panduan lengkap cara beternak ayam cemani

PETERNAKAN

panduan lengkap cara beternak atau budidaya ayam cemani


Cara Beternak Ayam Cemani- Umumnya kita telah mengenal berbagai ayam kampung atau yang sering di sebut ayam buras. Di sebut ayam buras karena memang ayam tersebut merupakan ayam bukan"ras", jadi merupakan ayam biasa yang banyak terdapat di seluruh pelosok pedesaan maupun di kota - kota di indonesia. ayam buras ini banyak ragam dan jenisnya, antara lain ayam kedu, ayam gaok dari madura, ayam sumatra, ayam cemani dan lain sebagainya. adapun warna ayam buras ini juga sangat bervariasi, yaitu dari warna blorok, merah, wido kelabu, jali, hitam, dan lain sebagainya. dari berbagai macam ayam buras tersebut jenis ayam cemani termasuk ayam yang cukup langka. oleh karenanya, ayam cemani punya nilai jual ekonomis yang lebih tinggi dibanding dengan jenis ayam lainnya.
panduan lengkap cara beternak ayam cemani

        Pengembangbiakan ayam cemani ini sebetulnya tidak lah sulit, tidak berbeda jauh dengan pemeliharaan ayam kampung biasa. Dalam rangka turut meningkatkan dan meratakan pendapatan masyarakat, pada kesempatan ini kami menghimbau untuk mengisi peluang yang baik ini dengan beternak ayam cemani. Artikel ini mudah - mudahan dapat dijadikan panduan atau petunjuk bagi mereka yang masih awam terhadap cara memelihara ayam cemani, sehingga pengembangan populasi ayam cemani dapat berkembang pesat dan besar kemungkinan dapat menjadi komoditi ekspor. Baca juga: Penyakit non-infeksi pada ikan atau penyakit yang tidak menular pada ikan
        
AYAM CEMANI
        Ayam cemani adalah salah satu ayam yang sangat unik, hampir seluruh bagian tubuhnya berwarna hitam. Mulai dari kuku, lidah, bulu, daging, tulang, bahkan darahnya pun berwarna merah kehitaman. baik ayam cemani jantan maupun ayam cemani betina mempunyai penampilan yang sangat menarik yaitu warna bulunya hitam mengkilap, kaki hitam dan ramping dengan bulu ekor yang sangat lebat sehingga biasa di pakai sebagai ayam hias.
ciri - ciri ayam cemani dan cara beternak ayam cemani
        Asal ayam cemani belum dapat di ketahui dengan pasti karena terdapat hampir di setiap kota, baik di pulau jawa maupun di pulau sumatra meskipun jumlah nya sangat sedikit dan kegunaannya berbeda. di jawa timur, jawa tengah dan madura ayam cemani di gunakan sebagai sesaji dalam upacara adat. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat bahwa ayam hitam mulus ini punya kekuatan magis sebagai tolak bala. hal itu merupakan tradisi turun - temurun dari nenek moyang kita yang masih banyak di lakukan terutama oleh masyarakat di pedesaan.
        Mengenai betul tidaknya ayam cemani dapat menolak bala, kami sebagai penulis tidak dapat memberikan komentar, karena hal ini menyangkut pada keyakina seseorang. Namun demikian, banyak sekali di jumpai penggunaan ayam hitam ini untuk menolak bala. Hanya saja, penelitian secara ilmiah tentang khasiat daging ayam cemani belum pernah di lakukan. Keluarga Tionghoa misalnya, sering mencari ayam cemani untuk istrinya yang sedang hamil agar anak yang lahir sehat dan cerdas. Tahun 1987-an, orang malaysia dan singapura mencari ayam cemani untuk berbagai keperluan seperti ramuan obat penyakit kanker, syarat agar selalu menang judi atau agar cepat mendapat jodoh. Di madura, ayam cemani digunakan sebagai sajian dalam pesta laut agar mendapat banyak ikan dan selalu selamat. contoh di atas menunjukkan betapa banyakknya "kegunaan" ayam cemani di beberapa daerah.
        Mengingat ayam cemani sangat langka dan di percaya memiliki banyak kegunaan, maka wajar harga ayam cemani menjadi sangat mahal. Menurut pengalaman dari para peternak ayam cemani, usaha ternak ayam cemani dapat dilakukan pada lahan pekarangan rumah yang tidak terlalu luas. Sebagai usaha sampingan tentu dapat memberikan penghasilan tambahan yang lumayan, apalagi jika di barengi pengelolaan serta perawatan yang intensif dan teliti. Besar kemungkinan di peroleh ayam cemani berkualitas tinggi, yaitu ayam dengan warna hitam mulus dan penampilan menarik. Dari kacamata usaha, populasi ayam cemani yang langka dan permintaan yang cukup banyak menunjukkan bahwa ternak ayam cemani mempunyai prospek yang menarik.
        Budidaya ayam cemani dapat di usahakan dalam skala yang besar. Namun, kendalanya adalah sulit di peroleh bibit ayam cemani dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, sebelum mengusahakan dalam skala besar sebaiknya lebih dahulu mencoba dalam skala kecil. Dengan demikian, peternak lebih berpengalaman terutama dalam pengelolaan manajemen dan lebih mengenal perilaku serta karakteristik ayam cemani. setelah berhasil baru di perluas menjadi skala besar.
        Budidaya ayam cemani tidak terlalu berbeda dengan budidaya ayam kampung lainnya. Ayam cemani memerlukan kandang yang memenuhi syarat, di sertai dengan kelengkapannya. Makanan pun harus bervariasi dan memenuhi kebutuhan gizi sehingga ayam cemani dapat tumbuh dengan sehat serta berkembang dengan baik. Apabila ingin melakukan penetasan, maka induk dan pejantan harus unggul sehingga hasilnya memuaskan.
        Melalui artikel ini, kami mencoba berbagi pengalaman dalam hal beternak ayam cemani sebagai pekerjaan sambilan. Penjelasan ini di harapkan dapat merangsang munculnya peternak - peternak baru baik sebagai usaha sambilan maupun sebagai usaha komersial sehingga pendapatan peternak ayam cemani akan meningkat. Selain itu, melalui ternak ayam cemani berarti lapangan kerja baru akan terbuka dan secara langsung jumlah pengangguran akan terkurangi. Dampak lain berkembangnya populasi ayam cemani adalah kemungkinan sebagai komoditas ekspor karena merupakan ayam hias langka yang penampilannya menarik serta mempunyai keistimewaan khusus di banding ayam kampung lainnya.

       Ayam Cemani sebagai sarana upacara adat
       Ayam cemani di kenal di indonesia sejak berabad - abad yang lalu. Hal ini bisa kita lihat dalam cerita perwayangan yang juga menyebutkan ayam cemani. Tepatnya saat Kresn, raja Dwaranti, yang berkulit hitam di samakan dengan hitamnya ayam cemani. Kita ketahui bahwa cerita wayang yang tumbuh subur di jawa sebenarnya merupakan kebudayaan tua yang berasal dari india.
       Selain itu, ayam cemani sering di pakai sebagai sarana dalam upacara adat yang sampai saat ini masih kita jumpai. Upacara adat selamatan sebenarnya merupakan tradisi yang sudah berabad - abad hidup di indonesia, bahkan sebelum zaman majapahit. Upacara selamatan dalam pembuatan candi misalnya, di kandung maksud agar sejak mulai hingga selesai pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar dan selamat. Bahkan upacara - upacara tradisional di keraton Yogya, Solo, Cirebon terutama pada upacara grebeg maulud dan sekatenan selalu di sertai dengan upacara selamatan yang salah satu sarananya adalah ayam cemani
        Tidak mustahil bila sejak zaman Hindu Budha sosok ayam cemani sudah ada di Nusantara. Meskipun ayam cemani telah berada di indonesia berabad - abad lamanya, namun para pakar belum dapat menentukan asal - usul ayam cemani. Berdasarkan hal di atas, sebagian berpendapat bahwa ayam cemani merupakan ayam indonesia asli. Namun pada periode berikutnya yaitu tahun 1924, di daerah kedu jawa tengah muncul jenis ayam cemani baru yang menurut cerita pemiliknya merupakan hasil keturunan silang antara ayam kampung dengan ayam impor jenis Australorp yang di kenal dengan sebutan kedu cemani.

Menurut cerita tentang asal usul ayam cemani dalam artikel sebelumnya yang telah kami publis, ayam cemani sebenarnya ada dua yaitu ayam cemani yang hidup sejak zaman Hindu Budha dengan sebutan ayam cemani kampung dan ayam kedu cemani. ayam kedu cemani ini mulai muncul pada tahun 1924 atau pada waktu itu dikenal sebagai ayam hitam mulus yang artinya sama dengan ayam cemani. Pemilik ayam kedu cemani ini adalah Kepala desa Kalikuto, Grabag, Magelang yang hobi beternak. Masyarakat desa Kalikuto menyebutnya pak Tjokro atau nama lengkapnya Tjokromihardjo.
        Ayam kedu cemani milik pak Tjokro ini mulai populer pada tahun 1926 pada saat di pamerkan dan di ikutsertakan dalam kontes ayam di pekan raya Semarang dan berhasil mendapatkan mendali serta piagam. Semula oleh panitian lomba, ayam ini akan di beri nama ayam Kalikuto, karena memang berasal dari desa Kalikuto. Namun usul itu di tolak dan di usulkan di beri nama ayam kedu karena berasal dari karisidenan. Kedu. Oleh karenanya, sekarang di kenal dengan sebutan ayam kedu cemani.
        Menurut cerita pemiliknya, ayam ini hasil perkawinan ayam australorp dengan ayam kampung yang berasal dari Gunung Sumbing. Ayam kampung dari Gunung Sumbing ini mempunyai sosok penampilan besar dan di duga merupakan silangan liar ayam inggris yang di bawa orang dari zaman Raffles. Ayam Inggris itu di perkirakan termasuk jenis ayam dorking yang di pelihara di daerah peristirahatan Dieng. Ayam ini besar kemungkinan kawin dan berbaur dengan ayam kampung dan menghasilkan ayam kampung unggul dengan perawakan besar. Sedang ayam Australorp adalah ayam jenis unggul, berwarna hitam kumbang yang berasal dari autralia. ayam ini sering di silangkan dengan ayam kedu cemani dengan tujuan untuk memperbaiki  mutu dari ayam lokal baik mengenai warna, daging maupun penampilannya.
        Antara ayam kedu cemani dengan ayam cemani lokal pada saat ini sulit di bedakan. Namun demikian dapat di bedakan antara ayam kedu cemani dan ayam cemani lokal berdasarkan pengalaman sebagai berikut.

PERBEDAAN AYAM CEMANI LOKAL DAN KEDU CEMANI
cara beternak atau budidaya ayam cemani
 Karakteristik 
Ayam Cemani Lokal
Kedu Cemani
Umur 1 - 2,5 bulanpertumbuhan bulu lambat atau sering di sebut trondolbulu tumbuh cepat dan subur
Umur 3 bulanbulu tumbuh lengkap berwarna hitambulu mulai rontok
Sosok tubuhsedangtinggi besar
Bulu leher betinahitam legamhitam campuran cokelat
Bulu leher dan bulu badan jantanhitam legamselain hitam tumbuh warna merah dan hijau

Penelitian Ayam Kedu Cemani
        Kepopuleran ayam kedu cemani sangat menarik perhatian para peneliti ternak unggas di bogor. Penelitian ini di lakukan kira - kira pada tahun 1937 oleh J. Merkens dan J.F. Mohede. Penelitian dilakukan setelah mendapatkan sampel ayam kedu cemani dari dokter hewan di Magelang yang bernama H. Tigelaar sebanyak 40 ekor ayam cemani yang terdiri dari 2 ayam kedu cemani jantan dan sisanya betina. Dua pejantan itu satu berwarna hitam mulus sedang yang lain berwarna hitam di tumbuhi bulu hias berwarna merah sedang berat badannya masing - masing 3.080 gram dan 2.250 gram.
        Pada tahun 1941, telur - telur dari induk ayam cemani itu berhasil di tetaskan melalui mesin tetas sebanyak 1.256 anak ayam cemani. dan ternyata anak ayam sebanyak itu mempunyai warna yang beraneka ragam, walau terbanyak warna hitam. penelitian itu juga memantau perkembangan anak ayam berumur 2 bulan. pada umur itu, bulunya mulai rontok sampai terlihat gundul. pada umur 3 bulan mulai tampak tumbuh bulu baru dan pada umur 4 bulan bulunya normal kembali.
        Selain itu, di teliti pula perubahan warna bulu ayam. anak ayam yang semula menetas dengan warna bulu hitam putih setelah dewasa berubah menjadi hitam menyeluruh. Sedang yang berwarna putih atau putih kelabu berubah menjadi putih. sementara yang berwarna kelabu hitam berubah menjadi kelabu atau kelabu belang - belang hitam. demikian juga merah tua akan berubah menjadi menjadi merah kuning belang - belang hitam. sedang yang menetas dengan warna hitam akan tetap berwarna hitam. Untuk lebih jelasnya perkembangan perubahan warna bulu anak ayam cemani hingga dewasa dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

ciri-ciri ayam cemani yang paling mudah dikenali
Warna Bulu Saat Menetas
Setelah Berumur Tiga Bulan
1. Hitam keputihan
2. Putih/putih kelabu
3. Kelabu hitam
4. Merah tua
5. Hitam
1. Berubah menjadi hitam
2. Warna menjadi putih
3. Warna menjadi kelabu atau kelabu belang - belang hitam
4. Berubah menjadi merah muda dengan belang - belang hitam
5. Tetap hitam
Dalam penelitian itu juga di amati bahwa dari 1.256 anak ayam cemani ternyata mempunyai warna paruh, kaki, dan warna penghias kepala yang berbeda dan hasilnya dapat di lihat pada tabel selanjutnya.
        
        Dari populasi anak ayam kedu cemani yang di teliti pada waktu berumur kurang dari 6 bulan pada umumnya mempunyai jengger dan pial berwarna hitam,  dan setalah berumur lebih dari 6 bulan warna hitam berangsur - angsur menjadi merah. Selanjutnya hasil dari penelitian di peroleh tipe ayam kedu cemani yaitu petelur, serta petelur dan pedaging untuk ayam betinannya, sedang ayam jantan mengarah pada tipe ayam aduan karena sifatnya sangat agresif dan penuh nafsu bertarung. kedua peneliti menyimpulkan bahwa ayam kedu cemani masih sangat heterogen karena hasil keturunnya sangat bervariasi dalam tipe dan warna bulunya. Namun demikian, jenis ayam ini merupakan ayam yang baik untuk di kembangkan lebih lanjut melalui seleksi.

Baca juga :



WARNA PARUH, KAKI, DAN PENGHIAS KEPALA PADA BERBAGAI WARNA AYAM KEDU CEMANI

Warna BuluWarna ParuhWarna KakiWarna Penghias Kepala
1. Hitam: hitam
: hitam
: hitam
: hitam
: hitam
: hitam
: hitam
: biru
: hitam
: hitam agak kemerahan
: merah
: hitam agak kemerahan
2. Cokelat: biru
: kuning
: hitam
: hitam
: biru
: biru
: kuning
: hitam
: hitam
: biru
: merah
: merah
: hitam agak kemerahan
: merah
: hitam agak kemerahan
3. Kelabu: biru
: hitam
: kuning
: hitam
: hitam
: hitam
: biru
: biru
: kuning
: kuning
: hitam
: hitam
: biru
: biru
: merah
: merah
: merah
: hitam
: merah
: merah
: hitam agak kemerahan
4. Putih: kuning
: putih
: putih
: kuning
: biru
: kuning
: biru
: biru
: biru
: biru
: merah
: merah
: merah
: merah
: merah

A. Pemeliharaan Ayam


     Sebelum membahas masalah perkandangan secara detail, terlebih dahulu akan di uraiakan sedikit tentang cara pemeliharaan ayam kampung termasuk ayam cemani yang sering dilakukan baik di pedesaan maupun di perkotaan. pemeliharaan ayam ini dapat di bagi menjadi tiga cara yaitu ekstensif, semi intensif, dan intensif secara lebih lengkap akan di uraikan berikut ini.

1. Pemeliharaan Ayam Cara Ekstensif
    Pemeliharaan ayam dengan cara ekstensif yaitu ayam yang di pelihara di lepas di alam bebas untuk mencari makan sendiri. Peternak sama sekali tidak menyediakan kandang dan makanan secara tutin. Dengan kata lain, ayam - ayam itu hidup mandiri. Pagi hari akan berkeliaran untuk mencari makan dan sore menjelang gelap pulang dan tidur di mana saja. Ada yang tidur di atas pohon, di beranda rumah, bertengger di lumbung padi, dan sebagainya.
    Pada cara pemeliharaan ini perhatian pemilik terhadap ternak - ternak ayam boleh dikatakan tidak ada sama sekali. Bahkan kadang - kadang induk ayam itu bertelur dan menetaskan anak, pemilik ayam tidak tahu. Bahkan sering induk - induk ayam beberapa minggu menghilang dan kembali dengan membawa anaknya yang masih kecil. Cara pemeliharaan ayam semacam ini banyak kita jumpai di pedesaan. Pemeliharaan ayam dengan cara ekstensif masih dapat bertahan hingga sekarang karena lahan di pedesaan masih luas dan memiliki sumber makanan bagi ayam.

2. Pemeliharaan Ayam Cara Semi Intensif
    Cara pemeliharaan ayam semi intensif ini sudah lebih maju di banding cara ekstensif. Pemilik sudah mulai memperhatikan kandang, makanan dan kesehatan ayamnya. Ayam sudah di buatkan kandang dan mulai di beri makanan seadanya misalnya menir, jagung atau sisa makanan selain makanan yang di carinya sendiri. Jika ada ayam yang sakit di beri pengobatan yang biasanya menggunakan cara tradisional. Ayam yang kelihatan lesu dan tidak bergairah, misalnya, di obati dengan memakai bawang merah dan kunyit di tumbuk atau cabe merah yang dilolohkan begitu saja tanpa mengenal aturan dan dosis. kadang ayam yang sakit tidak di obati tetapi justru di potong untuk di konsumsi. hal ini ada baiknya karena dapat mencegah penularan penyakit. cara pemeliharaan ini banyak di lakukan oleh masyarakat kota karena dapat di lakukan sebagai pekerjaan sambilan dan dapat memberikan manfaat yang lumayan.

3. Pemeliharaan Ayam Cara Intensif
    Pada pemeliharaan ayam secara intensif dapat dikatakan bahwa kehidupan ayam sangat di tentukan oleh peternak, mulai dari pemeliharaan, pemberian makan ayam, penetasan telur, atau pun perkawinanya. Cara ini banyak di lakukan oleh peternak bermodal besar terutama peternak ayam negri baik ayam petelur maupun ayam potong. dengan cara ini, hasil yang di peroleh lebih memuaskan selain bisa di peroleh bibit unggul. peternak betul - betul mencurahkan seluruh perhatian dan kemampuannya dalam rangka meningkatkan mutu dan produktifitas ayam peliharaannya. 
    Setelah kita ketahui ketiga cara pemeliharaan ayam diatas maka dalam rangka mengembangkan populasi dan mutu ayam cemani kita dapat memilih cara yang paling cocok untuk di terapkan. misalnya, jika peternak ayam hanya mampunyai lokasi atau lahan yang sempit dan tinggal di kota dapat di pilih pemeliharaan dengan cara intensif. Tentu peternak ayam juga harus mempunyai modal dan pengetahui mengenai ayam cemani yang memadai. sebaliknya, bila peternak peternak ayam tinggal di kota dengan lokasi atau lahan yang cukup luas dan ia sibuk dengan kegiatan lain. Cara ekstensif atau semi intensif dapat di pilih, tergantung pada cara yang memungkinkan.

B. Tujuan Pengadaan Kandang Ayam
    1. Fungsi Kandang Ayam
    Pada pemeliharaan ayam secara intensif, kandang dan peralatan di dalamnya mutlak di perlukan. Kegunaan kandang selain sebagai tempat tinggal ayam juga tempat bekerja bagi peternak dalam melayani kebutuhan hidup ayam. Misalnya, memberi makan - minum, mengobati ayam yang sakit atau membersihkan kandang dari berbagai kotoran. Kandang dan perlengkapan yang baik serta memenuhi syarat akan membuat ayam merasa betah dan nyaman. Kandang ayam seperti itu menghindarkan ayam dari iklim buruk seperti panas dan hujan serta gangguan binatang seperti musang, tikus, ular, dan sebagainya. Kondisi kandang ayam yang nyaman memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan dan pertumbuhan ayam. Oleh sebab itu, kandang dengan perlengkapannya turut menentukan keberhasilan suatu usaha ternak ayam.

    2. Hal-hal yang perlu di perhatikan sebelum membangun kandang ayam
    Jika usaha ternak ayam cemani akan di usahakan dalam skala yang besar maka seluruh perhitungan harus berdasar untung - rugi secara bisnis. demikian pula dalam menentukan lokasi atau lahan. Dalam perencanaanya harus di perhitungkan hal - hal seperti harga tanah, sumber air, listrik, tenaga kerja, pasar, sarana jalan dengan transportasinya. Prospek pemasaran juga juga harus dianalisis secara cermat. jika prospek pemasarannya lemah sedang produksi baik maka akan membahayakan kelangsungan usaha peternakan itu. bila produksi ayam sulit di jual tentu perusahaan akan kekurangan uang kas untuk membeli makanan ternak maupun membayar upah buruh. Untuk keperluan ini memang dibutuhkan penelitian pasar. Nah, setelah melakukan penelitian terhadap lokasi usaha ternak ayam cemani dan secara ekonomis menguntungkan, maka langkah selanjutnya adalah membangun kandang.

Agar ayam cemani yang di pelihara dalam kandang tetap sehat maka pada saat membangun kandang harus memperhatikan beberapa persyaratan sebagai berikut.

 1. Letak kandang ayam
     Letak kandang ayam hendaknya di tempat tertinggi dari lingkungan sekelilingnya agar pada musim hujan tidak tergenang air. Namun demikian pembuatan sistem drainase di sekitar kandang ayam mutlak di perlukan. Selain itu isi kandang ayam juga harus di perhatikan dalam pembuatan kandang. Letak kandang ayam kutuk (anakan) harus terpisah jauh dari kandang ayam dewasa karena ayam kutuk (anakan) masih sangat peka terhadap penyakit. menempatkan ayam kutuk (anakan) dengan ayam dewasa maupun ayam babon dalam satu kandang merupakan suatu kesalahan besar karena dapat menimbulkan kematian pada ayam itu. kematian itu akibat di patuki atau di kerubut oleh ayam lain serta terkena penyakit.

2. Ventilasi Kandang Ayam
     Setiap kandang ayam yang di bangun harus mempunyai ventilasi (saluran udara) yang cukup sehingga dapat menjamin keluar masuknya udara secara berkesinambungan. Dengan demikian udara dalam kandang ayam selalu terasa segar dan sehat sehingga fungsi biologis yang berkaitan dengan proses pernafasan berlangsung baik. Di samping itu, juga dapet menghilangkan gas-gas yang timbul akibat menumpuknya kotoran ayam.

3. Sinar Matahari
    Posisi kandang ayam hendaknya menghadap ke timur sehingga sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang. Sinara matahari pagi ini merupakan vitamin D serta dapat membunuh kuman - kuman penyakit. selain itu, dinding bagian depan hendaknya di buat terbuka, misalnya dari kawat ram dan sebagainya.

4. Kelembapan udara dalam kandang ayam
    Kelembapan udara yang tinggi dalam kandang ayam dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan ayam cemani. pada kelembapan tinggi, udara menjadi basah sehingga ayam yang berada dalam kandang mudah terserang penyakit pernafasan seperti pilek atau ngorok. untuk menjaga agar udara dalam kandang ayam tidak terlalu lembab, maka perlu di usahakan agar sinar matahari dapat masuk kedalam kandang ayam sehingga lantai kandang menjadi kering.

5. Pohon pelindung
    Disekitar kandang ada baiknya di tanami pohon pelindung yang bermanfaat seperti petai, durian, mangga, jambu, atau pohon - pohon lainnya. Dengan lindungan pohonan, udara di dalam maupun di sekitar kandang akan terasa nyaman dan segar. pohonan itu juga dapat menahan angin sehingga kandang ayam tidak terlalu banyak mendapat angin langsung.

6. Pondasi kandang ayam
    Bentuk pondasi kandang ayam dapat di buat berdasarkan besar kecilnya kandang dan tempat kandang itu di bangun, yang penting pondasi harus kokoh dan kuat serta dapat mencegah masuknya air ke dalam kandang.

7. Lantai kandang ayam
    Lantai kandang ayam sebenarnya ada dua macam yaitu lantai litter (beralas) dan lantai renggang (slat). Lantai beralas dapat di buat dengan bahan yang tahan lama misalnya lantai semen, papan, atau batu bata. sedangkan lantai renggang, alas nya dapat di buat dari bahan kayu, bambu atau kawat. Sebagai bahan litter untuk lantai beralas dapat di gunakan campuran dari 3 bagian pasir, ½ bagian kapur tohor dan ¼ bagian serbuk arang. Bahan lain yang dapat di pakai sebagai litter adalah perbandingan 6 bagian sekam dan 1 bagian kapur tohor. Campuran bahan - bahan di atas di aduk merata dan di taburkan pada dasar lantai kandang ayam sampai ketebalan 10 - 15 cm. Fungsi dari kapur tohor adalah untuk membunuh hama penyakit dan fungsi dari serbuk arang adalah mengisap racun yang ada dalam kandang.

8. Dinding kandang ayam
    Kontruksi dinding kandang ayam di buat agar udara ruangan dalam keadaan segar dan nyaman. Disamping itu kandang tampak terang karena cukup sinar matahari serta menahan angin langsung dan hujan. pada daerah yang berhawa panas, dinding di usahakan banyak berlubang, sedang pada daerah dingin dan banyak curah hujannya, dinding kandang ayam di buat rapat dengan sedikit lubang.

9. Pintu kandang ayam
    Pintu kandang ayam di buat dengan ukuran cukup sehingga peternak dapat masuk tanpa mengganggu ternak ayam. Apa bila kandang ayam itu terdiri - dari petak - petak maka tiap petak perlu di pasang pintu yang membuka ke arah dalam.

10. Luas kandang ayam yang baik
     Luas kandang ayam harus ideal. Artinya, jumlah ayam yang di tampung tidak berlebihan atau longgar, jumlah ayam yang berlebihan dalam satu kandang menyebabkan ayam menjadi kurang sehat dan gampang terserang penyakit sedang bila terlalu longgar berarti pemborosan. gambaran kandang ayam yang ideal adalah sebagai berikut :
  1. Tiap meter persegi kandang ayam dapat di huni oleh 20 anak ayam berikut satu atau dua induknya. sedang dalam pemeliharaan buatan  (induk tiruan), tiap meter persegi dapat menampung 25 - 30 ekor anak ayam.
  2. Bagi ayam remaja (ayam dara) luas kandang satu meter persegi dapat di huni antara 10 - 18 ekor ayam cemani
  3. Sementara ayam cemani yang bertelur, tiap meter persegi dapat di huni 7 ekor ayam betina cemani dan satu ekor ayam jantan. sedangkan ayam cemani remaja yang di lepas maka fungsi kandang hanya untuk bermalam sehingga jumlah ayam per meter perseginya dapat lebih banyak.
11. Bahan - bahan untuk buat kandang ayam
     Dalam membangun kandang ayam sebaiknya di gunakan bahan yang sederhana dan tentunya murah harganya misalnya bambu, kayu, genting, atau papan.


Kandang ayam cemani terdiri dari beberapa tipe. tipe yang di buat tentu di sesuaikan dengan luas tanah yang yang tersedia. dibawah ini adalah beberapa tipe kandang ayam cemani :

1. Kandang ayam cemani sistem ren
    Kandang ayam cemani sistem ren adalah kandang dengan halaman pengumbaran. Siang hari ayam - ayam cemani dapat bercanda dan berkeliaran di halaman pengumbaran. Pada malam hari masuk kedalam kandangnya. Tempat pengumbaran sebaiknya lebih luas dari kandangnya. tempat pengumbaranpun tidak perlu menggunakan hamburan, cukup di tanami rumput, perdu atau bunga - bungaan agar lebih asri dan nyaman. Kehidupan yang tentram dan nyaman bisa meningkatkan kesehatan dan produktifitas serta mempercepat pertumbuhan anak ayam cemani.
  • Kelebihan kandang ayam sistem ren
  • Pemeliharaan lebih mudah dan praktis (kandang tak perlu di bersihkan setiap hari) sehingga dapat menghemat tenaga kerja, vitamin B12 mudah di peroleh yaitu dari hamburan penutup lantai, lantai kandang ayam lunak sehingga keselamatan kaki ayam terpelihara. selain itu, kotoran ayam mudah terserap sehingga bau busuk akan sedikit berkurang dan ayam dapat di lepas di tempat pengumbaran untuk pergerakan seperlunya, mendapatkan sinar matahari, tambahan zat makanan berupa mineral sehingga ayam kelihatan sehat dan tumbuh dengan cepat. 

  • Kekurangan kandang ayam sistem ren
  • Memerlukan tempat yang lebih banyak, Pada saat tertentu hamburan penutup lantai harus di buka dan di balik agar konsistensinya tetap serta sewaktu - waktu di ganti yang baru. Bila hamburan penutup lantai sering basah dan lembap akan membuat ayam cemani cepat terkena penyakit. Kekurangan lainnya adalah ternak ayam cemani lebih mudah di hinggapi penyakit yang penularannya melalui udara atau di bawa oleh burung gereja, burung merpati, tikus dan sebagainya.
2. Kandang ayam cemani sistem postal
    Kandang ayam cemani sistem postal tidak mempunyai halaman pengumbaran, jadi ayam cemani selalu berada dalam kandang. oleh karena itu dengan sistem postal kesehatan ayam cemani betul - betul harus di perhatikan
  • Kelebihan kandang ayam sistem postal
  • Pemeliharaan ayam cemani pada sistem postal juga lebih praktis, artinya kandang ayam tersebut tidak perlu di bersihkan setiap hari. Biarpun dalam keadaan hujan, hawa dalam kandang akan tetap hangat karena pengaruh proses kimiawi yang di hasilkan oleh hamburan penutup lantai. Di samping itu, ayam akan lebih gembira karena dapat mengais - ngais serta mandi pasir sepuas - puasnya tanpa takut telapak kakinya membengkak karena lantai cukup lunak. begitu juga bau tidak begitu terasa karena kotorannya segera meresap ke dalam litter. 

  • Kekurangan kandang ayam sistem postal
  • Ayam tidak dapat bebas bergerak semaunya karena tidak ada tempat pengumbaran. Frekuensi penggantian hamburan penutup lantai juga harus lebih sering. apalagi bila litter tidak cukup tebal.
3. Kandang ayam cemani sistem baterai
Kandang ayam cemani yang di bentuk kotak bertingkat serta berderet menyerupai baterai di sebut kandang sistem beterai. Tiap kotak hanya dapat menampung seekor ayam saja. Biasanya tiap kotak ruangan berukuran 40 x 40 x 45 cm³.
Kandang ayam cemani sistem baterai biasanya di gunakan untuk ayam petelur yang hasilnya di gunakan untuk di konsumsi sebab telurnya tidak di buahi oleh pejantan. Namun kandang ini dapat juga di gunakan untuk membesarkan anak ayam cemani yang telah di seleksi (berumur sekitar 3 bulan) sehingga pertumbuhannya pesat karena ayam sedikit bergerak kerjanya makan dan minum saja.
Sistem kandang ayam baterai banyak di pakai di kota besar karena dengan tempat yang relatif sempit dapat menampung banyak ayam. Hanya saja, semua yang menyangkut kesehatan ayam cemani seperti vitamin, air minum, makanan atau obat - obatan, harus betul - betul di penuhi. Hal ini karena ayam cemani tidak dapat mencari makanan sendiri.
  • Kelebihan kandang ayam sistem baterai
  • Penularan penyakit dapat di hindarkan, demikian pula kanibalisme antarayam. dan dapat di deteksi pertumbuhan dan perkembangan ayam secara teliti sehingga dapat segera di ketahui jenis ayam yang bermutu.
  • Kekurangan kandang ayam sistem baterai
  • Pemeliharaan ayam cemani melalui sistem ini harus intensif karena ayam - ayam minta perhatian lebih banyak dari pemeliharanya. Jika kekurangan makan, ayam akan mudah terserang penyakit. kotoran  yang jatuh di lantai kandang akan mengundang banyak lalat, menjadi sumber penyakit dan bau busuk di sekitar kandang. biaya pembuatan kandang sistem ini cenderung lebih mahal jika di banding sistem lainnya.
4. Kandang ayam cemani sistem koloni
Bentuk kandang ayam sistem koloni sama dengan sistem baterai hanya ruangannya di buat lebih besar sehingga tiap kotak dapat menampung beberapa ekor ayam cemani. kandang ayam cemani semacam ini dapat di gunakan untuk pembesaran anak - anak ayam cemani yang telah berumur dua bulan ke atas. dengan kandang seperti itu kita dapat menggolongkan beberapa kelompok umur anak ayam cemani yang berbeda sehingga tidak tercampur. hal ini penting karena percampuran anak ayam cemani dari berbagai umur yang jauh berbeda sering menyebabkan kematian.
  • Kelebihan kandang ayam sistem koloni

  • Menghemat ruangan tempat pemeliharaan dan dapat di pergunakan untuk memelihara sekelompok ayam dari umur tertentu. kelebihan lain, ayam yang berada dalam kandang kelihatan lebih ceria karena dapat bercanda dengan yang lain.
  • Kekurangan kandang ayam sistem koloni

  • Kandang tersebut harus sering di kontrol karena sifat kanibalisme sering sekali terjadi. kotoran akan cepat menumpuk sehingga kandang ayam tersebut harus sering di bersihkan. jika pembersihan kandang terlambat akan menyebabkan bau busuk sehingga mengganggu kesehatan ayam. jumlah ayam yang melebihi kapasitas kandang akan menyebabkan ayam berebutan dan berdesakan dalam memperoleh makanan sehingga ayam - ayam yang kuat saja yang mendapatkan gizi yang cukup. selain itu, penularan penyakit lebih mudah terjadi.

PERLENGKAPAN KANDANG AYAM CEMANI
hal - hal yang harus disiapkan dalam kandang ayam cemani
Setelah kandang ayam selesai dibangun, tahap selanjutnya adalah menyediakan sarana penunjang yang di perlukan agar ayam cemani dapat hidup dengan sehat. Sarana penunjang yang di perlukan antara lain tempat makan, minum, tempat tenggeran, sarang tempat bertelur, penerangan, dan sebagainya. Berikut ini uraian secara rinci.

1. Tempat tenggeran ayam cemani
    Tempat tenggeran yang diletakkan dalam kandang ayam cemani sebenarnya berfungsi sebagai tempat tidur. dengan adanya tengeran maka ayam cemani dapat tidur teratur dan tidak tumpang tindih. selain itu, menghindarkan ayam dari debu dan gas yang di hasilkan oleh kotoran terutama saat ayam tidur. Tenggeran sebaiknya di buat dari kayu atau bambu agak bulat dengan garis tengah sekitar 4 cm atau yang berukuran lebar 4 cm dan tebal 3 cm. jarak tenggeran yang satu dengan lainnya yaitu 35 - 40 cm dengan tinggi tenggeran dari lantai  dasar 50 - 75 cm.

2. Sarang tempat bertelur ayam cemani
    Sarang tempat bertelur perlu sekali di sediakan terutama dalam kandang ayam cemani dewasa karena ayam itu pasti akan bertelur. Tempat bertelur itu dapat di buat berbentuk kotak dari papan yang alasnya di beri merang, atau jerami padi kering, jika anda sulit menemukan jerami padi dapat di ganti dengan daun pisang yang telah kering (kelaras) atau karung goni bekas. Tempat bertelur ayam cemani dapat di buat besar sebagai tempat bertelur bersama. sebaiknya besar kotak tempat bertelur itu berukuran 30 x 35 x 40 centimeter persegi yang cukup untuk 4 - 5 ekor ayam cemani. banyak nya sarang tempat bertelur ini di sesuaikan dengan banyaknya ayam cemani betina dewasa yang di pelihara. sarang ini sebaiknya di tempatkan di bagian belakang kandang dengan posisi lebih tinggi dari tempat bertengger. Maksudnya, agar ayam cemani tidak terganggu pada saat pengambilan telur dan saat ayam lain bertengger.

3. Tempat makanan dan minuman ayam cemani
   Tempat makanan dan minuman ayam cemani dapat di buat dari bambu, kayu, seng, aluminium, atau bahan lain yang tidak bocor dan tidak mudah berkarat. tempat makan dan minum harus mudah untuk di bersihkan dan diangkat untuk di pindah - pindahkan. Tempat makanan dan minuman di tempatkan di bagian depan kandang agar tidak mengotori dan membasahi hamburan penutup lantai. di samping itu pemberian makanan dan minuman dapat di lakukan dari luar kandang ayam agar tidak menggangu ayam cemani tersebu.

4. Selimut kandang ayam cemani
   Pada bagian muka kandang biasanya di buat agak terbuka bila terbuat dari kawat ram atau jeruji kayu atau bambu sehingga malam hari ayam cemani akan merasa kedinginan. Untuk menghindarinya perlu di buatkan tutup dari lembaran goni atau dari kerai bambu. jika hawa di dalam kandang terasa sangat panas maka selimut kandang harus di buka agar udara dalam kandang segera menjadi segar dan normal. tanpa selimut kandang, besar kemungkinan ayam merasa kedinginan. hal ini tentu akan menggangu kesehatan ayam cemani, jadi selimut kandang ayam juga berfungsi sebagai pengatur suhu kandang.
   
5. Kotak tempat grit ayam cemani
   Kandang ayam cemani seyogianya di lengkapi dengan kotak berisi grit. yang dimaksud grid adalah pecahan batu kapur yang sudah mati di campur dengan serbuk kasar dari kulit kerang, cangkang bekicot atau serbuk tulang. gunanya, selain membantu proses pencernaan makanan dalam tembolok juga untuk menambah kebutuhan mineral.

6Penerangan kandang ayam cemani
   Jika keadaan memungkinkan, sebaiknya kandang ayam cemani di beri lampu penerangan. lantai luas 25 meter persegi dapat di pakai penerangan sebesar 25 atau 40 watt saja. adanya lampu penerangan memberikan kesempatan bagi ayam untuk mencari makan dengan leluasa sehingga pertumbuhan badannya pesat. selain itu, penerangan dapat menghindarkan ayam cemani dari gangguan predator seperti tikus, ular, atau binatang malam lainnya.

PAKAN AYAM CEMANI
panduan cara membuat pakan ayam cemani

   Dalam beternak ayam tak terkecuali ayam cemani, pakan memegang peranan penting. pakan di perlukan untuk kebutuhan hidup, membentuk sel baru, mengganti bagian tubuh yang aus, pertumbuhan badan, serta untuk berproduksi. Oleh karenanya, harus di mengerti benar mutu bahan pakan yang baik bagi ayam cemani. dalam beternak ayam cemani agak berbeda dengan beternak ayam petelur. Telur yang di hasilkan bukan untuk di jual atau di konsumsi, tetapi untuk di tetaskan agar populasinya cepat bertambah. agar tujuan ini tercapai maka kualitas serta keteraturan dalam pemberian pakan merupakan faktor yang dominan.
   pakan yang berkualitas banyak mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. jika pemberian pakan tidak memperhatikan mutu dapat menyebabkan ayam peliharaan menjadi kurang sehat dan akan mudah terserang penyakit.

A. Kebutuhan Zat
    Seperti yang telah di jelaskan bahwa karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan juga air sangat di butuhkan dalam kehidupannya sehari - hari.

1. Protein bagi ayam
    Kegunaan zat protein bagi ayam, yaitu untuk membentuk jaringan tubuh, mengganti jaringan tubuh yang aus, untuk berproduksi, sumber energi, dan pembentukan lemak badan. Keterlambatan pemberian protein menyebabkan keterlambatan produksi dan pertumbuhannya. sumber protein banyak terdapat pada tepung ikan, tepung daging, tepung darah, tepung susu, keong, siput, cacing, bungkil kacang kedelai, jagung, bekatul, dan kacang tanah.

2. Karbohidrat bagi ayam
    Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi untuk melakukan kegiatan sehingga ayam dapat melakukan aktifitas, tahan terhadap cuaca dan penyakit dan sebagai nya. tubuh ayam memerlukan karbohidrat dengan kadar sekitar 60% dari makanan. Keperluan ini dapat di penuhi dari ransum yang biasanya mengandung karbohidrat sekitar 80%. sumber karbohidrat antara lain terdapat pada jagung, ubi kayu, dan sorgum.

3. Lemak bagi ayam
    Kegunaan lemak bagi tubuh ayam adalah sebagai sumber energi dan sebagai pelarut vitamin A, D, E dan K. Kebutuhan lemak bagi tubuh ayam berkisar 5% dari pakan. karenanya, kandungan lemak ransum tidak lebih dari 5%. hal ini untuk menjaga agar ayam tidak terlalu gemuk sebab ayam yang terlalu gemuk produksi telurnya bisa merosot. Sumber lemak banyak terdapat pada bekatul, bungkil kacang, bungkil kelapa,dan sebagai nya.

4. Mineral bagi ayam
   Mineral bagi ayam berguna untuk pertumbuhan, pembentukan tulang, dan untuk berproduksi. unsur - unsur mineral yang masuk kedalam tubuh ayam berbentuk garam mineral seperti kalsium, natrium khlorida, zat besi, magnesium, yodium, tembaga, seng, aluminium, kobalt, dan fluor. Kalsium dan fosfor juga sangat di perlukan ayam untuk pembentukan tulang dan kulit telur. Kekurangan unsur ini mengakibatkan pertumbuhan ayam menjadi sangat lambat, produksi telur menurun, dan dapat menyebabkan sifat kanibal. jika ayam peliharaan kekurangan garam dapur (NaC1) akan menyebabkan nafsu makannya menurun, dan bulu - bulunya menjadi kusam. Ransum ayam sebaiknya mengandung unsur NaC1 sekitar 0,3 - 0,5%.

 5. Vitamin bagi ayam
   Fungsi vitamin adalah sebagai zat pengatur tubuh ayam, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan produksi. Ayam sangat memerlukan beberapa vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B6, B12, D, E dan K, Sedangkan vitamin C dapat di buat oleh tubuh ayam sendiri. Vitamin itu di uraikan seperti berikut ini.
  1. Vitamin A
  2. Di dalam hidupnya, ayam cemani memerlukan vitamin A. kekurangan vitamin A pada ayam akan menyebabkan peradangan pada mata sehingga membengkak, pertumbuhan cepat menurun sehingga badan menjadi lemah serta jalannya sempoyongan, kulit mudah terserang penyakit, produksi telur menjadi merosok, dan daya tetas telurnya rendah serta embrio banyak yang mati sebelum menetas. Vitamin A biasanya banyak terdapat pada hati, minyak ikan, rumput hijau, jagung kuning, dan daun kacang - kacangan.
  3. Vitamin B1 (Thiamine)
  4. Kegunaan vitamin B1 bagi ayam untuk menambah nafsu makan sehingga pertumbuhannya menjadi baik. kekurangan vitamin ini menyebabkan ayam tidak punya nafsu makan dan berat badannya cepat menurun. selain itu, menyebabkan radang selaput saraf kaki, sayap dan tubuh serta sering terjadi kelumpuhan. Vitamin B1 banyak terdapat pada kacang hijau, jagung, bekatul, bungkil kacang dan juga ragi.
  5. Vitamin B2 (Riboflavin)
  6. Vitamin B2 (Riboflavin) berguna untuk pertumbuhan, memperbaiki produksi telur, daya tetas, dan pertumbuhan embrio. kekurangan vitamin ini akan menyebabkan badan ayam menjadi lemah, kurus, dan kelumpuhan. Di samping itu, juga menyebabkan penurunan produksi telur. Vitamin B2 banyak terdapat pada jagung, kacang - kacangan, ragi, tepung ikan, beras, dan sebagainya.
  7. Vitamin B6 (Pyridoxine)
  8. Pyridoxine bagi ayam di antaranya berguna untuk menambah nafsu makan dan membantu proses pertukaran asam amino. kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan pertumbuhan ayam terhambat sehingga ayam menjadi kerdil. vitamin ini banyak terdapat pada dedak, ragi, tepung ikan, padi - padian, susu dan sebagainya
  9. Vitamin B12 (Cyanocobalamin)
  10. Pada umumnya vitamin ini berguna untuk merangsang pertumbuhan, menaikkan daya tetas telur dan untuk pembentukan sel darah merah. jika kekurangan vitamin B12 nafsu makan ayam menurun dan ayam kelihatan pucat serta pertumbuhan ayam menjadi terhambat. kekurangan vitamin ini menyebabkan daya tetas telur rendah dan kematian embrio sebelum menetas. sumber vitamin ini antara lain yaitu tepung ikan, sisa - sisa hasil fermentasi, kuning telur, dan tepung bungkil kedelai.
  11. Vitamin D
  12. Vitamin D berguna untuk mengatur keseimbangan kalsium dan fosfor dalam proses pembentukan, pertumbuhan, dan pemeliharaan tulang, kulit dan telur. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan pertumbuhan ayam terganggu dan tak jarang menyebabkan kelumpuhan dan produksi telur menjadi menurun. Vitamin D banyak terdapat pada susu, kacang - kacangan, dan minyak ikan
  13. Vitamin E (Alpha - tocopherol)
  14. Bagi ayam cemani, vitamin E di pergunakan untuk kesuburan, pertunasan, dan fertilitas. Kekurangan vitamin E ini menyebabkan ayam menjadi mandul. Vitamin E ini banyak terdapat pada kecambah, kacang - kacangan, dan padi - padian.
  15. Vitamin K
  16. Vitamin K di pergunakan bagi ayam untuk pembekuan darah. Tentu, jika kekurangan vitamin K, darah ayam sulit membeku. jika terjadi luka baru akan lama mengeringnya.

Pakan Pelengkap Untuk Ayam Cemani
     Pakan tambahan yang terdiri dari sayuran seperti daun pepaya, kangkung, singkong, dan Kecambah di perlukan juga oleh ayam cemani. Makanan tambahan itu selain untuk mendapatkan tambahan vitamin dan mineral juga untuk merangsang pertumbuhan dan mencegah penyakit. Oleh karenanya, dalam membuat campuran pakan sering di tambah dengan obat - obatan. untuk mendapatkan hasil ayam cemani yang berkualitas tinggi, maka setelah ayam agak besar, sekitar 3 bulan, dapat di beri pakan tambahan berupa ketan hitam dan cumi - cumi kecil.

Bentuk Pakan Ayam
     Peternak dapat membuat dan menyusun pakan ayam sendiri dengan menggunakan bahan yang banyak tersedia. Asalkan jumlah dan mutu terjamin dan mengandung zat - zat yang banyak di butuhkan oleh ayam cemani seperti yang telah di jelaskan pada artikel sebelumnya. pakan ayam di lihat dari bentuknya dapat berupa butiran dan tepung. berikut ini adalah bentuk - bentuk pakan ayam :
  1. Pakan ayam butiran
  2. pakan ayam butiran adalah makanan yang tersaji dalam bentuk butiran misalnya jagung, ketan hitam, gabah, beras merah, kacang hijau, kacang kedelai, dan sebagainya. pemberian pakan biji - bijian ini dapat di lakukan dua kali sehari yaitu pada waktu pagi hari, untuk satu ekor ayam cemani dewasa 20 - 25 gram, sedang pada waktu sore hari dapat di berikan lebih banyak agar waktu istirahat ayam tetap dalam keadaan kenyang. pada sore hari untuk ayam dewasa dapat di berikan sebanyak 30 - 35 gram.
  3. Pakan ayam tepung
  4. Pakan ayam bentuk tepung adalah campuran dari bahan - bahan yang telah di giling. tujuannya agar makanan mudah untuk di cerna oleh perut ayam. bahan - bahan makanan yang biasa di campur adalah tepung jagung, tepung ikan, tepung kacang hijau, tepung kacang kedelai dan tepung daging. baik makanan berbiji maupun tepung agar susunannya lebih lengkap biasanya masih di tambah sayur yang di cacah dan grit (pecah - pecahan rumah siput, batu kecil - kecil dan sebagainya) untuk membantu pencernaan makanan
Pembuatan Ransum Ayam dan Penyajiannya
     Campuran dari beberapa bahan pakan untuk memenuhi zat - zat yang di perlukan oleh ayam dalam waktu tertentu di sebut ransum. Ransum di berikan untuk perkembangan ayam. Ransum ayam dapat di buat sendiri atau membelinya di toko unggas poultry shop.Akan tetapi, ransum yang banyak di jual di pasaran biasanya untuk pakan ayam ras dan bukan untuk ayam kampung. ransum itu di buat oleh pabrik dan memenuhi syarat gizi dan harganya cukup mahal.
     Produktifitas bertelur ayam ras lebih tinggi di banding ayam kampung, ayam ras dalam satu tahun dapat menghasilkan 250 butir telur, sedang kan ayam kampung hanya sekitar 50 butir saja. oleh karenanya, kebutuhan protein ayam kampung besar kemungkinan lebih rendah di banding kebutuhan protein ayam ras. bukan bearti ayam kampung tidak dapat di beri makan ransum ayam ras, hanya saja kurang efisien. banyak protein dan zat lain yang terbuang.

    Sebelum membuat Ransum, terlebih dahulu di tunjukkan beberapa bahan pakan ayam dengan persentase kandungannya.

BERIKUT DAFTAR BAHAN PAKAN AYAM DENGAN PERSENTASE KANDUNGAN PROTEIN KASAR, LEMAK KASAR, SERAT KASAR, KALSIUM, FOSFOR, DAN AIR
No. Bahan Makanan
Protein Kasar (%)
Lemak Kasar (%) 
Serat Kasar (%)
Kalsium 
(%)
Fosfor
(%)
Air
(%)
1. Tepung Ikan/teri
53,3
6,5
1,510,558,5
2. Bungkil Kacang40,112,58,30,180,62
10,7
3. Kedelai37,516,68,30,260,6311,3
4. Bungkil Kelapa20,818,811,30,300,6710,8
5. Susu Bubuk33,01,0-1,30,908,0
6. Jagung Kuning8,54,53,00,050,3012,0
7. Dedak Halus11,15,417,90,081,1511,5
8. Bekatul12,98,09,32,30,0311,7
9. Cantel11,13,42,30,030,3511,9
10. Tepung Daun Lamtoro19,53,011,01,900,208,5
11. Tepung Tulang---219,0-
12. Tepung Kerang---24,5-
-

Biasanya bahan pakan ayam juga masih mengandung zat lain, seperti hidrat arang, lemak, garam, dan sebagainya. sebagai gambaran, di sajikan daftar zat pakan yang di perlukan oleh ayam cemani dari berbagai umur sehingga jika hendak membuat ransum sendiri akan di hasilkan kualitas yang baik. walau demikian, resep pembuatan ransum ayam yang baik sangat bervariasi bagi tiap peternak ayam.

MEMILIH INDUK PEJANTAN AYAM CEMANI
panduan lengkap cara beternak ayam cemani


A. Memilih Ayam Jago  Sebagai Pejantan

   Untuk mendapatkan hasil yang optimal baik mutu maupun kualitas, faktor pemilihan induk pejantan unggul ayam cemani mempunyai peranan yang sangat penting. di bawah ini di sajikan cara memilih ayam jago cemani yang baik untuk pejantan.
  1. Bentuk dada lebar dan besar, kedua sayapnya harus kokoh dan kuat. panjang badan bagian depan lebih besar dan mengecil kebelakang dengan ekor mengurai panjang.
  2. Bentuk kepala bundar atau lonjong. mata kelihatan beringas dan bersifat pemberani. Bulu leher tebal dan berwarna hitam mengkilap.
  3. Kedua kakinya agak ramping, berdiri kokoh, tegak dan kuat serta paha agak besar
  4. Jengger tebal, tegak berdiri dan boleh di pilih yang berpial lebar atau kecil tergantung selera peternak.
  5. kulit badan, paruh, kaki, lidah, mata, dan rongga mulut nya harus berwarna hitam.
  6. Warna bulu leher, badan dan ekornya berwarna hitam mengkilap dan tidak di tumbuhi bulu hias warna lain.
  7. Mempunyai penampilan yang energik, cara berjalannya tegap dan menampakkan sifat kejantanannya.
  8. Rajin berkokok
  9. Telapak kakinya berwarna hitam.
  10. Rajin mencari makan dalam kandang
  11. Umur kurang lebih setahun
         Seandainya mendapatkan ayam jantan cemani yang memenuhi persyaratan seperti di atas tetapi umurnya masih sangat muda sebaiknya di ambil saja. ayam ini nantinya baik untuk bibit pejantan. Pandangan mata yang sayu dan warna bulu yang kusam menunjukkan kelesuan hidup, ayam cemani semacam ini menandakan tidak sehat atau mengindap suatu penyakit dalam tubuhnya.

B. Memilih Ayam Cemani Betina Sebagai Induk
hal - hal yang harus diperhatikan dalam memilih induk betina ayam cemani
    Ayam cemani betina unggul adalah yang dapat menghasilkan telur yang banyak dan jika nantinya di tetaskan menghasilkan anak ayam cemani yang berkualitas tinggi, yakni sebagian besar berwarna hitam mulus. calon bibit indukan yang baik memiliki sifat yang khas. diantaranya tingkah lakunya gembira, gerakan nya lincah dan tangkas, tidak takut di dekati orang dan suaranya ramai. Ayam cemani itu mempunyai nafsu makan yang cukup baik dan aktif mencari makan sepanjang hari. Berikut di tunjukkan cara memilih induk ayam cemani yang baik.
    Syarat memilih ayam cemani betina yang baik sebagai induk adalah sebagai berikut ini :
  1. Memiliki punggung rata agak miring ke arah ekor
  2. Bentuk kepalanya lonjong atau bulat telur dengan leher sedang dan berbulu. Gelang telinga dan daun telinga bentuknya bulat atau jorong berwarna hitam pekat.
  3. Perutnya besar, lebar dan juga dalam
  4. Bentuk dada agak miring ke belakang dan harus menghimpit tepat pada dada
  5. Jengger wilah atau berbentuk lain, besarnya sedang, kedudukan kokoh dan berwarna hitam legam
  6. Kaki panjang dan ramping serta telapak kakinya tebal berwarna hitam. Kaki tidak berbentuk huruf O atau X karena cacat kaki ini bisa menyulitkan dalam perkawinan.
  7. Warna kulit badan, mata, kaki bulu sayap, badan ekor, dan lehernya berwarna hitam.
  8. Mempunyai sisik kaki yang bersih dan tidak budukan
  9. Dubur bentuknya lebar, bulat dan basah, kulit di sekitar dubur tidak berkerut dan berwarna hitam.
  10. Warna mata, paruh, jengger, pial, lidah, dan rongga mulutnya berwarna hitam. di samping itu, cari yang bentuk matanya bulat dan bebas dari jamur
  11. Berat badan jangan terlalu gemuk sebab ayam cemani yang terlalu gemuk biasanya mandul dan tidak dapat bertelur
  12. Umur ayam cemani paling tidak 7 bulan
  13. Mempunyai pandangan mata yang tajam, penampilan luwes, dan tidak buas.
C. Usaha Penjodohan Ayam Cemani
cara dalam mengawinkan ayam cemani
    Teknik penjodohan ayam cemani dapat di tempuh melalui beberapa cara yaitu perkawinan kelompok tunggal, perkawinan kelompok ganda dan melalui cara perkawinan bergilir. Cara yang di tempuh tergantung dari tujuannya. jika peternak ayam menginginkan keturunan yang murni yakni ayam cemani berkualitas tinggi, maka cara yang dapat di gunakan adalah perkawinan kelompok tunggal atau perkawinan bergilir.
  1. Perkawinan Ayam Cemani Kelompok Tunggal
  2. Perkawinan ayam cemani kelompok tunggal yaitu penjodohan dalam satu kelompok induk ayam cemani betina dengan satu pejantan. Misalnya, dalam satu kandang terdapat 15 ekor induk ayam cemani betina dengan satu ekor pejantan saja.Tentu saja ayam jago ini akan mengawini kelima belas induk pejantan yang perkasa. Untuk menjaga agar pejantan tetap perkasa maka gizinya harus terjami. Jika gizi makanan kurang di perhatikan maka kondisi pejantan akan cepat menurun dan bahkan sering menjadi lumpuh. 
    Kelebihan sistem perkawinan ini adalah induk ayam cemani tidak mempunyai alternatif  memilih pejantan sehingga peternak dapat menentukan pejantan cemani tertentu. perbandingan jumlah induk ayam cemani betina dengan pejantan sistem ini yang ideal adalah 10 : 1. Artinya, dalam satu kandang terdapat 10 ekor induk ayam cemani dan seekor pejantan. 
    Sistem perkawinan ini juga mempunyai kelemahan yaitu kadang pejantan hanya sayang kepada beberapa ekor induk ayam cemani betina saja sehingga sebagian lain tidak terkawini. Kemungkinan lain, beberapa induk ayam cemani betina kurang menyukai pejantan itu karena penampilannya yang dekil sehingga kurang menarik. dalam keadaan seperti itu, telur yang di hasil kan tidak bertunas dan tidak bisa di tetaskan. Selain itu, bila kualitas pejantan jelek maka ayam cemani yang di hasilkan juga berkualitas jelek. Oleh karenanya, harus di pilih pejantan yang berkualitas tinggi
  3. Perkawinan Ayam Cemani Kelompok Ganda
  4. Perkawinan ayam cemani kelompok ganda adalah penjodohan satu kelompok induk ayam cemani dengan beberapa pejantan. Dalam hal ini jumlah pejantan di sesuaikan dengan jumlah induk ayam cemani. banyaknya induk ayam cemani dan pejantan yang di pelihara di tentukan pula oleh luas kandang. jika dalam kandang yang cukup luas dengan 100 ekor induk ayam cemani betina, biasanya jumlah pejantan yang di perlukan antara 10 - 15 ekor. 
    Kelebihan cara perkawinan ayam cemani seperti ini adalah setiap induk dapat memilih pasangan sesuai dengan selera yang di inginkan. Perkawinan atas dasar suka sama suka ini akan menghsilkan telur dengan daya tetas tinggi. hanya saja, pejantan itu harus dapat hidup rukun. Bila beberapa pejantan ada yang tidak akur maka dalam kandang sering terjadi perkelahian antar pejantan. kalau terjadi, segera ambil ayam yang berkelahi tadi dan terus di adu di tempat yang jauh dari kandang sampai ada yang kalah. kalau di campur kembali biasanya yang kalah menjadi jera dan tidak berani berkelahi lagi. 
    Cara beternak ayam cemani dengan perkawinan kelompok ganda ini banyak di gunakan oleh peternak karena hasilnya lebih cepat di peroleh dan secara komersil lebih untung.
  5. Perkawinan Ayam Cemani Bergilir
  6. Penjodohan antara satu pejantan dengan beberapa induk ayam cemani secara bergiliran di sebut perkawinan bergilir. Dalam hal ini pejantan di pelihara dalam kandang terpisah dengan di beri makanan bergizi sehingga akan selalu kelihatan lincah dan sehat, serta siap untuk kawin. Ayam betina cemani yang akan di kawinkan di masukkan kedalam kandang pejantan itu sehingga dalam kandang hanya terdapat sepasang ayam cemani. jika induk ayam cemani telah di kawini empat atau lima kali, segera di pisahkan dari pejantannya dan di kembalikan ketempat semula lalu sarang tempat bertelur di siapkan. sedang pejantan di beri istirahat satu hari dan makanan yang bergizi. Setelah kesehatannya pulih, dapat di kawinkan dengan induk ayam cemani lain dengan cara yang sama. telur - telur yang di hasilkan oleh induk - induk ayam cemani itu mempunyai tingkat fertilitas atau daya tetas yang tinggi karena telah di buahi. 
    Kelebihan cara perkawinan ayam cemani seperti ini adalah peternak bisa mengatur perkawinan untuk mendapatkan keturunan yang di inginkan. Misalnya, untuk mendapatkan hasil keturunan antara ayam cemani lokal dengan ayam cemani kedu, atau untuk mendapatkan ayam cemani yang lebih tulen sebagai hasil perkawinan dalam satu keluarga (perkawinan inbreed). Dalam perkawinan ini ada sifat - sifat tertentu yang di pertahankan kebakaannya sehingga akan di hasilkan ayam cemani berkualitas tinggi yaitu seluruh anggota tubuh, bulu, lidah dan dagingnya berwarna hitam pekat. Akan tetapi, perkawinan inbreed yang di lakukan terus - menerus cenderung menghasilkan keturunan yang sedikit lemah dan peka terhadap penyakit.

PENETASAN TELUR AYAM CEMANI

panduan lengkap cara beternak ayam cemani

Populasi ayam cemani di tingkatkan dengan cara menetaskan telurnya. Penetasan telur ayam cemani dapat di lakukan secara alamiah yaitu dierami oleh induknya dan dapat pula melalui mesin tetas. jika menetas kan telur melalui induknya jumlah telur yang di tetaskan relatif sedikit dan tergantung besar kecilnya induk ayam. Kalau induk ayam yang mengeram badannya kecil maka telur yang di tetaskan sebaiknya tidak lebih dari 8 butir. akan tetapi bila induknya bertubuh besar, dapat lebih dari 8 butir dan paling banyak 12 butir. sedangkan penetasan telur ayam cemani dengan menggunakan mesin tetas jumlah telur yang di tetaskan bisa lebih banyak. sebelum kita bicarakan penetasan telur secara alamiah maupun dengan menggunakan mesin tetas, akan di jelaskan dahulu cara memilih telur yang baik untuk di tetaskan.

Memilih Telur Ayam Tetas yang Baik.
    Telur yang di hasilkan induk ayam cemani tidak semuanya berkualitas baik untuk di tetaskan. Oleh karenanya, memilih telur yang akan di tetaskan merupakan hal yang sangat penting, karena berpengaruh pada daya tetas dan anak ayam yang di hasilkan. telur yang di hasilkan oleh induk ayam cemani dapat di bagi menjadi 2 jenis yaitu telur konsumsi dan telur tetas. Telur konsumsi (telur yang tidak bertunas) adalah telur yang di hasilkan tanpa perkawinan. Karena, bila makanan cukup meskipun tidak ada pejantan induk ayam akan bertelur juga. Telur ini tidak dapat menetas dan hanya di pakai sebagai konsumsi rumah tangga. sedangkan telur tetas (telur yang bertunas) adalah telur yang di hasilkan oleh induk ayam cemani yang telah di kawini oleh pejantannya. jenis telur ini mempunyai daya tetas yang cukup tinggi. Hal - hal yang perlu untuk di perhatikan dalam memilih telur tetas yang baik adalah sebagai berikut.
  1. Bentuk Telur
  2. Telur ayam yang baik untuk di tetaskan berbentuk normal yaitu sedikit agak lonjong, bagian atas agak besar sedang bagian bawah agak lebih kecil dan tumpul. Bentuk yang terlalu bulat dan terlalu lonjong daya tetasnya rendah sebab komposisi dalam telur tidak seimbang.telur yang normal mempunyai perbandingan sekitar 8 : 6 atau panjang 5,7 cm dan lebar 4,2 cm.
  3. Besar atau berat telur ayam cemani
  4. Berat telur normal antara 50 - 60 gram atau dalam 1 kg berisi 16 - 20 butir. Telur yang terlalu besar atau terlalu kecil sering mengalami kegagalan penetasan.
  5. Keadaan kulit telur ayam
  6. Telur ayam cemani dengan daya tetas tinggi mempunyai kulit halus dan merata. telur dengan kulit berbintil - bintil dan tebal biasanya gagal untuk menetas. Oleh karenanya, telur yang di pilih harus bersih. telur yang kotor dapat di bersihkan dengan kain yang di basahi air hangat 
  7. Umur telur ayam
  8. Umur telur ayam yang akan di tetaskan sebaiknya tidak lebih dari tujuh hari sejak keluar dari induknya. jika lebih dari tujuh hari, kemungkinan menetasnya sangat kecil. kalaupun menetas hasilnya tidak sebaik yang di harapkan serta sering dalam keadaan cacat seperti kakinya pengkor, jari kakinya tidak simetris dan sebagainya. Pemilihan telur dimaksudkan agar ayam cemani yang di hasilkan nantinya akan sehat, kuat serta produktif. telur yang tidak memenuhi kriteria di atas sebaiknya tidak di ikutkan dalam penetasan karena hanya akan mengurangi hasil penetasan.

MENGERAMKAN TELUR AYAM MELALUI INDUKNYA
jika telur ayam yang akan di tetaskan jumlahnya sedikit, lebih baik telur di tetaskan melalui induknya atau induk lain yang kebetulan mengeram. untuk pengeraman, harus di siapkan sarang tempat bertelur beralas merang atau jerami kering pada sudut kandang atau tempat yang tenang dan bebas dari gangguan tikus, ular, musang, dan lain sebagainya. tempat makan dan tempat minum sebaiknya di letakkan di dekat sarang. hal ini agar induk ayam tidak terlalu lama meninggalkan telur yang sedang di erami untuk mencari makan sehingga mengganggu keberhasilan penetasan. Bagi induk ayam, makanan dan minuman berguna untuk memberikan kestabilan suhu badannya. Kestabilan suhu ini sangat penting bagi penetasan telur, bila suhu tidak stabil, telur tersebut mungkin tidak menetas. Disamping itu kemungkinan lain matinya calon anak - anak ayam yang masih di dalam telur adalah gangguan virus atau baksil yang masuk melalui pori - pori kulit. jika telur ayam yang di erami dalam keadaan normal dan tanpa gangguan maka setelah 21 hari akan menetas dan keluar anak ayam.

MENGERAMKAN TELUR AYAM MELALUI MESIN TETAS
Diatas di jelaskan cara pengeraman telur ayam melalui induknya, berikut akan di jelaskan cara pengeraman telur melalui mesin tetas, pengeraman telur ayam dengan menggunakan mesin tetas biasanya di lakukan bila jumlah telur ayam relatif banyak. Peternak bermodal besar biasanya menggunakan mesin tetas sebab lebih efektif dan efisien sehingga tujuannya untuk mencari keuntungan sebesar - besarnya dapat tercapai. Berikut akan di uraikan tentang peralatan mesin tetas
  1. Mesin tetas telur ayam dan peralatannya
  2. Mesin tetas pada hakekatnya adalah tempat telur dengan kontruksi tertentu sehingga suhu di dalamnya dapat di atur sesuai derajat panas yang di perlukan selama periode penetasan. mesin tetas sangat beragam menurut sumber panas dan kapasitasnya. Listrik, lampu minyak dan kombinasi dari keduanya merupakan sumber panas mesin tetas. kapasitasnya pun berbeda mulai 100 butir hingga 3.000 butir dan sebagainya. waktu yang di perlukan untuk menetaskan telur ayam dengan mesin sama dengan dierami oleh indukya, yaitu 21 hari. meskipun mesin tetas banyak macamnya namun prinsip kerjanya sama yaitu memelihara janin (embrio) yang sedang tumbuh dan berkembang dalam telur ayam.
  3. Pelaksanaan penggunaan mesin tetas
  4. Beberapa hal yang harus di perhatikan sebelum memulai penetasan adalah sebagai berikut ini:  
    • Mesin tetas harus di bersihkan dan di cuci dengan memakai air panas dan jangan menggunakan lysol, DDT, atau Creolin karena dapat menimbulkan kegagalan dalam penetasan.
    • Untuk mengatur kelembapan dalam ruangan penetasan, letakkan bak berisi air hangat yang bersih dan di tutup dengan kain bersih yang ujungnya menyentuh air
    • Mesin tetas di tempatkan di daerah yang tidak mudah di pengaruhi oleh suhu dan angin dari luar serta di jaga agar mesin jangan sampai goyang.
    • Sebelum telur ayam di masukkan kedalam mesin tetas, mesin terlebih dahulu di uji selama beberapa jam untuk mendapatkan temperatur yang stabil. setelah temperatur yang di inginkan diperoleh yaitu 101°F dan sudah stabil barulah rak yang berisi telur ayam di masukkan.
    • Telur ayam yang akan ditetaskan harus di susun dengan kedudukan yang benar yaitu bagian besar di letakkan di atas dan bagian yang runcing di letakkan di bawah dengan posisi kemiringan sekitar 40°
    • Pada saat rak telur di masukkan dalam mesin tetas, lubang ventilasi harus dalam keadaan tertutup. Biasanya menjelang hari ketiga atau hari ke empat temperatur dalam mesin akan naik sampai 1°F karena bibit ayam yang sedang berkembang dalam telur sudah mulai melepas gas asam arang (CO2) melalui pori - pori kulit. Untuk mengeluarkan gas CO2 dan memasukkan udara segar kedalam mesin maka pada hari keempat lubang ventilasi perlu di buka ¼ atau 1/3 bagian. pada hari ke enam di buka makin lebar kurang lebih ½ atau 2/3 bagian. setelah hari kesembilan atau kesepuluh dan seterusnya barulah lubang ventilasi di buka seluruhnya.
    • Membalik atau memutar telur ayam yang sedang di tetaskan pada hari tertentu selama periode pengeraman mutlak di perlukan agar telur ayam mendapat panas yang merata dan bibit tidak menempel pada kulit telur. Membalik telur ini  dilakukan setiap hari mulai hari ketiga atau keempat sampai hari kedelapan belas, sebanyak dua atau tiga kali dalam sehari dengan setengah putaran. selain di balik, telur ayam yang sudah empat hari berada dalam mesin perlu pula didinginkan dengan jalan mengeluarkan rak telur selama 5 - 10 menit.
    • Pemeriksaan telur ayam yang sedang di tetaskan adalah untuk mengetahui telur yang bertunas hidup, bertunas mati atau pun yang tidak bertunas. pemeriksaan pertama di lakukan pada hari keenam pengeraman. telur yang tidak bertunas atau bertunas mati segera di ambil dan dapat dijadikan telur konsumsi. Pemeriksaan telur selama pengeraman sebaiknya di lakukan tiga kali saja yaitu pada hari keenam, keempat belas dan kedelapan belas. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan di ruangan yang gelap dengan menggunakan lampu senter atau kotak pemeriksa telur yang dilengkapi lampu listrik.

PEMELIHARAAN ANAK AYAM CEMANI

panduan lengkap cara beternak ayam cemani yang paling mudah

A. Macam Pemeliharaan Anak Ayam Cemani
     Dalam pemeliharaan anak ayam tak terkecuali ayam cemani sebenarnya ada dua cara yaitu pertama sepenuhnya di lakukan oleh induknya dan yang kedua dilakukan oleh induk buatan. Jika anak ayam cemani di asuh oleh induknya sendiri maka induk ayam cemani akan lama untuk bertelur kembali biasanya menunggu anak ayam menjadi besar dan di sapih. setelah beberapa hari penyapihan, maka induk ayam cemani siap bertelur kembali. sedangkan bila anak ayam cemani di pelihara oleh induk buatan maka setelah mengeram, 10 atau 14 hari kemudian induk ayam cemani akan bertelur kembali. jadi pemeliharaan anak ayam cemani menggunakan induk buatan jauh lebih menguntungkan bagi peternak.

1. Pemeliharaan anak ayam cemani oleh induknya
langkah - langkah dalam merawat anak ayam cemani
    Setelah semua telur ayam cemani telah menetas dan bulu anak ayam cemani sudah kering maka anak ayam cemani segera di ajak berjalan - jalan oleh induknya. anak - anak ayam cemanidi ajari mematuk dan mencari makanan sambil di dekap dalam sayapnya. sebenarnya cara pemeliharaan anak ayam cemani seperti ini kurang menguntungkan karena anak ayam cemani banyak yang mati tercebur comberan atau terinjak oleh induknya. sebaiknya induk ayam cemani di kurung dalam sangkar sehingga anaknya dapat bermain di sekelilingnya. jangan lupa menyediakan makanan dan minuman khusus bagi anak ayam cemani yang baru menetas. Dalam kurungan tidak perlu di beri alat pemanas karena induk ayam cemani mampu memanasi anaknya dengan cara mendekap ke dalam sayapnya. setelah anak ayam cemani berumur 2 minggu dan kelihatan lincah maka dapat di lepas di perkarangan untuk belajar mencari makan bersama induknya. makanan itu, misalnya telur semut, rayap, orong - orong, cacing dan sebagainya. Namun makanan dan minuman tetap di sediakan secara rutin agar ayam tumbuh dengan baik. dalam waktu beberapa hari saja anak - anak ayam cemani telah terbiasa hidup dengan alam sekelilingnya. Pemeliharaan anak ayam cemani oleh induknya sangat terbatas beberapa ekor saja sedang pemeliharaan dalam jumlah banyak biasanya di lakukan oleh induk buatan.

2. Pemeliharaan anak ayam cemani oleh induk buatan
    Pemeliharaan anak ayam cemani dengan cara ini harus memperhatikan persyaratan dan ketentuan sehingga pertumbuhan anak ayam cemani dapat terjamin. beberapa hal yang patut di perhatikan dalam rangka pemeliharaan anak ayam cemani adalah sebagai berikut ini :
  • Pemanasan, penerangan, dan udara
    cara beternak atau budidaya ayam cemani
  • Anak - anak ayam cemani yang baru menetas sangat memerlukan kehangatan. dalam induk buatan, kehangatan dapat di ciptakan dengan memberikan lampu listrik atau lampu minyak. Temperatur dalam kotak induk buatan harus cukup dan sesuai dengan kebutuhan anak ayam cemani sehingga anak ayam cemani tidak kedinginan atau kepanasan. lampu listrik dengan panas 50 watt dapat digunakan dengan cara di gantungkan dalam ruang kotak indukan. lampu itu harus dapat di turun - naikkan untuk membentuk suhu ruangan yang di inginkan. di anjurkan dalam ruanga itu di tempatkan termometer sebagai pengontrol suhu ruangan. 
    suhu ruangan yang di perlukan harus selalu di perhatikan supaya anak ayam tetap sehat dan di capai pertumbuhan yang optimal. suhu normal untuk anak ayam umur 0 sampai 30 hari memerlukan panas sekitar 90° F atau 32°C sedang umur 1 – 1 ½ bulan memerlukan panas sekitar 26,7°C. Anak ayam cemani makin hari makin bertambah besar dan mulai tumbuh bulunya sehingga suhu ruangan juga harus diturunkan. 
    Untuk mengetahui apakah suhu dalam ruangan kotak indukan sudah sesuai dapat dilihat dari tanda-tanda berikut:
    • Jika anak ayam cemani menjauhi sumber panas (lampu pijar) berarti keadaan ruang terlalu panas.
    • Jika seluruh anak ayam cemani berkumpul semuanya mendekati lampu dan saling berdesakan, berarti suhu ruang masih terlalu dingin.
    • Apabila seluruh anak ayam cemani menyebar keseluruh ruangan secara merata berarti suhu ruangan sudah cukup. Anak ayam cemani yang kedinginan dapat masuk angin, ayam tak mau makan, akhirnya jatuh sakit. Demikian juga jika anak ayam kepanasan makan akan selalu haus lalu minum terlalu banyak dan akhirnya sakit.
          Sebagai gambaran, bola lampu 60 watt cukup untuk memanasi 20-40 anak ayam cemani. Lampu digantung setinggi 15-25 cm dari lantai. Bila ingin menggunakan induk buatan yang terbuat dari seng dengan lampu listrik maka dapat dibeli di poultry shop. Usahakan jangan menaruh makanan dan mimuman tepat di bawah lampu pemanas. Lamanya lampu pemanas dinyalakan dijelaskan berikut.
          Anak ayam cemani sampai umur 14 hari, lampu pemanas yang juga berfungsi sebagai penerangan dinyalakan siang malam selama 24 jam. Mulai hari ke-15, penyalaan lampu penerangan dikurangi 4 jam seminggu. Bila udara dirasakan sangat dingin karna musim penghujan, lampu dapat dinyalakan meskipun siang hari. Jika cuaca cerah, lampu dapat dimatikan dana anak ayam dijemur dari jam 7 sampai jam 9. Setelah berumur 7 minggu, lampu pemanas sudah tidak diperlukan lagi. Secara rinci lamanya pemakaian lampu dan besarnya suhu yang diperlukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

PEMAKAIAN LAMPU PEMANAS UNTUK ANAK CEMANI
hal - hal yang harus diperhatikan dalam merawat anak ayam cemani

Umur (Minggu) 
I
II
III
IV
V
VI
VII
Lampu (watt/m²)
60-75
40-60
15-25
15-25
15-25
15-25
0
Lampu pemanasan (Jam)
24 Jam
24 Jam
20 jam
18 jam
14 jam
14 jam
0
Jam pemadaman
-
-
10-14
10-16
8-18
6-18
0
        Untuk ayam cemani sampai 3 - 4 minggu malam hari pun perlu penerangan agar mereka dapat makan dan minum. Hal ini dapat dimaklumi karena pada usia ini anak ayam mempunyai pertumbuhan yang cepat. Selain itu, juga untuk menghindari gangguan binatang malam seperti tikus atau ular.
Udara yang bersih dan segar mutlak diperlukan oleh anak ayam cemani yang baru menetas. Oleh karenanya, udara dalam kotak induk pemeliharaan harus selalu berganti. Agar udara dalam kotak indukan selalu bersih dan segar maka ventilasi harus cukup dan baik, kotoran harus sering dibersihkan, dan kalau menggunakan lampu minyak usahakan tidak berasap karena dapat mengganggu pernapasan ayam dapat menimbulkan kematian.
  • Makanan dan minuman anak ayam
    cara merawat anak ayam cemani
          Anak ayam cemani yang baru menetas punya cadangan makanan sampai 48 jam sejak menetas. Namun jika anak ayam itu langsung diberi makan dan minum tidak apa-apa, justru untuk melatihnya. Pemberian ransum makanan bagi anak ayam dapat diberikan secukupnya dalam tempat khusus sehingga anak ayam tidak dapat menginjak-injaknya. Tempat air minum pun dibuat agar tidak mudah tumpah.
          Ransum yang diberikan adalah campuran tepung jagung, kedelai, bungkil kacang, tepung ikan,, dan katul seperti telah dijelaskan. Air minum harus sering diganti, tempatnya setiap hari harus di bersihkan agar tidak licin dan berlumut. Tempat minum licin dan berlumut merupakan tempat bakteri, sekaligus sumber penyakit. Selain itu, harus diperhatikan jumlah tempat makan dan minum dengan banyaknya anak ayam sehingga anak ayam dapat makan dan minum dengan leluasa. Jika anak ayam makan dan minum berebutan akan menimbulkan pertumbuhan yang tidak merata atau menyebabkan kanibalisme.
  • Luas kota indukan ayam
Banyaknya anak ayam cemani yang dipelihara harus sesuai dengan besarnya kotak indukan. Misalnya, untuk 15 – 20 ekor anak ayam cemani dapat dipelihara dalam kotak indukan seluas 180 x 80 x 50 cm. Tempat ini dapat digunakan sampai anak ayam berumur 1 ½bulan.

3. Pemeliharaan lepas induk ayam atau sapihan
        Setelah anak ayam cemani berumur sekitar 1,5 bulan maka telah melewati masa kritis dan sudah mampu hidup sendiri. anak ayam itu dapat segera dipindahkan ke kandang khusus dengan sistem ren atau postal tergantung pada selera peternak. Tiap kandang diisi 15 anak ayam betina dengan dua ekor pejantan atau 1 ekor pejantan dengan 1 ekor betina atau dapat juga 10 ekor betina dan 1 ekor pejantan. Hal ini disesuaikan dengan keinginan peternak dalam memelihara ayam cemani.
       Anak ayam yang telah dilepas dari induknya (disapih) sudah agak lebih kebal terhadap penyakit dan cuaca, tapi pemberian makanan bergizi, mineral, vitamin, dan vaksinasi masih tetap diperlukan guna mencegah hal yang tak diinginkan . Perlu diingat, pemberian antibiotik dalam ransum makanan secara terus-menerus akan merugikan karena ayam sukar diobati jika sakit, sebab kuman penyakitnya sudah kebal terhadap obat anti biotik itu. Pemberian antibiotik sebaiknya jarang atau pada waktu ayam sakit.
        Ayam sapihan berumur 1,5 – 6 bulan memerlukan jenis ransum yang berbeda dengan anak ayam yang baru menetas sebab masa ini merupakan masa pertumbuhan. Kadar protein yang diperlukan pada masa ini berkurang menjadi 16 %. Jumlah ransum tiap ekor juga meningkat menjadi 60 gram/hari. Pada bulan berikutnya jumlah makanan dapat ditambah sebanyak 15 gram hingga mencapai 90 gram/hari.
        Karena sebagian besar terdiri dari ayam cemani betina yang diharapkan segera bertelur maka dalam ransum juga perlu ditambahkan unsur kalsium dalam bentuk grit. Penambahan itu dapat diberikan sejak ayam berumur 5 bulan.

B. Seleksi Untuk Bibit Ayam Pengganti
tahap pemanenan anak ayam cemani
       Jika dirasakan jumlah ayam sudah cukup banyak dan sudah menginjak umur 4 atau 5 bulan seyogianya segera diadakan seleksi. Ayam cemani yang mepunyai pertumbuhan dan bentuk badan yang cacat, dan diperkirakan tidak dapat dijadikan pejantan atau tidak dapat memberikan produksi telur yang optimal lebih baik tidak terus dipelihara dan dianjurkan dijual saja sebagai ayam potong. Ayam cemani betina muda yang baik dan pantas dipelihara biasanya memiliki ciri fisik yang khas yaitu bentuk dada lebar, punggung datar dan lebar, kaki sedang serta mempunyai pembawaan periang dan hidupnya selalu bergairah. Ayam cemani betina yang baik sebagai petelur, sifat mengeramnya baru akan muncul setelah menghasilkan telur sekitar 30 butir. Setelah berumur 3 tahun, induk cemani petelur sebaiknya diafkir menjadi ayam potong. Seleksi ini memegang peranan penting dalam rangka mencari bibit-bibit ayam cemari yang lebih produktif serta mempunyai kualitas yang baik sehingga tujuan peternak dapat tercapai.
        Beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh peternak adalah faktor makanan, temperatur, bulu rontok, kandang, kegaduhan dan penyakit. 

C. Kandang Khusus Anak Ayam Cemani
       Anak ayam cemani yang baru menetas dapat dibuatkan kandang sederhana berbentuk kotak atau berbentuk bangunan yang agak besar atau sering disebut brooderhouse. Hal ini akan diuraikan berikut.

1. Kandang ayam berbentuk kotak
Bentuk ini diperlukan jika anak ayam yang dipelihara sedikit jumlahnya. Kandang berbentuk kotak dapat dibuat dengan berbagai ukuran, tergantung kebutuhannya. Misal, satu kandang kotak dengan ukuran tinggi 0,5 – 1 m, lebar 0,8 – 0,9 m, dan panjang 1,2 – 1,8 m, dapat menampung 30 – 40 ekor anak ayam cemani.
Kandang ini dilengkapi dengan sumber pemanas lampu kapal atau lampu listrik. Dinding atas dan samping diberi beberapa lubang ventilasi. Panas dalam kandang yang diperlukan anak ayam itu biasanya 102 derajat fahrenheit dan untuk memenuhi suhu dapat digunakan listrik 40 – 60 watt. 

2. Bangunan kandang besar (brooder house)
        Jika anak ayam cemani yang dipelihara cukup banyak maka kandang harus besar yang disebut brooder house. Seluruh diding bangunan ini harus tertutup rapat dan dilengkapi dengan ventilasi yang sempurna serta dilengkapi dengan sumber panas yang memadai yaitu lampu listrik sebesar 100 watt atau boleh juga memakai lampu petromaks. Penggunaan sumber panas lampu listrik lebih praktis jika dibandingkan dengan lampu minyak (lampu kapal, petromaks) karena lampu listrik tinggal mengatur letak ketinggiannya saja sedangkan lampu minyak setiap saat harus dikontrol karena kadang panasnya tidak stabil. Baik kandang kotak maupun brooder house ini lantainya dapat berupa lantsai litter atau slat.

Belum ada Komentar untuk "panduan lengkap cara beternak ayam cemani"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel