klasifikasi dan morfologi kerbau

PETERNAKAN

ciri-ciri kerbau peliharaan
Klasifikasi dan Morfologi Kerbau – Siapa yang tidak kenal dengan binatang yang satu ini (kerbau), Kerbau termasuk salah satu binatang memamah biak yang sudah domestikasi oleh masyarakat di. Kerbau banyak ditemukan dan diternakan diberbagai daerah, terutamanya di Indonesia, Nepal, Bangladesh, Thailand, Vietnam, Pakistan, India, Cina, Fillipina, Taiwan dan sebagainya. Kerbau dewasa dapat memiliki berat sekitar 300 kg sampai 600kg, Kerbau jantan bobot tubuhnya dapat mencapai 900 kg dan betina 800 kg – 1200 kg, kerbau sungai memiliki 25 pasang kromosom, sementara Kerbau sawah memiliki 24 pasang kromosom, Tinggi rata-rata pundak kerbau adalah 1,7 meter. Baca juga : Penyakit non-infeksi pada ikan atau penyakit yang tidak menular pada ikan

Kerbau juga dikelompok kan menjadi 3 (tiga) jenis berdasarkan asal-usulnya diantaranya, sbb:

Klasifikasi Kerbau:
  • Kerbau rawa (B. bubalis carabauesis) berasal dari Asia Tenggara
  • Kerbau sungai (B. bubalis bubalis) berasal dari Asia Selatan
  • Kerbau liar (B. bubalis arnee) berasal dari kerbau sungai
Ciri-Ciri Kerbau
Secara umum kerbau memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Memiliki mulut, berfungsi sebagai mengambil makanan dan tempat untuk mengunyah makanan.
  2. Memiliki sepasang tanduk, berfungsi sebagai senjata atau pelindung dari serangan kerbau jantan lainnya atau untuk melindungi diri dari hewan lainnya.
  3. Memiliki mata, berfungsi sebagai penglihatan.
  4. Memiliki ekor, berfungsi sebagai alat pelindung organ reproduksi khusus bagi kerbau betina, anus dan melindungi dari serangga kecil.
  5. Memiliki kaki, berfungsi sebagai penopang badan.
Baca juga artikel lainnya:

Manfaat Kerbau
  1. Kerbau penghasil susu dan daging dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan olahan.
  2. Kerbau digunakan sebagai pekerja yang tangguh dan kuat di sawah, pembajak sawah.
  3. Kulit kerbau juga bisa digunakan untuk membuat beduk masjid dan kerajinan tangan seperti tas, dan lain sebagainya.
  4. Biasanya tanduk kerbau digunakan untuk hiasan rumah, atau pun sebagai bahan baku kerajinan seperti hulu keris, penggaruk dan lain sebagainya.
  5. Kotoran kerbau bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik, cair, gas dan lain-lain.

Demikianlah uraian singkat mengenai klasifikasi dan morfologi kerbau, data ini kami rangkum dari beberapa sumber, semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "klasifikasi dan morfologi kerbau"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel