus pada anjing
  1. Anjing terlihat lesu, 
  2. Penurunan nafsu makan, 
  3. Demam
  4. Dehidrasi
  5. Leucopenia,

Cara Pencegahan Penyakit Canine Parvovirus Pada Anjing
Hal-hal yang dapat kita lakukan dalam pencegahan yaitu melalui desinfeksi alat dan bahan yang tercemar, perbaikan status gizi pada anjing dan kesehatan anjing serta melakukan program imunisasi secara tepat dan teratur.
Diare dan muntah secara berlebihan berpengaruh buruk bagi Anjing penderita penyakit ini. Anjing yang menderita penyakit ini seringkali mati karena dehidrasi. oleh karenanya dengan pemberian larutan garam dan gula faali akan sangat membantu anjing yang menderita Penyakit Canine Parvovirus untuk melewati masa kritis yang biasanya berlangsung selama 2-5 hari. 

5. Penyakit Hepatitis Pada Anjing


Hepatitis pada anjing disebabkan oleh virus 'Canine Adeno Virus-1(CAV-1') Penyakit Hepatitis merupakan penyakit virus yang akut dan dapat menulari semua jenis anjing, akan tetapi penyakit Hepatitis ini tidak akan menular kepada manusia, Pada anjing yang berusia lebih dari setahun, lebih dari 50 % pernah terkena penyakit Hepatitis ini, meskipun dengan angka kematian anjing yang rendah. Virus 'Canine Adeno Virus-1(CAV-1') termasuk virus DNA, dan secara antigenic berkerabat dengan CAV-2 penyebab tracheobronchitis menular pada anjing. 

Penyakit Hepatitis Menular Pada Anjing
Penyakit Hepatitis menular pada anjing telah tersebar luas di dunia, dengan gejala Penyakit Hepatitis yang beragam dari yang ringan sampai dalam bentuk parah, 

Penyakit Hepatitis yang ringan pada anjing dapat berupa demam sementara yang dalam bentuk parah seperti depresi, leucopenia yang jelas dan bertambah lamanya waktu beku darah.

Gejala Klinis Penyakit Hepatitis Pada Anjing
Penyakit Hepatitis menular gejalanya sangat beragam dari demam ringan sampai mematikan. Gejala Klinis Penyakit Hepatitis Pada Anjing berupa demam diatas 40 °C Baca Juga : Ciri-ciri penyakit cacingan pada ternak sapi peliharaan
penyakit hepatitis pada anjing yang perlu diwaspadai
dan demam ini dapat berlangsung hingga 1-6 hari, dan umumnya bersifat bifasik, terjadi takikardia dan leukopenia. Gejala lainnya Penyakit Hepatitis Pada Anjing berupa anoreksia, konjungtivitis, apatis, kehausan, leleran serous dari hidung dan mata, bahkan kadang-kadang disertai dengan nyeri lambung, muntah juga bisa terjadi serta ditemukan oedema subkutan daerah dada, kepala, dan leher.

Bantuan ahli medis atau dokter hewan sangat diperlukan untuk melakukan sebuah tindakan pengobatan dan perawatan yang secepatnya karena biasanya dalam waktu 1 - 3 minggu setelah gejala penyakit Hepatitis ini mulai terlihat, kemungkinan besar akan mengakibatkan radang pada selaput mata sehingga anjing tersebut menjadi buta
penyakit hepatitis pada anjing

Diagnosa Penyakit Hepatitis Pada Anjing
Diagnosa dilakukan berdasarkan kejadian perdarahan yang mendadak dan bertambah lamanya waktu beku darah. Pemeriksaan fisik dengan inspeksi daerah kulit, mata, telinga, gusi dan palpasi daerah perut

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Hepatitis Pada Anjing
Untuk mencegah penyakit Hepatitis pada anjing dapat dilakukan vaksinasi dan juga pemberian vaksin dengan dikombinasi vaksin lainnya. Selain itu Transfusi darah mungkin perlu untuk dilakukan pada anjing yang sudah terlalu parah terkena penyakit ini. Untuk lebih jelasnya dibawah ini uraian mengenai cara Pencegahan dan Pengobatan penyakit Hepatitis pada Anjing 

Pencegahan penyakit Hepatitis Pada Anjing :
  1. Hindari memberi makan dalam satu tempat makan antara anjing sehat dengan anjing penderita penyakit hepatitis kronis
  2. Hindari memberi pakan yang sudah kadaluarsa
  3. Hindari anjing yang sehat bersentuhan dengan anjing penderita penyakit hepatitis kronis
Pengobatan penyakit Hepatitis Pada Anjing :
  1. Antibiotik
  2. Vitamin
  3. Obat anti radang
  4. Obat anti kanker
  5. Vitamin peningkat untuk kekebalan tubuh
  6. Mineral yang memiliki kandungan seng
  7. Berikan pakan khusus untuk penderita hepatitis kronis
  8. Diuretika (perangsang untuk mengeluarkan air kencing)
Demikianlah sedikit informasi mengenai jenis-jenis penyakit yang biasa menyerang anjing peliharaan, data ini kami olah dari berbagai sumber

Belum ada Komentar untuk "KENALI JENIS-JENIS PENYAKIT ANJING"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel